<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262</id><updated>2012-01-30T11:03:13.808-08:00</updated><category term='Gurit'/><category term='Puisi'/><category term='Budaya Dermayu'/><category term='Kuliner'/><category term='Budaya'/><category term='Berita Brebes'/><category term='Seni'/><category term='Online'/><category term='Berita Nasional'/><category term='Tarling'/><category term='Pendidikan'/><category term='lowongan kerja'/><category term='Berita Tegal'/><category term='Berita Pantura'/><category term='hiburan'/><category term='Sastra Indonesia'/><category term='Tegal - Slawi'/><category term='Budaya Slawi'/><category term='Berita Indramayu'/><category term='Berita Nasional--Kota Tegal'/><category term='Berita Pemalang'/><category term='Warta Niaga'/><category term='Bupati Indramayu'/><category term='Tegal'/><category term='Foto Si Kecil'/><category term='Kabar Indramayu'/><category term='Berita Cirebon'/><category term='Berita Video'/><category term='Budaya Indramayu'/><category term='SENI BUDAYA'/><category term='Kabupaten Tegal'/><category term='Sastra'/><category term='Redaksi'/><category term='Surat Pembaca'/><category term='kota tegal'/><category term='Opini'/><category term='Kabupaten Brebes'/><category term='link exchanged'/><category term='Info Brebes'/><category term='bertia kota tegal'/><category term='Esai'/><category term='Tari Topeng'/><category term='Slawi'/><category term='Berita Budaya'/><category term='Berita Losari'/><category term='Alun-alun Brebes'/><category term='Berita Slawi'/><category term='Info Indonesia'/><category term='Donor Darah'/><category term='Teropong Indramayu'/><category term='Info Indramayu'/><category term='Cerpen'/><category term='VIDEO BUDAYA'/><category term='Kongres Bahasa Jawa'/><category term='Budaya Pantura'/><category term='Budaya Tegal'/><category term='berita foto'/><category term='Berita Luar Negeri'/><category term='job vacancy'/><category term='Dayak Dermayu'/><category term='Pendopo Indramayu'/><title type='text'>TROPONG.com</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>356</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-4400126788940504783</id><published>2012-01-30T05:23:00.000-08:00</published><updated>2012-01-30T10:57:37.811-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Pantura'/><title type='text'>Gapura Baru untuk SDN Bulak 1</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ej62tFmKgK0/Tybnt1hjJzI/AAAAAAAABno/Iia3S6nAscs/s1600/H.%2BNurahman%252C%2BS.Pd.%2B%2528Kepala%2BSDN%2BBulak%2B1%2BKec.%2BKandanghaur%2529%2BIngin%2BTampil%2BBeda%2Bdan%2BBerprestasi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ej62tFmKgK0/Tybnt1hjJzI/AAAAAAAABno/Iia3S6nAscs/s320/H.%2BNurahman%252C%2BS.Pd.%2B%2528Kepala%2BSDN%2BBulak%2B1%2BKec.%2BKandanghaur%2529%2BIngin%2BTampil%2BBeda%2Bdan%2BBerprestasi.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703500752759236402" /&gt;&lt;/a&gt;SDN Bulak 1 merupakan Sekolah Dasar Negeri yang terletak berhadapan dengan Kantor Kecamatan Kandanghaur. Sebagai SD favorit SDN Bulak 1 tentunya ingin tampil beda dan menonjol di bandingkan dengan SD-SD yang lain. Tidak diragukan lagi dalam segi prestasi SDN Bulak 1 Kec. Kandanghaur terbukti banyak mengukir prestasi. Diantaranya prestasi siswa Juara 1  Lomba Siswa Berprestasi Tingkat Kecamatan Kandanghaur. Dan untuk prestasi sekolah, juara 3 lomba LKBD Putri Tingkat Propinsi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini didukung oleh tenaga pendidik yang profesional, 8 orang guru PNS yang semuanya telah menempuh jenjang pendidikan Sarjana. Dan dibantu dengan tenaga 4 orang guru honor. Jumlah siswa di tahun ajaran 2010/2011 sebanyak 427 siswa.&lt;br /&gt;Pada 8 Oktober 2011 Kepala Sekolah H. Nurahman, S.Pd. mengundang para wali murid dari kelas 1 sampai dengan kelas VI untuk menghadiri rapat. Dalam acara tersebut hadir pula Sur’ad selaku Ketua Komite SDN Bulak 1, dan Pengawas yang mewakili Kepala UPTD Pendidikan Kandanghaur. Dalam rangka musyawarah mengenai program-program pendidikan SDN Bulak 1.&lt;br /&gt;Dalam musyawarah tersebut Kepala Sekolah menyampaikan bahwa guna mendukung prestasi Sekolah, dirinya hendak melakukan perehaban sekolah. Diantaranya pembangunan gapura sekolah yang dianggap kurang memadai, serta lapangan upacara yang hendak di perbaiki. Guna menghadapi musim penghujan agar air hujan tidak tergenang di lapangan.&lt;br /&gt;Orang tua selaku pembimbing siswa dirumah tentunya mendukung program tersebut. Hal ini senada dengan pernyataan Juju selaku wali murid, “Saya selaku orang tua siswa merasa bangga, jika sekolah terlihat bagus, tentunya orang tua yang lain juga sama pendapatnya dengan saya”. Rencananya dalam waktu dekat jika dana sudah terkumpul sumbangsih orang tua, akan segera direalisasi. “Bulan Desember tahun 2011 agar segera dibangun gapura dan peninggian lapangan upacara, agar saat musim hujan datang lapangan tidak becek “, ujar Kepala Sekolah.&lt;br /&gt;Namun hingga akhir Januari 2012, kondisi SDN Bulak 1 belum ada perubahan. Program-program dari Kepala Sekolah hingga saat ini masih belum direalisasi. Padahal ada sebagian orang orang tua siswa yang sudah lunas dan turut partisipasi dalam pembangunan Gapura dan lapangan ini. “Saya sudah bayar, kok sampai sekarang gapura dan lapangannya masih belum dibangun juga !”, ucap Nur salah seorang wali murid. Menurutnya jika program ini tidak berhasil, seharusnya orang tua dan wali murid yang belum melunasi ditegur, dan diperingatkan. Atau jika program ini tidak berhasil seharusnya dilaporkan kepada orang tua dan wali murid.&lt;br /&gt;Saat ditemui dikediamannya Sur’ad selaku Ketua Komite SDN Bulak 1 pun angkat bicara. “Dana yang sudah terkumpul masih kurang, baru 20% dari keseluruhan anggaran”, ujar Sur’ad selaku Ketua Komite SDN Bulak 1. “Masih harus menunggu yang lain yang masih belum membayar”, tegasnya Ketua Komite.&lt;br /&gt;Orang tua dan wali murid SDN Bulak 1 sangat mengharapkan kepada pihak-pihak yang terkait agar segera merealisasikan program ini, agar dapat menunjang prestasi para anak-anak mereka di sekolah. Tentunya ini demi kebaikan dan kemajuan SDN Bulak 1 Kec. Kandanghaur. (rofi)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-4400126788940504783?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/4400126788940504783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=4400126788940504783' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/4400126788940504783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/4400126788940504783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2012/01/gapura-baru-untuk-sdn-bulak-1.html' title='Gapura Baru untuk SDN Bulak 1'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ej62tFmKgK0/Tybnt1hjJzI/AAAAAAAABno/Iia3S6nAscs/s72-c/H.%2BNurahman%252C%2BS.Pd.%2B%2528Kepala%2BSDN%2BBulak%2B1%2BKec.%2BKandanghaur%2529%2BIngin%2BTampil%2BBeda%2Bdan%2BBerprestasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-6189677492848555563</id><published>2012-01-29T05:23:00.000-08:00</published><updated>2012-01-30T11:00:24.511-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Dampak Money Politic pada Pilwu 2011    Oleh Drs. H. Jajang S. Murod</title><content type='html'>Profesionalisme sebuah kepemimpinan, adalah persoalan yang penting dalam sebuah tatanan kehidupan berorganisasi, fenomena yang paling terasa adalah profesionalisme kepemimpinan seorang kepala desa atau yang sering disebut kuwu di wilayah Indramayu. Untuk menentukan kriteria seorang kuwu yang memiliki kemampuan profesional sebagai seorang pemimpin masyarakat, tentu saja bukan persoalan mudah. Hal tersebut, sudah barang tentu terkait dengan proses awal yang cukup panjang dan berliku. Bermula dari saat pencalonan, proses pemilihan dan lain-lain yang tentu saja banyak mempengaruhi terciptanya sebuah perilaku kepemimpinan pemerintahan Desa yang selanjutnya disebut KUWU.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Money Politic, pembodohan politik dan keterbatasan pemikiran masyarakat dalam menentukan pemimpinnya adalah sudah menjadi rahasia umum bahwa hampir di setiap desa khususnya di Kabupaten Indramayu, umumnya di hampir seluruh wilayah Indonesia, setiap terjadi pesta demokrasi pemilihan Kuwu/Kepala desa, betapa hingar-bingar, penuh intrik politik, hampir tak ada bedanya dengan pemilihan bupati, gubernur, dan bahkan presiden.&lt;br /&gt;Antusiasme masyarakat begitu bersemangat penuh sukacita. Persoalan menjadi sangat memprihatinkan, ketika kita menyaksikan proses politik pemilihan kuwu sudah sering dijadikan sebagai arena money politic, yang pada gilirannya telah mendidik masyarakat menjadi semakin bodoh dan tertinggal, bahkan gelap mata.&lt;br /&gt;Akibatnya masyarakat tiada berdaya ketika dia harus menentukan pilihan hanya kepada calon yang lebih besar memberikan ‘uang’ untuk membeli suaranya. Tak jarang seorang calon kepala desa sampai harus mengeluarkan koceknya sampai ratusan juta bahkan ada yang milyar, dengan cara menjual sawah, dan apa saja untuk membeli jabatan atau kursi Kepala Desa. Dan tentu saja ujungnya adalah dalam rangka investasi yang gak jelas. Mending kalau jadi! Kalau tidak? Ya, habislah investasi tersebut, maka hilanglah beberapa bau (1 bau = ½ Ha) sawah nya!&lt;br /&gt;Kalaupun si calon kuwu menang dalam pertarungan memperebutkan kursi Kuwu, tentunya ini juga adalah sebuah musibah politik anak bangsa yang berakibat panjang terhadap kemajuan pembangunan masyarakat yang di pimpinnya. Sebab penulis yakin seyakin-yakinnya bahwa di balik minat melakukan investasi (baca: money politic) yang dilalakukan dengan berbagai cara, tentu saja begitu dia menduduki kursi jabatan itu, yang paling pertama kali dia pikirkan adalah bagaimana dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, dia bisa mengembalikan lebih dari investasi yang pernah dikeluarkan dengan berbagai cara juga yang dia lakukan.&lt;br /&gt;Hal ini persis terjadi di masyarakat kebanyakan, dan dari fenomena yang terjadi ini, telah menimbulkan perbagai persoalan menejerial pemerintahan di tingkat desa. Terlalu naïf dan banyak korban, sang pemimpin akhirnya menjadi beban masyarakat dan bahkan tidak sedikit yang diktator dan arogan, masyarakat pun menjadi semakin bodoh tentang arti demokrasi. Mereka menjadi apriori dengan tatanan pembangunan masyarakat desa yang sebenarnya, ternina bobo oleh kondisi yang selama ini terus berlanjut.&lt;br /&gt;Semua persoalan di atas, sebenarnya bermuara pada tanggung jawab para pemimpin yang ada di atas, di pundaknya bertengger tanggung jawab untuk memberikan pencerahan kehidupan politik yang ideal, yang sesuai dengan falsapah negara maupun nilai nilai agama, yang secara lengkap terurai begitu gamblang dan jelas, yang selalu mengharamkan yang namanya money politic. Pencerahan harus terus diupayakan. Regulasi tentang tatacara PILWU harus lebih dijelaskan, kalau bangsa ini memang mau maju.&lt;br /&gt;Akhirnya, penulis berani menyimpulkan bahwa selama proses pemilihan kuwu masih berlangsung dengan pelanggaran-pelanggaran aturan, di antaranya money politic, dan merusak tatanan demokrasi, serta keluar dari landasan agama, maka pada saat yang sama, kita tidak akan pernah mendapat kemajuan pembangunan yang maksimal di desa tersebut. Wallohu a’lam bissowab.&lt;br /&gt;Penulis adalah pengajar berdomisili di Desa Sanca Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu. Kontak person E-mail intan_peraga@yahoo.co.id. Phone : 081947280007.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-6189677492848555563?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/6189677492848555563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=6189677492848555563' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/6189677492848555563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/6189677492848555563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2012/01/dampak-money-politic-pada-pilwu-2011.html' title='Dampak Money Politic pada Pilwu 2011    Oleh Drs. H. Jajang S. Murod'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-6786448688403327312</id><published>2012-01-16T19:18:00.002-08:00</published><updated>2012-01-16T23:22:38.169-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Jembatan Penghubung Kecamatan Kandanghaur dan Kecamatan Bongas</title><content type='html'>Kecamatan Kandanghaur dan Kecamatan Bongas dipisahkan oleh sungai yaitu sungai Kali Prawan, Dihubungkan oleh sebuah jembatan yang hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda 2 dan pejalan kaki saja. Jembatan ini terletak di Blok Bojong Kulon Desa Drunten Wetan Kecamatan Kandanghaur, dan bersebrangan dengan Blok Tirta Mulya Desa Marga Mulya Kecamatan Bongas.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat menjumpai jembatan ini kurang lebih 6 Kilo meter dari Jalan Raya Pantura Kandanghaur. Masuk dari Jalan raya gang bongas desa Parean Girang Kandanghaur. Dengan dikanan kirinya kita bisa memandang areal pertambakan, dan juga lahan sawah yang luas membentang. Dan juga areal rumah penduduk yang mulai memadati perdesaan disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila jembatan ini dibangun dan fasilitas jalan yang dapat dilalui kendaraan roda empat, menurut saya perekonomian kedua kecamatan Kandanghaur dan Bongas akan maju pesat. Roda perekonomian akan berputar cepat. Ini merupakan PR yang harus segera dikerjakan oleh pemimpin wilayah dalam hal ini Bapak Camat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu kondisi jalan yang masih kurang bagus juga sangat menghambat perjalanan menuju perdesaan ini. Penerangan lampu jalan juga hanya terletak dibeberapa titik rumah yang secara swadaya saja memberikan penerangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ini direalisasi, bukan suatu yang mustahil pengusaha-pengusaha calon investor akan datang untuk membuat usaha disini. Perekonomian pendudukpun ada harapan untuk dapat meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-DBaf1MSEFdE/TxUYFp2YuqI/AAAAAAAABnI/_5INQ343pK0/s1600/jembatan%2Bsamakrombeng%2B%25283%2529.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-DBaf1MSEFdE/TxUYFp2YuqI/AAAAAAAABnI/_5INQ343pK0/s320/jembatan%2Bsamakrombeng%2B%25283%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698487388919610018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-E9YnUcDb19Y/TxUYFFbQ_lI/AAAAAAAABm4/dKjcy124kac/s1600/jembatan%2Bsamakrombeng%2B%25282%2529.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-E9YnUcDb19Y/TxUYFFbQ_lI/AAAAAAAABm4/dKjcy124kac/s320/jembatan%2Bsamakrombeng%2B%25282%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698487379142180434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-IFsSHNzeDbg/TxUYFDqW10I/AAAAAAAABmo/tsHxz0-hSyI/s1600/jembatan%2Bsamakrombeng%2B%25281%2529.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-IFsSHNzeDbg/TxUYFDqW10I/AAAAAAAABmo/tsHxz0-hSyI/s320/jembatan%2Bsamakrombeng%2B%25281%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698487378668607298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-3OJVUy2x3b4/TxUYE2R4OaI/AAAAAAAABmg/5--N8t0x52w/s1600/jembatan%2Bsamakrombeng.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3OJVUy2x3b4/TxUYE2R4OaI/AAAAAAAABmg/5--N8t0x52w/s320/jembatan%2Bsamakrombeng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698487375076276642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-WAJidmXCsM4/TxUYGd0PgWI/AAAAAAAABnQ/vw-1VWgrZFY/s1600/jembatan%2Bsamakrombeng%2B%25284%2529.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-WAJidmXCsM4/TxUYGd0PgWI/AAAAAAAABnQ/vw-1VWgrZFY/s320/jembatan%2Bsamakrombeng%2B%25284%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698487402869260642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-6786448688403327312?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/6786448688403327312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=6786448688403327312' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/6786448688403327312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/6786448688403327312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2012/01/jembatan-penghubung-kecamatan.html' title='Jembatan Penghubung Kecamatan Kandanghaur dan Kecamatan Bongas'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-DBaf1MSEFdE/TxUYFp2YuqI/AAAAAAAABnI/_5INQ343pK0/s72-c/jembatan%2Bsamakrombeng%2B%25283%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-5061953967849045991</id><published>2012-01-16T19:18:00.001-08:00</published><updated>2012-01-16T20:02:09.063-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><title type='text'>Air, manfaat atau musibah?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Ge_Y1sO_cbc/TxTyQz5bLII/AAAAAAAABmU/WGK58rp6LyY/s1600/MH%2B034%2BAbdul%2BRokman%2BAir%2Bmanfaat%2Batau%2Bmusibah111.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 114px; height: 155px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Ge_Y1sO_cbc/TxTyQz5bLII/AAAAAAAABmU/WGK58rp6LyY/s320/MH%2B034%2BAbdul%2BRokman%2BAir%2Bmanfaat%2Batau%2Bmusibah111.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698445799153413250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ENAM titik pengeboran air bersih untuk kebutuhan masyarakat Desa Bulak Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu sebagian telah rampung penggarapannya. Berkat kordinasi yang baik antara Pemerintah Desa Bulak, dalam hal ini Abdul Rokman selaku Kuwu yang masa kerjanya beberapa bulan lagi selesai. Beserta organisasi kemasyarakatan dan dukungan dari warga desa Bulak bersama-sama berkolaborasi membangun desa. Bantuan ini diberikan oleh pemerintah pusat melalui Dinas PU Cipta Karya, yang proses pengajuan yang memakan kurun waktu kurang lebih satu tahun lamanya. “Rasa syukur yang amat sangat bagi saya pribadi atas nama pemerintah desa, karena program pengeboran air bersih ini sebagian telah tuntas dikerjakan, sehingga masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya”, tandas Kuwu Abdul Rokman. Adapun tujuan yang tersirat dari program ini yaitu untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat desa Bulak. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-CVf3QzwYRwE/TxTyQlQQkMI/AAAAAAAABmI/xBtpqZ0N8TY/s1600/air%2Bbersih%2B%25281%2529.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-CVf3QzwYRwE/TxTyQlQQkMI/AAAAAAAABmI/xBtpqZ0N8TY/s320/air%2Bbersih%2B%25281%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698445795222655170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebanyak 6 titik pengeboran yang terbagi di beberapa blok yaitu blok Jongor I, Jongor II, Bloran I, Bloran II Kaligawe, dan blok Kalisong. Turut serta dukungan warga Bulak dibuktikan dengan kesediaanya lahan warga yang diberikan untuk tempat pengeboran air bersih. Pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan dan warga Bulak bersama-sama membantu suksesnya program pengeboran air bersih ini. Karena tanpa kerja sama yang dijalin, mustahil suatu program dapat berjalan dengan baik. “Saya salut dengan pak Kuwu, diakhir masa jabatannya masih tetap giat menjalankan program pemerintah, apalagi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat umum”, ujar Carsim salah seorang warga desa Bulak saat diminta komentarnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Banyak perkembangan diberbagai sektor yang telah tuntas dikerjakan oleh Abdul Rokman dimasa jabatannya, selain program air bersih. Ada beberapa program lain yaitu lahan persawahan yang selama kurun waktu 2 tahun tidak produktif dialih fungsikan menjadi lahan pertambakan. Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan, dan dapat menumbuhkan perekonomian desa. Infrastruktur jalan desa pun telah terlaksana, walaupun ada sebagian yang masih belum diaspal. Serta normalisasi saluran beberapa sungai yang sudah terlaksana, akan tetapi masih ada juga beberapa sungai yang belum dilakukan normalisasi.&lt;br /&gt;Pekerjaan yang sangat prioritas yang harus segera dilaksanakan yaitu mengenai penanggulangan abrasi pantai diblok Bendo Desa Bulak Kecamatan Kandanghaur yang sudah sangat kritis dan memprihatinkan. Pasalnya ketika gelombang pasang, air laut masuk ke areal pertanian. Hal ini mengakibatkan tanaman padi mati, karena tercampur oleh air laut.&lt;br /&gt;“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Bulak yang cukup besar jiwa kegotongroyongannya dalam penanggulangan abrasi pantai ini”, ucap Kuwu Abdul Rokman. Selama setahun sudah dua kali masyarakat secara swadaya menyewa beco, maupun bridge water dengan bahan batu kali dan pemasangan baro bambu walaupun belum begitu maksimal. Abdul Rokman selaku kuwu telah beberapa kali melayangkan permohonan namun belum terealisasi. “Saya harap segera direalisasi permohonan kami secara tertulis yang sudah dilayangkan kepada dinas terkait”, tandasnya.  “Semoga ini menjadi PR bagi pemerintahan desa Bulak periode berikutnya, dan dapat melanjutkan program-program kami yang masih belum sempurna”, tutur Abdul Rokman diakhir wawancara.(rofi)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-5061953967849045991?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/5061953967849045991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=5061953967849045991' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5061953967849045991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5061953967849045991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2012/01/air-manfaat-atau-musibah.html' title='Air, manfaat atau musibah?'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Ge_Y1sO_cbc/TxTyQz5bLII/AAAAAAAABmU/WGK58rp6LyY/s72-c/MH%2B034%2BAbdul%2BRokman%2BAir%2Bmanfaat%2Batau%2Bmusibah111.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-1555582910503971727</id><published>2012-01-16T19:18:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T19:23:29.376-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><title type='text'>Petani Indramayu Demo Tolak Penanaman Jabon dan Gamelina</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FlwxD7dYA_8/TxTpUHT8C0I/AAAAAAAABl8/u0iJdPVvQK8/s1600/Petani%2BDemo%2BTolak%2BPenanaman%2BJabon%2Bdan%2BGamelina.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FlwxD7dYA_8/TxTpUHT8C0I/AAAAAAAABl8/u0iJdPVvQK8/s320/Petani%2BDemo%2BTolak%2BPenanaman%2BJabon%2Bdan%2BGamelina.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698435960299850562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tropong.com, Indramayu&lt;/span&gt; – Dikarenakan kecewa dengan kebijakan yang dilakukan Perhutani, yang mengubah pola tanam dari kayu putih menjadi pohon Jabon dan Gamelina, ribuan petani dari Kecamatan Kroya dan wilayah lainnya disekitar hutan Indramayu melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor DPRD Kab.Indramayu dan Perum Perhutani KPH Indramayu. Selama 2 hari berturut turut dari tanggal 16-17 Januari 2012 mereka menggelar demonstasi. Massa yang tergabung dalam Komite Persiapan Serikat Tani Indramayu (KP-STI), KMDHI, Barisan Oposisi Rakyat (BOR), dan yang lainnya melakukan longmarch sembari meneriakkan yelyel dari Universitas Wiralodra menuju depan Kantor DPRD Indramayu. Di depan pintu gerbang DPRD yang mendapatkan penjagaan ketat dari pihak kepolisan, secara bergantian mereka kemudian melakukan orasi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu mereka melanjutkan aksinya ke kantor Perum Perhutani KPH Indramayu. Dalam orasinya, mereka mengaku kecewa dengan kebijakan Perhutani yang mengubah pola tanam dari kayu putih menjadi pohon Jabon dan Gamelina. Sebab, perubahan pola tanam ini mengancam kehidupan petani sekitar hutan dan keluarganya.&lt;br /&gt;Menurut mereka kebijakan ini sama sekali tidak berpihak kepada rakyat, bahkan cenderung memusuhi rakyat. Karena lebih dari 800 kepala keluarga yang selama ini menggantungkan hidup dari lahan tumpang sari Perhutani, akan kehilangan mata pencaharian. Hal ini tentu saja membuat masa depan petani dan anak-anaknya semakin tidak menentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut salah seorang pengunjuk rasa, penanaman Jabon dan Gamelina ini akan menghilangkan lahan pertanian dan perkebunan masyarakat petani tumpang sari. Sebab, kebijakan penanaman Jabon ini akan menghilangkan tanaman lain yang sudah menjadi mata pencaharian petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengunjuk rasa tersenut akhirnya ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Indramayu, Drs H Abdullah Thohir, beserta anggota DPRD seperti Dra Hj Nurhayati, Ahmad Nasiruzzaman, Ali Wardhana SE, Dalam SH KN, dan yang lainnya. Abdullah Thohir mengatakan, DPRD Indramayu menyambut baik kedatangan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena merasa tidak puas dengan jawaban dari Wakil Ketua DPRD, massa melanjutkan aksinya ke Kantor Perhutani KPH Indramayu di Jalan Gatot Subroto. Kemudian  mereka kembali melakukan orasi, bahkan memblokir jalan depan Kantor Perhutani. (&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;noors/berbagai sumber, foto:radar-crb&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-1555582910503971727?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/1555582910503971727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=1555582910503971727' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1555582910503971727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1555582910503971727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2012/01/petani-indramayu-demo-tolak-penanaman.html' title='Petani Indramayu Demo Tolak Penanaman Jabon dan Gamelina'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-FlwxD7dYA_8/TxTpUHT8C0I/AAAAAAAABl8/u0iJdPVvQK8/s72-c/Petani%2BDemo%2BTolak%2BPenanaman%2BJabon%2Bdan%2BGamelina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-4919408277181880588</id><published>2012-01-10T04:11:00.000-08:00</published><updated>2012-01-12T00:25:48.834-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Opini : TUNTUTAN KESEJAHTERAAN UNTUK KUWU DAN PERANGKAT DESA oleh Kobayashi Ritsu Gunawan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5HT3cLCQhx8/Tw6YXvzFRbI/AAAAAAAABls/0YDgedBBov8/s1600/Kobayashi%2BRitsu%2BGunawan.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 160px; height: 218px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-5HT3cLCQhx8/Tw6YXvzFRbI/AAAAAAAABls/0YDgedBBov8/s320/Kobayashi%2BRitsu%2BGunawan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696658112405390770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kesejahteraan merupakan hak dari setiap individu atau kelompok masyarakat. Definisi kesejahteraan dalam konsep dunia modern menurut Ichwan Mujahid Nusantara dalam tulisannya tentang  KONSEP Iman dan Kesejahteraan adalah, kondisi dimana seorang dapat memenuhi kebutuhan pokok, baik itu kebutuhan akan makanan, pakaian, tempat tinggal, air minum yang bersih serta kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan memiliki pekerjaan yang memadai yang dapat menunjang kualitas hidupnya sehingga memiliki status sosial yang mengantarkan pada status sosial yang sama terhadap sesama warga lainnya. Kalau menurut HAM, maka definisi kesejahteraan kurang lebih berbunyi bahwa setiap laki laki ataupun perempuan, pemuda dan anak kecil memiliki hak untuk hidup layak baik dari segi kesehatan, makanan, minuman, perumahan, dan jasa sosial, jika tidak maka hal tersebut telah melanggar HAM.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada Spicker (1995), Midgley, Tracy dan Livermore (2000), Thompson (2005), Suharto, (2005), dan Suharto (2006),pengertian kesejahteraan sedikitnya mengandung empat makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebagai kondisi sejahtera (well-being). Pengertian ini biasanya menunjuk pada istilah kesejahteraan sosial (social welfare) sebagai kondisi terpenuhinya kebutuhan material dan non-material. Midgley, et al (2000: xi) mendefinisikan kesejahteraan sosial sebagai “…a condition or state of human well-being.”Kondisi sejahtera terjadi manakala kehidupan manusia aman dan bahagia karena kebutuhan dasar akan gizi, kesehatan, pendidikan, tempat tinggal, dan pendapatan dapat dipenuhi; serta manakala manusia memperoleh perlindungan dari resiko-resiko utama yang mengancam kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sebagai pelayanan sosial. Di Inggris, Australia dan Selandia Baru, pelayanan sosial umumnya mencakup lima bentuk, yakni jaminan sosial (social security),pelayanan kesehatan, pendidikan, perumahan dan pelayanan sosial personal(personal social services).Edi Suharto/Welfare State/2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebagai tunjangan sosial yang,khususnya di Amerika Serikat(AS), diberikan kepada orang miskin. Karena sebagian besar penerima welfare adalah orang-orang miskin, cacat, pengangguran, keadaan ini kemudian menimbulkan konotasi negative pada istilah kesejahteraan, seperti kemiskinan, kemalasan,ketergantungan, yang sebenarnya lebih tepat disebut“social illfare” ketimbang “socialwelfare”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.4. Sebagai proses atau usaha terencana yang dilakukan oleh perorangan,lembaga-lembaga sosial, masyarakat maupun badan-badan pemerintah untuk meningkatkan kualitas kehidupan (pengertian pertama) melalui pemberian pelayanan sosial (pengertian ke dua) dan tunjangan sosial (pengertian ketiga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk tema tulisan ini, saya ingin mengkontekskan dengan realita di Indramayu, bahwa kemarin asosiasi kuwu  dan perangkat desa dalam aksinya menuntut hak mereka kepada DPR RI dalam pemenuhan kesejahteraannya (radar Indramayu senin 8 November 2010). Menurut mereka, tuntutan ini harus di akomodir dalam sebuah Undang-undang tentang desa. Hal ini dikarenakan sudah ada piagam kesepakatan yang ditandatangani bersama antara Dewan Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara yang merupakan wadah/organisasi kuwu perangkat Desa seluruh nusantara dengan pimpinan DPR RI yang ditandatangani oleh wakil ketuanya Priyo Budi Santoso. Ada 10 point yang menjadi tuntutan mereka yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      RUU tentang Desa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Membentuk Pansus Tentang Desa untuk dibahas dengan Komisi II DPR RI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Dana Alokasi Desa (ADD) minimal 10 % dari APBN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Jabatan Kuwu dari 6 Tahun menjadi 8 atau 10 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Masa Jabatan Kuwu tidak dibatasi hanya 2 Periode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      Biaya PILWU ditanggung 100% dari APBD Kabupaten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.      Batas maksimum umur jabatan kuwu dan perangkat Desa antara 60 samapai dengan 65 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.      Ada penetapan dana purna bhakti kuwu dan perangkat desa apabila purna tugas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.      Adanya asuransi kesehatan dan kematian bagi kuwu, perangkat desa beserta keluarganya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Perlunya pembentukan kementrian khusus pedesaan atau nama lainya yg berkaitan langsung dengan desa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa point tuntutan kuwu dan perangkat desa yang menurut saya kalau ini dituangkan menjadi undang-undang akan berdampak pada terciptanya rezim tirani ditingkat Desa. Contohnya tidak adanya batasan bagi seseorang untuk menduduki posisi jabatan kuwu di desanya.(point 5). Selama dia masih mampu “ menjadi Kuwu”, maka dia bebas untuk mencalonkan dirinya kembali. Berarti hilangnya orde kepimpinan Suharto (ORBA), kini muncul kembali sebuah system yang serupa.  Hal ini dikuatkan dengan masa jabatan kuwu dari 6 tahun menjadi 10 tahun, dan batas maksimal umur bagi sesorang yang menjabat sebagai kuwu yaitu 60 sampai dengan 65 tahun.. Secara logika (mohon maaf) ketika usia seseorang sudah pada fase 60 tahun keatas maka secara fisik dan mobilitas akan sangat jauh dari hasil maksimal dalam memimpin desa.  . Tidak hanya itu, hal ini akan memangkas potensi generasi muda desa yang mempunyai pemikiran yg kreativ dan inovatif dalam membangun desanya. Karena tidak mungkin, ketika seseorang sudah memegang kekuasaanya tanpa dibatasi, maka dia  tidak akan membuat suatu system untuk melanggengkan kekuasaanya. Maka dari waktu ke waktu hanya dia (kuwu dan kroni-kroninya) yang akan memimpin dan menikmati kue kekuasan. Saya lebih sepakat bahwa batas usia maksimal seseorang untuk mejabat sebagai kuwu adalah 40 sampai 45 tahun. Dari kesepuluh tuntutan itu kebanyakan hanya memuat kepentingan individu kuwu dan perangkat desa saja. Kepentingan masyarakat desa secara keseluruhan hanya tercover dalam point 3, namun masih rentan dengan praktek korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat definisi kesejahteraan diatas di sandingkan dengan tuntutan kuwu dan perangkat desa sangat kontradiksi sekali. Kita bisa lihat dalam realita di masyarakat, bahwa kesejahteraan seorang kuwu dan perangkat desa jauh lebih baik ketimbang masyarakatnya. Dimana seseorang yang menjabat menjadi seorang kuwu (kepala Desa) secara ekonomi dan status sosialnya lebih tinggi dari pada masyarakat desa pada umumnya. Alih-alih tuntutan ini diusung untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat namun (mohon maaf) hanya untuk memperkaya dirinya sendiri. Akan lebih baik jikalau kuwu, sebagai pemimpin di miniature pemerintahan  negri ini, berfikir bagaimana mendahulukan kesejahteraan rakyat dan desanya, daripada memikirkan kesejahteraan dirinya. Karena pemimpin yang baik adalah pemimipin yang tahu bagaimana kondisi rakyatnya, dan mau berkorban untuk melayani dan mendedikasikan kinerjanya hanya untuk rakyat semata tanpa pernah pamrih apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sebagai sebuah Negara akan maju dan sejahtera, jika ditopang oleh desa yang kuat dan sehat, baik secara infrastruktur maupun masyarakatnya. Desa yang kuat dan sehat tentunya Makmur dalam segala hal, namun itu tidak hadir begitu saja, melainkan karena pemimpin di Desa yang memanifestasikan semua potensi desanya untuk tercapainya sebuah tujuan “Tata Titi Tentrem Karta Rahardja, Gema Ripah Loh Jinawe. Semoga.&lt;br /&gt;(Menuju Gerbang Desa yang Merdesa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wiralodra Indramayu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-4919408277181880588?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/4919408277181880588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=4919408277181880588' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/4919408277181880588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/4919408277181880588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2012/01/opini-tuntutan-kesejahteraan-untuk-kuwu.html' title='Opini : TUNTUTAN KESEJAHTERAAN UNTUK KUWU DAN PERANGKAT DESA oleh Kobayashi Ritsu Gunawan'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5HT3cLCQhx8/Tw6YXvzFRbI/AAAAAAAABls/0YDgedBBov8/s72-c/Kobayashi%2BRitsu%2BGunawan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-8342198278315522041</id><published>2012-01-09T22:53:00.000-08:00</published><updated>2012-01-09T23:41:20.155-08:00</updated><title type='text'>KAMPOENG SENI PAI DAN SEJARAHNYA</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;SEKELUMIT SEJARAH KAMPOENG SENI&lt;br /&gt;Oleh : Nurochman Sudibyo YS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran akan keindahan dan kepariwisataan bisa tumbuh dan berkembang tidak dengan sengaja. Rasa kepedulian seperti ini memang bisa muncul oleh siapa saja bahkan dari kelompok umur apa saja. Buktinya keinginan pelukis WD Widodo (54) warga asli Kelurahan Kraton Kota Tegal ini Berhasil mewujudkan cita-citanya yang dirintis sekitar akhir tahun 2009. Dengan niat memiliki studio lukis yang bisa sekaligus menjadi galery karya-karyanya hingga terwujud sebuah permpungan Seni di PAI. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Dodo --demikian akrab ia dipanggil, selain menjadi Ketua Komite Seni Rupa di Lembaga Dewan Kesenian Kota Tegal (DKT), juga pemilik Galeri Wiet yang sudah dikenal di Tegl. Dodo meminta salah satu tempat untuk studio dan galerinya pada Kadis Dishubparsenbud H.Sumito Sip di tahun 2008. Permohonan Dodo dikabulban namun dikarenakan tidak ada modal dodo menunda rencana menbangun galerinya. Baru di akhir tahun 2009 ia kembali meminta izin pada Kepala Dinas PORAPARBUD Ir. H. MOH. Wahyudi. Didampigi Kawan sohibnya Wawan Hudiyanto wartawan Suara Merdeka, Fadil dan Isya Abwika, berhasil meyakinkan Kadis Poraparbud Ir.H. Moh. Wahyudi untuk mendirikan studio dan galery di bekas ruang pamer perindustrian yang ada di pintu masuk lama PAI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WD Widodo pun kemudian diberi sebuah bangunan mirip ruko yang pernah dipakai menjadi ruang pamer perindustrian sewaktu pintu masuk ke Pantai Alam Indah masih di pintu lama samping selatan gerbang utama sekarang. Kios berukuran 6 x 4 meter itu kemudian dibenahi dan ditata oleh Dodo bersama kawan seperjuanganya Fadel M. yang juga pelukis. Dengan modal pribadi hasil penjualan lukisan pada pendukung gagasannya H. Sisdiono Ahmad. Selanjutnya Dodo dan Fadil, berdua melakukan proses berkaya dan memperkenalkan studio terbarunya kepada teman-teman perupa di Tegal dan sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas saran dan dukungan Aiptu Bambang Suwidagdo KanitPam Pariwisata Polres Tegal Kota. Ia menyarankan Gagasan Widodo menjadi Kelompok Sadar Wisata Kampoeng Seni yang dapat mendukung program pembangunan kebudayaan dan pariwisata di Kota Tegal yang salah satunya memberikan daya tarik pariwisata berupa pameran lukisan, pahatan, kriya dan batik khas Tegal serta pementasan budaya khususnya yanng bercirikan tradisi Tegal.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Kepiawaian Dodo dalam menata sanggarnya membuat banyak teman perupa di Tegal tertarik untuk mengikuti geraknya dalam berproses. Tak pelak berkat pergaulan dan kekeluargaan yang dibangun beberapa pelukis luar daerah pun berhasil direkrut untuk tinggal dan berkarya bersama di studionya. Jadilah sanggar yang dikelola WD Widodo ini dalam waktu tidaklah lama berubah menjadi sekaligus galeri yang juga mampu memasarkan karya-karya pelukisnya.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa bulan berproses, pertengahan tahun 2010 Dodo menggagas terbentuknya Kampoeng Seni. Ide ini muncul mengingat karya-karya yang dilahirkan semakin lama semikin bertambah banyak.Apalagi selama ia berproses bersama teman-teman membuat beberapa lukisan tidak mungkin lagi dipasang. di bangunan lama yang hanya mirip gudang bertralis rusak. Gagasan membangun Kampoeng Seni inipun kemudian disampaikan kembali pada Kepala Dinas Poraparbud Ir. H. Moh. Wahyudi. Dengan pertimbangan memanfaatkan area kosong dan luas yang masih terhampar di bekas Taman Lalu Lintas PAI yang saat itu merupakan padang ilalang dan mirip hutan belukar yang tak terjamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide Gila&lt;br /&gt;Gagasan Dodo membangun Kampoeng Seni di PAI tentu saja dianggap gila, dan tidak waras. Bangaimana mungkin OW. PAI yang tengah mengalami kemunduran dan penurunan pengunjung bahkan bisa disebut mengalami kerugian di sektor pengelolaan, eh malah mau ditambah lagi dengan membagun sebuah kampung yang bisa menampung masyarakat kesenian si kota Tegal. Namun bukan Dodo jika harus mundur dari niatan besarnya itu. Ia tidak perduli disebut gila. Buktinya dengan semangat dan dedikasinya meyakinkan banyak orang, ia pun berhasil meniti terwujudnya keinginan tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keinginan Widodo dan kawan-kawan Perupa di Sanggar Seni PAI pun kemudian terwujud. Ir. Wahyudi mengajukan syarat hanya boleh membangun satu dua rumah bambu yang representatif. Selain itu bangunannya menampilkan arsitektur keindahan dengan tujuan memberi kemenarikan tersendiri pada potensi Obyek Wisata Pantai Alam Indah (PAI).  Adapun wilayah lain yang ada di belakangnya menurut Ir. Wahyudi direncanakan untuk dijadikan khasanah Lomba Burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pucuk dicinta ulam pun tiba, Keinginan Dodo yang memperoleh dukungan Kadis Poraparbud itu kemudian dirembug bersama-sama kawan senasib. Entah memperoleh dana dari mana, Dodo dan kawan-kawan dalam waktu tak lama berhasil membangun sebuah galery dari bambu dan ruang studio yang beratap welad sebagaimana gubug bambu hias di sarana wisata di berbagai daerah. Selanjutnya Dodo pun memperoleh sambutan kawan-kawannya yang juga tertarik untuk membangun gubug-gubug seni di sepanjang deretan galerinya. Akibat perkembangan yang tak disangka-sangka tersebut, Dodo kemudian meminta dukungan Dewan Kesenian Tegal untuk mendeklarasikan berdirinya Kampoeng Seni di PAI. Adapun tujuannya mengembangkan potensi yang telah dirintisnya hingga tidak hanya menjadi lahan kreasi seni lukis, tetapi juga   bermacam kegiatan seni yang dapat menunjang kepariwisataan di PAI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk keterlibatan dan kepedulian Dewan Kesenian Kota Tegal untuk mewujudkan rencana Dodo melauncing Kampoeng Seni adalah menyalurkan dana seni rupa dan bantuan dana dari DKT sebesar Rp 2 juta untuk merenovasi Atap goebug Bambu dan pemlesteran lantai Galeri. Bantuan berbentuk barang kebutuhan tersebut tentu saja sangat berarti bagi keinginan dan gagasan dodo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi gagasan brilian WD Widodo ini disambut baik oleh Kadis Poraparbud Ir. H. Moh. Wahyudi. Acara Lounching Kampoeng Seni pun berhasil diselenggarakan meski dengan sederhana namun berlangsung meriah dan mendapat dukungan berbagai seniman Kota Tegal. Bahkan Wali kota Tegal H. Ikmal Jaya SE, AK pun tertarik untuk hadir didampingi istri tercintanya Rosalina Ikmal. Bahkan beberapa unsur DPRD Kota Tegal dan muspida ikut hadir di malam pembukaan tersebut. Dodo pun tidak cuma bermaksud menujukkan dukungan dari para seniman Tegal saja. DI malam pembukaan itu ia juga menghadirkan kelompok seni qosidah dari ibu-ibu pengajian yang ada di daerah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas keberhasilan itu iabarat sebuah magnet, Pelukis Dodo terus dipacu semangatnya oleh berbagai macam potensi warga Tegal yang berkeinginan menyelenggarakan even dan kegiatan di Kampoeng Seni. Pelatih tari Wahyu Boled pun bisa dicatat sebagai orang yang berjasa ikut meramaikan kegiatan pelatihan tari di kampung seni. Ia memanfaatkan ruang galeri atau ruang pamer yang luas untuk dijadikan latar pelatihan tari. Dan usahanya tidak sia-sia ia berhasil membidik dan menciptakan bibit penari kreasi di Tegal yang kemudian berkembang sendiri-sendiri dan kini semakin sering pentas di berbagai even di Kampoeng Seni. Sebut saja nama Jesika, Apri, Dena, Dini dkk. Bahkan kesenian Tongprek pun muncul dari gagasan DKT mensejajarkan diri dengan Group Balo-balo khas Tegal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari potensi Kampoeng Seni yang berhasil dibangun Pelukis Dodo, selanjutnya melahirkan even yang menarik minat beberapa sponsor untuk mendukung gagasan meramaikan OW. PAI. Sebut saja Pesta Budaya PAI dan Malam Wisata Seni serta yang terakhir Malam Tahun Baru di Kampoeng Seni 2011. Dari beberapa kegiatan yang secara periodik menunjukkan kemajuan signifikan tersebut, oleh Widodo dibantu kawan-kawan pendukungnya seperti Ir. Wahyudi, Neno Heru Suwasono, Kanit Pariwisata PAI, Aiptu Bambang Suwidagdo, Agus Jembrong, Edi Kroto, Fauji Sungkar, Dyah Setyawati, Dwi Eri Santoso, Habib Muh, Mustofa Sungkar, Dirman, Roni, Yanto, Vera, Andi, Dika, Bontot Sukandar, Jutet dan Pelukis Isa dibantu oleh para pelukis Tegal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan selanjutnya Widodo pun memperoleh dukungan dari Endang  Supriyani pengrajin Kriya khas Tegal, dan beberapa pelukis luar kota yang datang dan pergi mewarnai gairah berkesenian di Kampoeng Seni. Tak pelak Kampoeng Seni pun memperoleh dukungan besar para pemberi semangat kepada Pelukis Widodo seperti hanya dari Pelukis Wowok Legowo, Budayawan Eko Tunas dan Erwin Hercahyo intertain muda yang kodang di Tegal. Selanjutnya Kampoeng Seni pun berhasil menarik  kedatangan Dalang Wayang Suket Slamet Gundono, Pengarang Muda Kirana Kejora dari Jakarta, Seniman ekonom Umang Belik dan beberapa seniman Indonesia lainnya yang singgah dan mampir di Tegal, baik dari Surabaya, Yogya, Semarang dan Bandung. Bahkan berbagai Tokoh akademisi di Universitas Pancasila Sakti Tegal yang dikomandoi Dosen muda Drs. Yana seringkali melakukan pengenalan kegiatan seni dan menggiring teman-teman mahasiswa untuk mengoleksi karya kria khas Tegal dan karya seni lukis produksi perupa Tegal,   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampoeng Seni PAI Tegal pun kemudian semakin sering menjadi oyek gambar oleh para pengunjung wisata dan kerap kali jadi lokasi pembuatan film oleh kalangan sineas lokal dan nasional. Tak pelak sentuhan kamera Sutradara muda Wisnu Legowo Daryono Putra, Andi, Andika, dan Pakar Artistik Agus Kusnendi alias Agus Suling pun ikut serta menorehkan keterlibatannya membangun secara sukarela di Kampoeng seni termasuk juga Dari unsur sastra dan pedalangan kontemporer oleh Ki Tapa Kelana bersama pasangannya, dan kini Kampoeng Seni pun bertambah ramai karena Widodo berhasil mengajak sahabatnya pengusaha Seni Lukis untuk hijrah membangun bisnis di PAI berupa Pasar Seni Pantai Alam Indah yang sudah tiga bulan ini menjadi usaha yang memperoleh perhatian penuh dari masyarakat Tegal dan sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenarikan Pasar Seni yang dibangun Yamin asal Purwokerto campuran Surabaya ini kian bertambah semangat karena ia berhasil membangun usahanya dengan dukungan kawan lamanya Pelukis Handoyo yang dikenal sebagai Pelukis Religi untuk kalangan Nasrani dan Mustofa Sungkar yang mulai tertarik berbisnis Seni rupa di Tegal dan Indonesia. Selain karena harganya yang murah dan terjangkau kocek masyarakat Tegal Pasar seni di Kampoeng Seni PAI juga menyajikan berbagai karya lukis siap tampil menghiasi ruang dan rumah terbilang sangat murah meriah. Perkembangan meningkatnya daya beli seni rupa di Tegal pun ditunjukkan setelah Kampoeng Seni di PAI menunjukkan kegiatan pameran sepanjang tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampoeng seni sejak awal tahun 2012 ini telah mempercantik diri dengan upaya mengembangkan potensi seni di berbagai bidang. Utamanaya telah menyediakan sarana apresiasi untuk pemutaran film, warung apresiasi, menyewakan tempat  untuk perkemahan seni, kegiatan ulang  tahun dan pesta kebun serta pesta-pesta lain yang berkaitan dengan alam dan lingkungan. Untuk terwujudnya pengembangan ini tangan-tangan kreatif Agus Kusnendi, Fadel, Roni Gar, Yamin dan orang yang ikut mensuportnya seperrti Fauji Sungkar, Ahmad Farihi, dan Riyanto.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ini tentu saja semakin mempererat hubungan pertemanan dan persaudaraan yang ada di masyarakat seni Kota Tegal. Terbukti nama-nama seperti Yono Daryono, M. Entieh Mudakir, Nurhidayat Poso, Rofii Dimyati, Sisdiono Ahmad, Musisi Bintoro, Adi Suriali, Zaenal Mutaqin, Lebe Penyair, pelukis Masruri, Lanang Setiawan, H. Tambari Gustam, Slamet Bramanti, Slamet Ambari, Lukman, kawan muda Lincak Perkusi dan Oase Band serta group-grop band anak muda Tegal yang berhasil dihimpun oleh Teuku Syahdan dan kawan-kawan penyandang Sinok Sitong 2010 hadir sebagai penyemangat dan ikut serta mengusung keberadaan PAI melahirkan even-even segar untuk semua kalangan guna menyambut Visit Jawa Tengah 2013 dan Tegal Kota Wisata 2014. ***&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-8342198278315522041?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/8342198278315522041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=8342198278315522041' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/8342198278315522041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/8342198278315522041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2012/01/kampoeng-seni-pai-dan-sejarahnya.html' title='KAMPOENG SENI PAI DAN SEJARAHNYA'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-2480982405066017942</id><published>2012-01-08T04:11:00.000-08:00</published><updated>2012-01-10T04:44:32.621-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><title type='text'>Golkar Jabat Kapolres Indramayu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Indramayu&lt;/span&gt; [TROPONG.com] &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AKBP Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, SIK.,S.H.,M.H.&lt;/span&gt; resmi dilantik menjadi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kapolres Indramayu.&lt;/span&gt; Beliau sebelumnya menjabat sebagai Pamen Bareskrim Polri. Saat dilantik Jumat 6 Januari 2012, Golkar menggantikan AKBP Rudi Setiawan yang akan menjabat sebagai Wadir Reskrimsus Polda Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di Sasana Riung Mungpulung Mapolda Jabar, Jalan Soekarno – Hatta 748, Bandung acara serah terima ini juga dihadiri oleh Waka Polda Jabar Brigjen Pol Hengkie Kaluara, Irwasda Polda Jabar, para pejabat utama Polda Jabar dan para Kapolres jajaran Polda Jabar. (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;noors&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-2480982405066017942?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/2480982405066017942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=2480982405066017942' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/2480982405066017942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/2480982405066017942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2012/01/golkar-jabat-kapolres-indramayu.html' title='Golkar Jabat Kapolres Indramayu'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-5823591488767272250</id><published>2011-12-29T06:40:00.007-08:00</published><updated>2012-01-08T08:35:19.702-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabar Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Pantura'/><title type='text'>BANJIR RENDAM SAWAH PETANI KANDANGHAUR INDRAMAYU</title><content type='html'>BANJIR DI WILAYAH INDRAMAYU KECAMATAN KANDANGHAUR DESA ILIR SUMBER MAS.&lt;br /&gt;SAWAH TERENDAM, BENIH PADI YANG TELAH DITANAM TERANDAM AIR. BAGAIMANAKAH NASIB PETANI, DAN PETANI TAMBAK.&lt;iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/VrvjZd0qklo" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-5823591488767272250?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/5823591488767272250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=5823591488767272250' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5823591488767272250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5823591488767272250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/banjir-rendam-sawah-petani-kandanghaur.html' title='BANJIR RENDAM SAWAH PETANI KANDANGHAUR INDRAMAYU'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/VrvjZd0qklo/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-4361746440612508427</id><published>2011-12-29T06:40:00.006-08:00</published><updated>2012-01-02T09:46:29.649-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Video'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota tegal'/><title type='text'>SENIMAN KOTA TEGAL DEMO SEKDA 20 Oktober 2011</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/m2Yzd7GXFpc" allowfullscreen="" width="420" frameborder="0" height="315"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-4361746440612508427?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/4361746440612508427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=4361746440612508427' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/4361746440612508427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/4361746440612508427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/seniman-kota-tegal-demo-sekda-20.html' title='SENIMAN KOTA TEGAL DEMO SEKDA 20 Oktober 2011'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/m2Yzd7GXFpc/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-817674554348646214</id><published>2011-12-29T06:40:00.005-08:00</published><updated>2012-01-02T08:25:11.925-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='VIDEO BUDAYA'/><title type='text'>TARI TOPENG DERMAYON</title><content type='html'>&lt;iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/4eEE6DYhLVk" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-817674554348646214?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/817674554348646214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=817674554348646214' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/817674554348646214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/817674554348646214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/tari-topeng-dermayon.html' title='TARI TOPENG DERMAYON'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/4eEE6DYhLVk/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-6508353014364864593</id><published>2011-12-29T06:40:00.004-08:00</published><updated>2012-01-02T08:24:31.867-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='VIDEO BUDAYA'/><title type='text'>TARI TOPENG CIREBON</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/x11NIUYQmCg" allowfullscreen="" width="420" frameborder="0" height="315"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/_eLxTOzqyCM" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-6508353014364864593?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/6508353014364864593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=6508353014364864593' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/6508353014364864593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/6508353014364864593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/tari-topeng-cirebon.html' title='TARI TOPENG CIREBON'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/x11NIUYQmCg/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-4403477728114568138</id><published>2011-12-29T06:40:00.003-08:00</published><updated>2012-01-02T07:28:06.556-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota tegal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Tegal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional--Kota Tegal'/><title type='text'>WARGA BUMI JAWA BUNUH DIRI DI ANJUNGAN PAI</title><content type='html'>Kota Tegal,Tropong. com-- Diduga karena kecewa yag amat dalam, Jumatin binti Suwarno (18) warga Ranjuk Rt. 01 Rw. 01 Bumijawa bunuh diri degan cara menceburkan diri ke laut OW Pantai Alam Indah PAI.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejaddian diperkirakan antara pukul 18.15 WIB. Pihak keamanan OW PAI langsung turun tangan. Pencarian pun dilakukan. Sayangnya karena ombak yang besar dan waktu yang sudah larut malam dan dimungkinkan membahayakan tiem pencari, malam itu diputuskan pencarian akan dilakukan lagi esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dijelaskan oleh Kanit Wisata AIPTU Bambang. didampingi AKP Jono dan Aiptu Sukari yang baru saja memimpin tiem pencarian korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagaimana dijelaskan oleh Aiptu Bambang pihaknya memperoleh laporan dari seorang pria yang mengaku temannya Jumatin. Tofik yang sama-sama asal Bumijawa dan bekerja sebagai pembantu rumahtangga di kota Tegal.&lt;br /&gt;Dari keterangan Tofik, Jumatin melalui telefon genggamnya menjelaskan kalau dirinya hendak bunuh diri saja karena persoalan hidupnya yang kian menghimpit hati dan perasaannya. namun tafik mengatakan Jumatin tidak mau menjelaskan apa masalahnya sehingga ia mau bunuh diri.&lt;br /&gt;mendengar temannya berniat konyol Tofik magsung menuju PAI. Sayang sampai di anjungan yang dikatakan Jumatin, Tofik hanya melihat kepala Jumatin yang masih kelihatan di tengah laut sembari melambaikan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon Tofik juga melihat tubuh Jumatin diseret ikan-ikan besar menuju ke tengah. Tapi ia tidak menjelaskan iakan apa dan seperti apa besarnya, karna ia keburu lemas dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pos POLAIR yang dengat dengan kejadian. (NOORS) .&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-4403477728114568138?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/4403477728114568138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=4403477728114568138' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/4403477728114568138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/4403477728114568138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/warga-bumi-jawa-bunuh-diri-di-anjungan.html' title='WARGA BUMI JAWA BUNUH DIRI DI ANJUNGAN PAI'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-6359921865077095771</id><published>2011-12-29T06:40:00.002-08:00</published><updated>2012-01-02T07:27:15.276-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tegal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota tegal'/><title type='text'>Sekilas Warta : Mayat Jamatin ditemukan di sekitar PAI</title><content type='html'>Tropong.com-- Mayat Jamatin (18) warga Bumijawa Kabupaten Tegal malam ini diketahui telah ditemukan masih disekitar Obyek Wisata Pantai Alam Indah Kota Tegal.&lt;span class="fullpost"&gt; Tubuhnya kaku setelah diombag ambing ombak setinggi satu meter di perairan PAI. Warga Blok Timur yang sehari-hari berdagang dengan membuka warung pukul 10.00 WIB ini melaporkan pada pihak keamanan PAI mereka telah menemukan jenajah seorang wanita yang diduga Jumatin yang sore lepas magrib tadi ditenggarai melakukan bunuh diri akibat putus asa.(NOORS)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-6359921865077095771?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/6359921865077095771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=6359921865077095771' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/6359921865077095771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/6359921865077095771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/sekilas-warta-mayat-jamatin-ditemukan.html' title='Sekilas Warta : Mayat Jamatin ditemukan di sekitar PAI'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-8149933854377601541</id><published>2011-12-29T06:40:00.001-08:00</published><updated>2012-01-02T05:28:50.468-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Pantura'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Indramayu'/><title type='text'>Tentang Negeri Karam Dalam Metafor Gurit "Dermayon" Oleh : UCHa M. Sarna</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-pzsLuG8Ngw4/TwGwoQb0CxI/AAAAAAAABlI/vMkZvhLX1X4/s1600/ucha.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 154px; height: 161px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-pzsLuG8Ngw4/TwGwoQb0CxI/AAAAAAAABlI/vMkZvhLX1X4/s320/ucha.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693025609625897746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Krana tibaneng pangucap manungsa kang den umbar/ Ngaluwihi kuasane gusti/ Saiki kadeleng ning mata sekabeh jagat pada robah/ Menika angrupa tanda-tanda ning jaman/ Bonggan sira ora jaga sakubenge alam/ Kedadiane bumi sewaktune ndeleng tetanduran senajana ana udan/ Ora ketulungan/ Ombak gede ning lautan gawe ngeri para nelayan/ Pesisir laut kepincut tambah sue tambah ciut/ ../ wong nandur bako laka sing dadi/ Malah mati kesiram bocoran lenga/ ... Puniki pratanda ning jaman/ Ilange godong pace, mampete saluran birokrasi, tugele jalinan silaturahmi/ Sing ana mung saling prediksi, korupsi wis dadi tradisi/ Kita wong cilik mung bisa nyakseni wong pada mangan daging sedulure dewek/ Iku kula kabeh pun samya nemoni, Negari puniki klelep/ Negarine kerem. Negari kelem, Negari banjir banyu mata.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara dan media yang digunakan seniman, baik secara individu maupun kelompok, dalam mengekspresikan rasa keprihatinannya terhadap kerusakan lingkungan, tidak terkecuali Nurochman Sudibyo YS. Sebagai seorang penyair, tentunya bahasa (sastra) dijadikan sebagai mediumnya-dalam hal ini geguritan atau maca susastra Jawa (Dermayu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terkandung dalam gurit, karya sekaligus dibacakan secara tunggal oleh Sudibyo dalam kemasan seni pertunjukan pada 24 Januari 2009 di Gedung Panti Budaya Indramayu, menyinggung persoalan kesadaran ekologis yang telah terkikis, bahkan cenderung mendekati mati, serta anomali perilaku yang menyurutkan nilai-nilai kemanusiaan sesungguhnya. Dalam arti manusia yang semestinya memiliki kesadaran lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang didengung-dengungkan selama ini tentang penanganan untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan hanyalah sebatas kenarsisan seremoni dalam mencuri perhatian publik. Hal itu menjadi stereotipe jika dilakukan terus-menerus tanpa didasari dengan kesadaran ekologis bahwa kualitas lingkungan sangat memengaruhi kualitas kehidupan. Bahwa alam beserta isinya adalah sumber dari kehidupan secara mutlak. Bahwa mengeksploitasi (lawan dari memanfaatkan) sumber daya alam, terutama sumber yang tak dapat diperbarui, secara berlebihan akan berakibat fatal, terutama bagi generasi selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran ekologis menjunjung tinggi kesadaran timbal balik antara manusia dan lingkungannya, hingga menciptakan suatu keselarasan dan keseimbangan lingkungan sebagai tempat kehidupan. Maka, apa yang akan terjadi bila kesadaran ekologis terkikis. Bukan mustahil kerusakan lingkungan (alam) semakin hari semakin memiliki kekuatan mengancam. Negeri bencana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini adalah sebuah negeri bencana. Negeri yang manusianya tak lagi ramah. Dablek. Pencemaran lingkungan akibat limbah industri kerap ditemui di mana-mana. Hutan-hutan gundul dan kebakaran terjadi di mana-mana. Aliran sungai terputus akibat gundukan sampah. Erosi melanda di setiap jengkal pesisir. Banjir, kekeringan, dan lain-lain rasa-rasanya telah menjadi ikon tata nilai kehidupan di negeri ini.&lt;br /&gt;Murca. Persoalan demi persoalan yang berkaitan dengan lingkungan, yang puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang mengingatkan dampak terburuk dari semuanya, belumlah dapat diimbangi dengan tindakan yang semestinya dan menyeluruh oleh manusia sebagai penghuni. Apa yang kita lakukan baru sebatas glendengan cengkres (bualan semata-mata), imbas dari gaya yang serba snobisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sudah sampai pada tingkat kesulitan untuk menangani lingkungan yang kadung rusak. Namun, bukan sesuatu yang terlambat untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan agar tidak bertambah parah. Hal itu menjadi tanggung jawab siapa? Tentunya tanggung jawab kita bersama. Yang akan kita lakukan adalah bagaimana berbuat, yaitu dengan memulainya dari hal-hal terkecil untuk berperan melestarikan lingkungan tempat kita menjalankan interaksi sosial sehari-hari. Namun, apakah salah jika kita pada akhirnya apriori terhadap perilaku kesadaran ekologis yang nyaris tidak dimiliki lagi oleh kita akibat kebiasaan buruk yang membudaya. Mengedepankan kepentingan pribadi yang sifatnya sesaat adalah prioritas ketimbang kepentingan publik, bahkan kepentingan generasi berikutnya, anak-cucu kita. Jika sudah demikian, niscaya negeri ini akan kehilangan nikmatnya udara-air-tanah beserta ekosistemnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini akan karam, tenggelam, akibat ulah kita sendiri, sebagaimana beberapa gurit (dari 25 judul gurit) yang dibacakan secara mengentak-entak, mendayu-dayu, dan sesekali diselingi tembang macapatan yang seolah-olah keprihatinan seorang Dibyo ada di dalamnya. Negeri sampah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen sastra yang diselenggarakan Medium Sastra Indonesia dan Dewan Kesenian Indramayu itu ditajamkan pula dengan beberapa pendukung pertunjukan yang masuk dalam satu kesatuan tema, seperti halnya tari kolosal hasil kreasi Sanggar Puser Langit Cirebon pimpinan Ponimin. Ia juga mengedepankan persoalan lingkungan terutama menitikberatkan pada persoalan sampah. Bagi Ponimin selaku koreografer tari, keadaan negeri sekarang ini sudah menyerupai sampah, baik sampah dalam arti verbal maupun dalam bentuk simbol perilaku manusia yang kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Apito, aktor dari Tegal, ikut pula menyikapi keadaan negeri ini melalui monolognya dengan mengambil tema tentang sikap dan perilaku manusia yang tak ubahnya binatang. Apito sengaja mengambil relevansi dari persiapan menghadapi pemilu, bagaimana caleg-caleg mengumbar janji absurd dengan latar cerita menggunakan kerajaan binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda Ponimin, Apito, berbeda pula dengan Yudo Agitoro yang menggunakan media klarinet sebagai pembuka monolog gurit dermayon. Dengan lagu Warung Doyong, Yudo berusaha membuat suasana gurit yang ngedeso. Artinya, bagaimana menyamakan persepsi sebuah desa yang asri, ramah, hangat, dan kehidupan yang tidak semena-mena kemudian berubah menjadi sesuatu yang lain dari sebuah desa yang sesunguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah realitasnya.&lt;br /&gt;Kini, memasuki babak baru dalam menyikapi kerusakan lingkungan, bukan saja birokrat, teknokrat, ilmuwan, dan lainnya, seniman pun sudah saatnya berbuat. Yang dapat diperbuat seniman adalah bagaimana mengemas pesan tersebut dari karyanya yang bukan sekadar pesan, melainkan pesan yang sarat dengan gagasan ataupun ide-ide sehingga bermanfaat bagi sendi-sendi kehidupan dan perilaku yang memanusiakan manusia. ***** (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber : Kompas, 14 Februari 2009&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-8149933854377601541?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/8149933854377601541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=8149933854377601541' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/8149933854377601541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/8149933854377601541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/tentang-negeri-karam-dalam-metafor.html' title='Tentang Negeri Karam Dalam Metafor Gurit &quot;Dermayon&quot; Oleh : UCHa M. Sarna'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-pzsLuG8Ngw4/TwGwoQb0CxI/AAAAAAAABlI/vMkZvhLX1X4/s72-c/ucha.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-7834513903087530572</id><published>2011-12-29T06:40:00.000-08:00</published><updated>2011-12-29T06:54:01.528-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita foto'/><title type='text'>BERITA FOTO : TARLING MELODI KOTA AYU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;BERITA FOTO : TARLING MELODI KOTA AYU (fotografer : Inang Sadewo&lt;br /&gt;pada Pentas "Wayang Gondrong" Ki Tapa Kelana&lt;br /&gt;pembacaan gurit oleh Nurochman Sudibyo YS&lt;br /&gt;dengan tajug "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PRING PETHUK NGUNDANG SRITI&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;pada 23 Januari 2010 di Kawasan Pinggir Kali Cimanuk INDRAMAYU&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-1OG3SKWTbMU/Tvx89KsvOmI/AAAAAAAABkw/5xl6OtadkIc/s1600/Picture%2B046.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-1OG3SKWTbMU/Tvx89KsvOmI/AAAAAAAABkw/5xl6OtadkIc/s320/Picture%2B046.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5691561419375327842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-6aS4ARhnF-8/Tvx88tjo0pI/AAAAAAAABkk/xrWPKUTtntc/s1600/Picture%2B041.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-6aS4ARhnF-8/Tvx88tjo0pI/AAAAAAAABkk/xrWPKUTtntc/s320/Picture%2B041.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5691561411552531090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-W7Yld9CijZQ/Tvx88QFSUwI/AAAAAAAABkY/UVFekb-RFBY/s1600/Picture%2B040.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-W7Yld9CijZQ/Tvx88QFSUwI/AAAAAAAABkY/UVFekb-RFBY/s320/Picture%2B040.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5691561403640599298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-0YoPFOCyTOQ/Tvx89iUTFWI/AAAAAAAABk4/6Vp6s6CrYKg/s1600/Picture%2B051.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-0YoPFOCyTOQ/Tvx89iUTFWI/AAAAAAAABk4/6Vp6s6CrYKg/s320/Picture%2B051.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5691561425715271010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-7834513903087530572?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/7834513903087530572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=7834513903087530572' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7834513903087530572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7834513903087530572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/berita-foto-tarling-melodi-kota-ayu.html' title='BERITA FOTO : TARLING MELODI KOTA AYU'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-1OG3SKWTbMU/Tvx89KsvOmI/AAAAAAAABkw/5xl6OtadkIc/s72-c/Picture%2B046.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-4868926947066962013</id><published>2011-12-27T23:29:00.000-08:00</published><updated>2011-12-27T23:35:51.562-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota tegal'/><title type='text'>PEMKOT TEGAL DAMPINGI UMKM</title><content type='html'>PEMKOT TEGAL DAMPINGI UMKM &lt;br /&gt;TEGAL,Tropong.com--Sebanyak tiga puluh persen produk pangan yang masuk kategori Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), belum memiliki perijinan. Terutama perijinan mengenai kelayakan makanan, atau sertivikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan permasalahan tersebut Pemerintah Kota Tegal dalam program Bisnis 2012, berencana melakukan pendampingan. Khususnya untuk Industri pangan yang masuk kategori Usaha Mikro Kecil Menengah. Harus diakui di Kota Tegal baru 20 % saja UMKM yang memiliki perijinan dan sertivikasi kelayakan pagan atau nomer sertivikasi Pangan Industri Rumah Tangga.&lt;br /&gt;Hal ini tentu saja menyulitkan produk produk UMKM untuk dapat bersaing dengan produk lainnya. Khususnya di pangsa pasar modern seperti pusat perbelanjaan dan mall.&lt;br /&gt;Wali Kota Tegal, Ikmal Jaya mengatakan produk produk pangan khususnya UMKM banyak yang ditolak oleh pengusaha mall, karena banyak produk yang tidak memiliki nomor registrasi atau sertivikasi kelayakan pangan seperti nomor PIRT.&lt;br /&gt;Menurut data Pemkot, jumlah produk pangan UMKM yang belum memiliki nomor PIRT dan perijinan lainnya hingga akhir 2011 mencapai 30 persen. Dengan adanya produk UMKM yang belum memiiki sertivikasi PIRT, Ikmal menegaskan pemerintah Kota Tegal akan berupaya melakukan pendapingan agar usaha-usaha tersebut memiliki perijinan yang lengkap. Apalagi pada taun 2012 nanti pemerintah Kota Tegal merencanakan slogan "Tegal Bisnis", dengan tujuan menigkatkan perkembangan dunia usaha khususnya usaha kerakyatan.&lt;br /&gt;Selain melakukan pedampingan pemerintah kota tegal juga memberikan faslitas kredit usaha rakyat KUR pada bank bank yang telah ditunjuk..&lt;br /&gt;Menurut Ikmal Jaya,  Bank yang ditunjuk adalah Bank Jateng, BKK Tegal Barat, dan Margadana serta Bank Pasar. Namun untuk nilai kredit yang dikucurkan tidak sebesar flavon KUR yang dicanangkan pemerintah pusat sebesar 20 juta rupiah.&lt;br /&gt;"KUR yang divasilitasi pemerintah kota tegal hanya maksimal sebesar 5 juta rupiah. KUR ini juga tidak menggunakan agunan," ujar Wali Kota.&lt;br /&gt;Sementara kepala bidang P3PL Dinas Kesehatan Kota Tegal Drg. Dwi Agus menyatakan sejak tahun 2001 lalu hingga sekarang sudah ada 125 sertivikat  PIRT yang diterbitkan dinas kesehatan.  Serticvikasi PIRT menurut Agus sangat dibutuhkan produk pangan khususnya mengenai jaminan kelayakan dan kesehatan pangan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-4868926947066962013?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/4868926947066962013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=4868926947066962013' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/4868926947066962013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/4868926947066962013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/pemkot-tegal-dampingi-umkm.html' title='PEMKOT TEGAL DAMPINGI UMKM'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-3009173813795809533</id><published>2011-12-27T23:19:00.000-08:00</published><updated>2011-12-27T23:28:38.205-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tegal'/><title type='text'>WALI KOTA TEGAL RAYAKAN PESTA NELAYAN</title><content type='html'>WALI KOTA TEGAL RAYAKAN PESTA NELAYAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEGALTropong.com-,Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur nelayan Kota Tegal atas keselamatan, serta berkah dalam mengantungi hasil tangkapan ikan, Selasa 13/12 lalu bersama keluarga besar nelayan Kota Tegal, Jawa Tengah merayakan tradisi sedekah laut di pelabuhan setempat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam aacara Sedekah Laut itu disediakan enam kepala kerbau dengan makanan khas masyarakat pesisir pantai utara yang akan dipersembahkan untuk sesaji dalam upacara sedekah laut. Semuaya dihias pasa enam replika kapal , dan rumah adat yang kemudian diarak beramai-ramai menggunakan kapal untuk dilarung ke tengah laut.&lt;br /&gt;Menurut Hadi Santoso selaku panitia Sedekah Laut, kegiatan sedekah laut ini  dilakukan rutin setiap tahunnya. Selalu diselenggarakan pada bulan Muharam bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur para nelayan kepada sang Maha pencipta atas rejeki dari hasil laut yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian mereka, pungkasnya.&lt;br /&gt;Lebih lanjut ia mengatakan selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada tuhan yang maha esa, tradisi sedekah laut tersebut dilakukan untuk mempererat kerukunan antar nelayan di Kota Tegal. &lt;br /&gt;"Sebab para nelayan jarang bertemu dan berkumpul bersama karena waktu mereka lebih banyak dihabiskan di tengah laut untuk menangkap ikan," ucap Hadi Santoso pula .&lt;br /&gt;Pada perayaan sedekah laut tersebut telah dimeriahkan dengan pawai berjalan kaki keliling kota yang diikuti oleh sekitar 500 nelayan dan masyarakat umum. Serta sejumlah seniman dengan menggelar atraksi kesenian lokal seperti tarian balo-balo, rolasan, serta tempek kong. dan jaipong. &lt;br /&gt;Pawai arak-arakan tersebut dimulai dari pelabuhan menuju balai kota Tegal. Untuk menyerahkan sesaji sedekah laut kepada wali kota. Pelaksanakan pawai ancak sebagai upaya untuk melestarikan budaya asli daerah. Sehingga masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya mengenal dan memahami kebudayaan kota Tegal tandasnya. ***&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-3009173813795809533?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/3009173813795809533/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=3009173813795809533' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/3009173813795809533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/3009173813795809533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/wali-kota-tegal-rayakan-pesta-nelayan.html' title='WALI KOTA TEGAL RAYAKAN PESTA NELAYAN'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-1787090686462119993</id><published>2011-12-26T04:25:00.000-08:00</published><updated>2011-12-26T04:28:11.196-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Opini : Dampak Money Politic pada Pilwu Oleh Drs. H. Jajang S. Murod</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kfwCxU4upuw/TvhoGXIg29I/AAAAAAAABkM/TozcuEcvR60/s1600/Dampak%2BMoney%2BPolitic%2Bpada%2BPilwu.jpeg.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 238px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-kfwCxU4upuw/TvhoGXIg29I/AAAAAAAABkM/TozcuEcvR60/s320/Dampak%2BMoney%2BPolitic%2Bpada%2BPilwu.jpeg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690412587680848850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Profesionalisme&lt;/span&gt; sebuah kepemimpinan, adalah persoalan yang penting dalam sebuah tatanan kehidupan berorganisasi, fenomena yang paling terasa adalah profesionalisme kepemimpinan seorang kepala desa atau yang sering disebut kuwu di wilayah Indramayu. Untuk menentukan kriteria seorang kuwu yang memiliki kemampuan profesional sebagai seorang pemimpin masyarakat, tentu saja bukan persoalan mudah. Hal tersebut, sudah barang tentu terkait dengan proses awal yang cukup panjang dan berliku. Bermula dari saat pencalonan, proses pemilihan dan lain-lain yang tentu saja banyak mempengaruhi terciptanya sebuah perilaku kepemimpinan pemerintahan Desa yang selanjutnya disebut KUWU.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Money Politic, pembodohan politik dan keterbatasan pemikiran masyarakat dalam menentukan pemimpinnya adalah sudah menjadi rahasia umum bahwa hampir di setiap desa khususnya di Kabupaten Indramayu, umumnya di hampir seluruh wilayah Indonesia, setiap terjadi pesta demokrasi pemilihan Kuwu/Kepala desa, betapa hingar-bingar, penuh intrik politik, hampir tak ada bedanya dengan pemilihan bupati, gubernur, dan bahkan presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antusiasme masyarakat begitu bersemangat penuh sukacita. Persoalan menjadi sangat memprihatinkan, ketika kita menyaksikan proses politik pemilihan kuwu sudah sering dijadikan sebagai arena money politic, yang pada gilirannya telah mendidik masyarakat menjadi semakin bodoh dan tertinggal, bahkan gelap mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya masyarakat tiada berdaya ketika dia harus menentukan pilihan hanya kepada calon yang lebih besar memberikan ‘uang’ untuk membeli suaranya. Tak jarang seorang calon kepala desa sampai harus mengeluarkan koceknya sampai ratusan juta bahkan ada yang milyar, dengan cara menjual sawah, dan apa saja untuk membeli jabatan atau kursi Kepala Desa. Dan tentu saja ujungnya adalah dalam rangka investasi yang gak jelas. Mending kalau jadi! Kalau tidak? Ya, habislah investasi tersebut, maka hilanglah beberapa bau (1 bau = ½ Ha) sawah nya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun si calon kuwu menang dalam pertarungan memperebutkan kursi Kuwu, tentunya ini juga adalah sebuah musibah politik anak bangsa yang berakibat panjang terhadap kemajuan pembangunan masyarakat yang di pimpinnya. Sebab penulis yakin seyakin-yakinnya bahwa di balik minat melakukan investasi (baca: money politic) yang dilalakukan dengan berbagai cara, tentu saja begitu dia menduduki kursi jabatan itu, yang paling pertama kali dia pikirkan adalah bagaimana dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, dia bisa mengembalikan lebih dari investasi yang pernah dikeluarkan dengan berbagai cara juga yang dia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini persis terjadi di masyarakat kebanyakan, dan dari fenomena yang terjadi ini, telah menimbulkan perbagai persoalan menejerial pemerintahan di tingkat desa. Terlalu naïf dan banyak korban, sang pemimpin akhirnya menjadi beban masyarakat dan bahkan tidak sedikit yang diktator dan arogan, masyarakat pun menjadi semakin bodoh tentang arti demokrasi. Mereka menjadi apriori dengan tatanan pembangunan masyarakat desa yang sebenarnya, ternina bobo oleh kondisi yang selama ini terus berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua persoalan di atas, sebenarnya bermuara pada tanggung jawab para pemimpin yang ada di atas, di pundaknya bertengger tanggung jawab untuk memberikan pencerahan kehidupan politik yang ideal, yang sesuai dengan falsapah negara maupun nilai nilai agama, yang secara lengkap terurai begitu gamblang dan jelas, yang selalu mengharamkan yang namanya money politic. Pencerahan harus terus diupayakan. Regulasi tentang tatacara PILWU harus lebih dijelaskan, kalau bangsa ini memang mau maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, penulis berani menyimpulkan bahwa selama proses pemilihan kuwu masih berlangsung dengan pelanggaran-pelanggaran aturan, di antaranya money politic, dan merusak tatanan demokrasi, serta keluar dari landasan agama, maka pada saat yang sama, kita tidak akan pernah mendapat kemajuan pembangunan yang maksimal di desa tersebut. Wallohu a’lam bissowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penulis adalah pengajar berdomisili di Desa Sanca Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu. Kontak person E-mail intan_peraga@yahoo.co.id. Phone : 081947280007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-1787090686462119993?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/1787090686462119993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=1787090686462119993' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1787090686462119993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1787090686462119993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/opini-dampak-money-politic-pada-pilwu.html' title='Opini : Dampak Money Politic pada Pilwu Oleh Drs. H. Jajang S. Murod'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kfwCxU4upuw/TvhoGXIg29I/AAAAAAAABkM/TozcuEcvR60/s72-c/Dampak%2BMoney%2BPolitic%2Bpada%2BPilwu.jpeg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-7801940942949514951</id><published>2011-12-25T08:43:00.000-08:00</published><updated>2011-12-25T08:45:25.434-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lowongan kerja'/><title type='text'>Lowongan Kerja Bank Mega Syariah Desember 2011</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-EM5-M81d89M/TvdTEQPxTyI/AAAAAAAABkA/tzhtPuY2E_M/s1600/LOGO_BMS.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 172px; height: 153px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-EM5-M81d89M/TvdTEQPxTyI/AAAAAAAABkA/tzhtPuY2E_M/s320/LOGO_BMS.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690107986751606562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bank Mega Syariah adalah lembaga perbankan yang berpusat di Jakarta. Bank ini berawal dari anak usaha asuransi Tugu. Bank Umum Tugu yang berdiri pada 1990. Pada 2001, bank ini diambil alih CT Corp, lalu resmi menjadi bank syariah pada 25 Agustus 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan PT Bank Mega Syariah diawali dari sebuah bank umum konvensional bernama PT Bank Umum Tugu yang berkedudukan di Jakarta. Pada tahun 2001, Para Group (sekarang berganti nama menjadi CT Corpora), kelompok usaha yang juga menaungi PT Bank Mega,Tbk., TransTV, dan beberapa perusahaan lainnya, mengakuisisi PT Bank Umum Tugu untuk dikembangkan menjadi bank syariah. Hasil konversi tersebut, pada tanggal 25 Agustus 2004 PT Bank Umum Tugu resmi beroperasi secara syariah dengan nama PT Bank Syariah Mega Indonesia. Dan terhitung tanggal 23 September 2010 nama badan hukum Bank ini secara resmi telah berubah menjadi PT. Bank Mega Syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen penuh PT Mega Corpora (dahulu PT Para Global Investindo) sebagai pemilik saham mayoritas untuk menjadikan Bank Mega Syariah sebagai bank syariah terbaik, diwujudkan dengan mengembangkan bank ini melalui pemberian modal kuat demi kemajuan perbankan syariah dan perkembangan ekonomi Indonesia pada umumnya. Penambahan modal dari Pemegang Saham merupakan landasan utama untuk memenuhi tuntutan pasar perbankan yang semakin meningkat dan kompetitif. Dengan upaya tersebut, PT Bank Mega Syariah yang memiliki semboyan “Untuk Kita Semua” tumbuh pesat dan terkendali serta menjadi lembaga keuangan syariah yang berhasil memperoleh berbagai penghargaan dan prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan PT Bank Mega Syariah dan keinginan untuk memenuhi jasa pelayanan kepada masyarakat khususnya yang berkaitan dengan transaksi devisa dan internasional, maka tanggal 16 Oktober 2008 Bank Mega Syariah menyandang predikat sebagai Bank Devisa. Pengakuan ini semakin memperkokoh posisi perseroan sebagai Bank Syariah yang dapat menjangkau bisnis yang lebih luas lagi bagi domestik maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya mewujudkan kinerja sesuai dengan nama yang disandangnya, PT Bank Mega Syariah selalu berpegang pada azas keterbukaan dan kehati-hatian. Didukung oleh beragam produk dan fasilitas perbankan terkini, PT Bank Mega Syariah terus tumbuh dan berkembang hingga saat ini memiliki 394 jaringan kerja dengan komposisi: 8 kantor cabang, 13 kantor cabang pembantu, 49 Gallery Mega Syariah, dan 324 kantor Mega Mitra Syariah (M2S) yang tersebar di Jabotabek, Pulau Jawa, Bali, Sumatera Kalimantan, dan Sulawesi. Dengan menggabungkan profesionalisme dan nilai-nilai rohani yang melandasi kegiatan operasionalnya, PT Bank Mega Syariah hadir untuk mencapai visi menjadi “Bank Syariah Kebanggaan Bangsa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesempatan Berkarir di PT Bank Mega Syariah periode Desember 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;BANK MEGA SYARIAH saat ini terus berekspansi mengembangkan segmen usaha pembiayaan mikro dengan brand MEGA MITRA SYARIAH (M2S). Seiring dengan perkembangan tersebut, Bank Mega Syariah membuka kesempatan bagi anda untuk bergabung bersama kami, dan menjadi bagian dari kesuksesan kami :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Programer Officer ( PO )&lt;/span&gt; - Pria/ Wanita, umur maks. 30 thn, S1, terbuka untuk calon pelamar yang berdomisili di Jakarta, Bekasi, Depok atau Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : Tanggal penutupan lamaran kerja adalah 12 Januari 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang ingin melakukan proses pelamaran kerja, silakan akses info selengkapnya mengenai tata cara pelamaran kerjanya klik &lt;a href="http://lokernesia.blogspot.com/2011/12/lowongan-bank-mega-syariah-desember.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-7801940942949514951?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/7801940942949514951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=7801940942949514951' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7801940942949514951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7801940942949514951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/lowongan-kerja-bank-mega-syariah.html' title='Lowongan Kerja Bank Mega Syariah Desember 2011'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-EM5-M81d89M/TvdTEQPxTyI/AAAAAAAABkA/tzhtPuY2E_M/s72-c/LOGO_BMS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-7464406462725258835</id><published>2011-12-25T05:41:00.000-08:00</published><updated>2011-12-25T05:48:45.855-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Cirebon'/><title type='text'>Banjir Melanda Desa Wanakaya, Astana, Grogol, Mertasinga, Kalisapu Kecamatan Gunung Jati Cirebon</title><content type='html'>CIREBON - tropong.com&lt;br /&gt;Hujan yang kerap melanda sebagian besar wilayah Indonesia, nampaknya mengakibatkan banjir dibeberapa titik. Di Cirebon bencana banjir melanda Desa Wanakaya, Astana, Grogol, Mertasinga, Kalisapu Kecamatan Gunung Jati. Bagi yg ingin memberi bantuan kepada korban banjir diwilayah ini silahkan datang langsung ke lokasi. Karena korban banjir disini sangat membutuhkan bahan pangan seperti makanan siap saji dan air bersih (air minum).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bantuan bisa diantar langsung ke Posko Banjir di Jembatan Sungai Bondet Grogol Kec. Gunung Jati Kab. Cirebon (LUTFI/ROFI)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-7464406462725258835?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/7464406462725258835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=7464406462725258835' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7464406462725258835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7464406462725258835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/banjir-melanda-desa-wanakaya-astana.html' title='Banjir Melanda Desa Wanakaya, Astana, Grogol, Mertasinga, Kalisapu Kecamatan Gunung Jati Cirebon'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-8252096938256422631</id><published>2011-12-20T05:45:00.000-08:00</published><updated>2011-12-20T05:51:22.451-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Slawi'/><title type='text'>CATATAN DARI SEMINAR NASIONAL REVITALISASI AKI DAN AKB</title><content type='html'>SLAWI- Dihadapan 1000 peserta dari berbagai kalangan insan  kesehatan Kabupaten Tegal, Wakil Bupati Tegal; Muh. Heri Sulistyawan, SH. M.Hum, kamis 14/12 kemarin membuka dengan resmi Seminar Nasional Peran Stakeholder di daerah dalam upaya penurunan tingkat kematian Ibu dan anak.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Di sampaikan oleh wakil Bupati Tegal bahwa yang melatarbelakangi diselenggarakannya Seminar Nasional Peran Stakeholder di daerah dalam rangka akselerasi Penurunan Kematian Tingkat Kematian Ibu dan Kematian Bayi yang Tinggi. &lt;br /&gt;Hala ini juga disampaikan ketua panitia penyelenggara Djuwani EK, SH. M.Kes.dalam sambutannya menegaskan bahwa Ibu dan  Bayi adalah asset bangsa. Untuk itu perlu kiranya bersama dibahas guna menekan AKI dan AKB di Kabupaten Tegal.&lt;br /&gt;Upaya Percepatan Pencapaian MDGs dalam point Penurunan Angka Kematian Ibu tersebut berkenaan dengan keinginan dimasa yang akan datang ada banyak perubahan di tingkat jumlah kematian ibu dan anak sehingga dana yang diprogramkan untuk tujuan tersebut ada pengaruhnya secara signifikan.&lt;br /&gt;Adapaun Tujuan diselengarakannya seminar tersebut sebagaimana dilaporkan ketua Panitia Djuwani EK, SH. M.Kes;  merupakan pelaksanaan Pembangunan Bidang Kesehatan sebagaimana  Pembangunan Kesehatan yang pro Rakyat,  juga Adanya komitmen dari Stake holder dalam upaya penurunan AKI dan AKB.&lt;br /&gt;Pengarahan &amp; Pembukaan Seminar yang disampaikan Wakil Bupati Tegal Muh. Heri Sulistyawan, SH. M.Hum, diantaranya juga mengharapkan kerjasama yg baik antara Pemda (Dinkes) IBI dalam rangka peningkatan kesehatan Ibu dan Anak. Hal ini dikarenakan Bangsa Indonesia telah mendatangani kesepakatan MDGs maka konsekuensinya percepatan MDGs à Percepatan AKI dengan Jampersal (mohon dihindari penyalahgunaan Jampersal) karena Target MDGs cukup jelas.&lt;br /&gt;Bahkan lebih lanjut wakil Bupati berusaha mengajak stakeholder dalam rangka percepatan akaselarasi percepatan penurunan AKI dan AKB dengan seminar Nasional Narasumber yang kompeten di Bidangnya.&lt;br /&gt;Dalam kegiatan seminar tersebut secara terinci usai dibacakannya DO’A oleh Akhuchori, SMKM, M.Kes. Dilanjutkan Laporan Panitia Djuwani EK, SH. M.Kes, dihadiri oleh wakil sambutan Bupati Tegal, Ketua DPRD, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dan Kepala Dinas Kesehatan se Provinsi Jawa Tengah yang dihadiri berbagai Organisasi Profesi, IDI, IBI, dan IAKMI&lt;br /&gt;Pada pelaksanakan seminar dilakukan pemaparan permasalahan yang disampaikan oleh para Narasumber :Prof. Dr. Laksono T, M.Si. Ph.D. (UGM), Dr. Anung Sugihantono, M.Kes. H.M. Rojikin AH, SH, SE, Muh. Ma’mun, SH. M.Hum,  Dr. Jaenudin, SPOG dan Kusmiyati Slameto, SH. S.ST&lt;br /&gt;Dari hasil Kegiatan Seminar Nasional tersebut disampaikan oleh PROF. Dr. LAKSONO. M.Sc. PhD. dan Dr. Widodo Joko Mulyono, M.Kes. MMR; untuk mencapai Angka Kematian Ibu menjadi Nol di akhir Desember 2015.&lt;br /&gt;Apakah itu Mungkin? prediksi tersebut dapat menjadi kenyataan. Kematian Ibu di Singapura kematian bisa menjadi Nol Bagaimana pun dapat ditiru. Bgaimana caranya? Apakah untuk tujuan tersebut perlu melibatkan Peran berbagai pihak? Lalu Berapa tahun untuk AKI dan AKB menjadi nol? ini semua menjadi Masalah dan tantangan bersama?&lt;br /&gt;Jika Angka kematian Ibu Meningkat,  Kegiatan Penangganan pun harus Total. Program pencegahan sekunder dan Primer (Hulu) yang meliputi (level keluarga dan  level masyarakat) dan Program Pencegahan tertier (kuratif) bisa dilakukan di RS (hilir)&lt;br /&gt;Apa sajakah Prinsipnya?: HIT dan Target: Menurunkan Kematian bayi dan Ibu à Deteksi Awal sebelumnya, tetap AKI. &lt;br /&gt;Menurutnya pula hal ini menjadi Tantangan yang Menarik. Bagaimana Dinas Kesehatan mampu berperan secara inovatif dan komprehensif dalam akselerasi pencapaian MDGs 4 dan MDGs 5.&lt;br /&gt;Karena semua Membutuhkan kepemimpinan tinggi dari Dinkes. Serta Membutuhkan dukungan para pemimpin di Kabupaten Tegal dan juga Membutuhkan dukungan sleuruh masyarakat.&lt;br /&gt;Saat ini ada Kecnderungan AKI di Jawa Naik. Untuk itu Perlu kiranya dukungan dari Pemda, dan Masyarakat. &lt;br /&gt;Menurut Kadis Kesehatan Provinsi Jateng Di Yogyakarta :dilakukan Pemberian reward bagi Desa yang AKI dan AKB nol dalam 1 tahun. Untuk melakukannya memang  Perlu ada kebijakan (memperbaiki pelayanan, memperbaiki sistem pelayanan, mengembangkan regulasi dan menata perilaku masyaakat). Selain itu ada perubahan Kebijakan Pembayaran untuk memberi motivasi positif bagi tenaga kesehatan. &lt;br /&gt;Bagaimana mekanisme pembayaran utk dokter spesialis bisa jaga on site di Rumah Sakit. Bagiamana mekanisme pembayaran untuk bidan dan Kerangka Pengorganisasiannya.&lt;br /&gt;Ibu RISTI yang butuh SC dicatat dan diserahkan ke RS untuk meningkatkan pelayanan. Pembenahan Sistem Informasi Kesehatan dan Pembenahan Komunikasi Sosial à Desa Siaga,Melatih munculnya Kebijakan Regulasi di dunia kesehatan egeri ini. &lt;br /&gt;Adapun Regulasi PONEK 24 jam, termasuk penguatan 1 RS sebagai full PONEK 24 jam. Regulasi dokter umum di Rumah Sakit Pemerintah untuk melakukan emergency medik&lt;br /&gt;Regulasi praktek bidan, termasuk juga hubungannya dengan ibu risti. Regulasi rujukan. Rujukan untukk kasus sulit hanya boleh pada RS yang PONEK 24 jam&lt;br /&gt;Kreatifitas boleh saja tetapi jangan sampai merugikan ibu hamil/ di masyarakat.. Lalu Berapa lama akan menghasilkan angka kematian ibu menjadi nol? Semua &lt;br /&gt;Membutuhkan: Kerjasama antar profesi di bidang kesehatan (SPOG, SPD, SA, dr. Umum, Bidan, Perawat dan Manajer Dinas Kesheatan dan RS) juga Dukungan Pemda&lt;br /&gt;Sikap dukung mendukung ini semata untuk mengurangi jumblah angka kematian.&lt;br /&gt;begitu juga Penambahan Anggaran bagi RS utk membiayai penunggu ibu-ibu hamil yang mau melahirkan RS. Dukungan Seluruh Kelompok dan Lapisan masyarakat&lt;br /&gt;Bagaimana kesehatan meningkatkan diri untuk mengelola sistem. itu semua dipaparkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.&lt;br /&gt;Sementara itu Dr. Anung Sugiyantono, M.Kes memandang Kurikulum Vitae dari Analisas Kematian Ibu Kabupaten Tegal Tahun 2011&lt;br /&gt;(Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah) sebagai Gambaran Umum Penduduk :adapun untuk Kasus AKI, AKB dan AKBA Di Kab. Tegal dapat diantisipasi dengan cara Kenal dini, serta pencegahan dini. &lt;br /&gt;ia juga berpendapat Alur Konsep Pikir Pendekatan (5 P) dalam Penurunan AKI dan AKB. Persoalan, peralatan, prosedur, Pelaksanaan, Performance baik di Poskesdes/PKD, Puskesmas, dapat melalui penguraian simpul Masalah yaitu pada: Masyarakat, Kontak dgn Bidan, Kontak dg Pelayanan Kesehatan.&lt;br /&gt;menurutnya pula Hal yang paling penting adalah pengembangan aspek manajemen: sinkronisasi, dan integrasi potensi SDM dan Masyarakat&lt;br /&gt;Penguatan MONEV pelayanan dari Dinkes dan atau Pemda. &lt;br /&gt;lain lagi dengan ROJIKIN, AH, SH, SE. selaku Ketua DPRD kabupaten Tegal; ia memberi judul dalam pemaparan di seminar ; “Peran Legislatif dalam Komitmen pembiayaan Kesehatan”.  &lt;br /&gt;Lebih jauh Rojikin melihat Tanggung jawab kesejahteraan rakyat adalah di Pemda (ada di tangan Bupati &amp; DPRD). Artinya  jika AKI dan AKB tingggi maka à “Bupati &amp; DPRD” à ikut bertanggung jawab dalam upaya menurunkan AKI dan AKB.&lt;br /&gt;Untuk tugas dan tanggungjawab tersebut ,Camat mempunyai peran yang sangat penting dalam peningkatan pelayanan kesehatan (karena pelayanan kesehatan membutuhkan dukungan dan Peran serta dari semua pihak). Kebijakan DPRD dalam upaya penurunan AKI dan AKB tidak secara langsung tetapi hanya sebatas dlm anggaran (Musrenbangcam, kab à nota keuangan). Kebijakan dari DPRD Kabupaten Tegal pada tahun 2012 adalah meningkatkan anggaran untuk Program peningkatan kesehatan Ibu dan Anak sebesar 310%.&lt;br /&gt;yang sangat spesifik menurut ketua DPRD Kab. Tegal H. Rojikin; DPRD merasakan masih kurang adanya anggaran dalam bidang kesehatan.  "Saat ini anggaran di bidang kesehatan tidak terlalu kecil , namun juga tidak bisa dibilang cukup besar. Kami akan berupaya terus menaikkan anggaran asalkan masyarakat kesehatan dalam hal ini yang memiliki tanggungjawab di bidang pelaksanaan pembangunan kesehatan di kabupaten Tegal mampu memberi bukti peningkatan yang signifikan terhadap proses pembanguanan terpenting bagi masyarakat Kabupaten Tegal tersebut.  ( NOORS )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-8252096938256422631?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/8252096938256422631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=8252096938256422631' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/8252096938256422631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/8252096938256422631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/catatan-dari-seminar-nasional.html' title='CATATAN DARI SEMINAR NASIONAL REVITALISASI AKI DAN AKB'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-8130269711056100048</id><published>2011-12-20T05:38:00.000-08:00</published><updated>2011-12-20T05:45:14.977-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Slawi'/><title type='text'>DPRD Merasakan Kurangnya Anggaran  Di Bidang Kesehatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-1W1xHwVzYD4/TvCRMfvu9gI/AAAAAAAABgs/7eHKtCrBdLM/s1600/untitled2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-1W1xHwVzYD4/TvCRMfvu9gI/AAAAAAAABgs/7eHKtCrBdLM/s320/untitled2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688205973235103234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-OUg2qzztUfY/TvCRML7IwdI/AAAAAAAABgg/QRTJF-IiHTs/s1600/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-OUg2qzztUfY/TvCRML7IwdI/AAAAAAAABgg/QRTJF-IiHTs/s320/untitled.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688205967914222034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Slawi- Melalui Seminar Nasional Peran Stakeholder di daerah dalam rangka akselerasi Penurunan Kematian Ibu dan Kematian Bayi, Kamis 14/12 lalu, Ketua DPRD Kabupaten Tegal H.M. Rojikin AH. SH,SE menegaskan soal komitmen lembaga yang dipimpinnya. Ia jelaskan secara gamblang perihal tanggungjawab kesejahteraan rakyat merupakan tanggugjawab pemerintah daerah. Dengan demikian Bupati dan DPRD berperan penting untuk memperoleh pencapaian target penurunan kematian ibu dan anak. H.M. Rojikin dengan berapi-api memaparkan tanggungjawab DPRD dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Kabupaten Tegal.&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;"Jika Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi di suatu daerah cukup tinggi maka yang harus disalahkan adalah Bupati dan DPRD," ujarnya sembari dibumbui kelakar dihadapan 1000 peserta seminar.&lt;br /&gt;Lebih lanjut HM. Rojikin yang dalam seminar tersebut bertindak sebagai pembicara ke tiga setelah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah PROF. Dr. LAKSONO. M.Sc. PhD.dan .Dr. Anung Sugihantono, M.Kes. Dalam pembahasan yang berjudul “Peran Legislatif Dalam Komitmen Pembiayaan Kesehatan” ia menekankan pada para Camat di wilayahnya; perihal peran  penting Camat dalam upaya memantau peningkatan pelayanan kesehatan warganya. Hal ini menurutnya karena pelayanan kesehatan terutama dalam bidang penekanan AKI dan AKB membutuhkan dukungan dan Peran serta dari semua pihak, khususnya para camat yang secara langsung memimpin di wilayahnya.  &lt;br /&gt;Dijelaskan pula oleh HM. Rojikin, bahwa Kebijakan DPRD dalam upaya penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Tegal, memang tidak secara langsung. Meski kewenangan perannya hanya sebatas dalam anggaran, baik melalui Musrenbangcam,dan Kabupaten maupun nota keuangan Pemerintah daerah, &lt;br /&gt;"Meski begitu kebijakan dari DPRD Kabupaten Tegal untuk tahun 2012 telah  berupaya meningkatkan anggaran untuk Program peningkatan kesehatan Ibu dan Anak sebesar 310 %." demikian ditegaskan oleh HM. Rojikin AH, SH.SE dipuncak pemaparannya yang singkat padat namun menyegarkan, apalagi dibumbui dengan slide di layar invokus tentang peran DPRD Kabupaten Tegal dan foto-foto diri dengan penampilan gagah yang tentu saja disambut tepuk tangan serta aplaus yang panjang. &lt;br /&gt;Rojikin memang tokoh politik yang paling piawai dalam berorasi, karena selain berlatar belakang pendidik, ia juga berhasil mengatungi gelar kesarjanaan baik dalam ilmu hukum maupun perekonomian. Bahkan kini ia telah lengkap meraih gelar pamungkas dalam perjalanan spiritualnya di Mekkah. Tak pelak Nama H.Muhammad Rojikin AH, SH.SE pun kian lengkap untuk merintis karier politiknya baik untuk memimpin daerah, dan Lembaga Partai di tingkat yang lebih tinggi. ( Noors)        &lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-8130269711056100048?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/8130269711056100048/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=8130269711056100048' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/8130269711056100048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/8130269711056100048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/dprd-merasakan-kurangnya-anggaran-di.html' title='DPRD Merasakan Kurangnya Anggaran  Di Bidang Kesehatan'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-1W1xHwVzYD4/TvCRMfvu9gI/AAAAAAAABgs/7eHKtCrBdLM/s72-c/untitled2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-2657202891130768773</id><published>2011-12-20T05:33:00.000-08:00</published><updated>2011-12-20T05:38:11.592-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Slawi'/><title type='text'>Kadiskes JATENG; PERLU DIANTISIPASI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-qJOfQkhhreQ/TvCPTwKqjaI/AAAAAAAABgU/kT9G3zViKRY/s1600/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-qJOfQkhhreQ/TvCPTwKqjaI/AAAAAAAABgU/kT9G3zViKRY/s320/untitled.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688203898878856610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SLAWI--Melalui kegiatan Seminar Nasional Peran Stakeholder di daerah dalam rangka akselerasi Penurunan Kematian Ibu dan Kematian Bayi, Kamis 14/12 kemarin Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyampaikan Analisis Kematian Ibu Kabupaten Tegal Tahun 2011, &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ia sampaikan gambaran Umum kondisi kesehatan penduduk  di Jawa Tengah:melalui beberapa Kasus AKI, AKB dan AKBA. Khususya untuk kasus tersebut di Kabupaten Tegal ia yakini dapat diantisipasi dengan cara Kenal dini, dan cegah dini. &lt;br /&gt;Menurut Kadis Kesehatan Prov. Jateng; Alur Konsep Pikir Pendekatan (5 P) dalam Penurunan AKI dan AKB dapat dijadkan sebagai upaya penting guna pencapaian dan penekanan angka kematian ibu dan anak.&lt;br /&gt;Adapun persoalan, peralatan, prosedur, Pelaksanaan, Performance baik di Poskesdes/PKD, Puskesmas, dapat melalui penguraian simpul Masalah yaitu pada: Masyarakat, Kontak degan Bidan, Kontak dengan Pelayanan Kesehatan. &lt;br /&gt;"Hal yang paling penting adalah pengembangan aspek manajemen: sinkronisasi, dan integrasi potensi SDM dan Masyarakat," jelasnya pula.&lt;br /&gt;Lebih lanjut ia harapkan juga soal 'Penguatan MONEV' pelayanan dari Dinkes dan atau Pemda merupakan dapat diakselerasikan.(NOORS)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-2657202891130768773?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/2657202891130768773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=2657202891130768773' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/2657202891130768773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/2657202891130768773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/kadiskes-jateng-perlu-diantisipasi.html' title='Kadiskes JATENG; PERLU DIANTISIPASI'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-qJOfQkhhreQ/TvCPTwKqjaI/AAAAAAAABgU/kT9G3zViKRY/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-8489262320749905265</id><published>2011-12-20T05:10:00.000-08:00</published><updated>2011-12-20T05:16:53.600-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Slawi'/><title type='text'>Mengajak Masyarakat Komit  pada pencapaian 0 % AKI dan AKB</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Qr-gweM8cCU/TvCKeNj0MVI/AAAAAAAABf8/BgoVB2727TY/s1600/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Qr-gweM8cCU/TvCKeNj0MVI/AAAAAAAABf8/BgoVB2727TY/s320/untitled.JPG" alt="PROF. Dr. LAKSONO. M.Sc. PhD. Dari UGM, saat menandatangani Deklarasi Komitmen mencapai AKI dan AKB  Nol Persen  (Noors)" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688198581009527122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERITA SLAWI&lt;/span&gt; -- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Dr. Widodo Joko Mulyono, M.Kes. MMR. Selaku moderator si seasiont pertama mengajak 1000 peserta seminar nasional kesehatan di Aula Pendopo Kabupaten Tegal dengan penuh simpatik dan menarik. Tak pelak seluruh audien pun terpusat perhatiannya sejak acara dimulai hingga akhir.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara Utama Prof. Dr. Laksono. M. Sc. PhD. Dari Universitas Gajah Mada dalam pemaparannya memberikan pancingan di hadapan 100 peserta seminar siang itu perihal bagaimana Angka Kematian Ibu menjadi Nol. "Apakah Mungkin?" pertanyaan yang menantang ini disambut gegap gempita oleh audien denga serempak, "mungkin1".&lt;br /&gt;Ia mencontohkan kasus kematian Ibu di pemerintahan Singapura. Mereka dipandang berhasil menekan angka kematian ibu dan anak menjadi Nol persen.  Menurutnya keberhasilan di Singapura ini bisa menjadi contoh kongkret dan dapat dilakukan pula di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana caranya, Peran berbagai pihak? Siapa saja? Dan Berapa tahun untuk mencapai AKI dan AKB menjadi nol? Dan bagaimana Masalahnya ?" kembali ia bertanya.&lt;br /&gt;Menurutnya apabila Angka kematian Ibu Meningkat, maka Kegiatan Penangganan Total. Programnya melalui pencegahan sekunder dan Primer (Hulu) yang meliputi level keluarga, dan level masyarakat. Selanjutnya dilaksanakan Program Pencegahan tertier (kuratif) di Rumah Sakit (hilir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adapun Prinsipnya menurut Profesor Dr. Laksono Hit dan Target: Menurunkan Kematian bayi dan Ibu bisa di deteksi semenjak Awal. Tentu saja sebelum-sebelumnya, tetap AKI lah yang jadi penanganan utamanya" jelasnya pula.&lt;br /&gt;Lebih jauh ia utarakan juga tentang banyaknya tantangan menarik yang akan dihadapi guna mencapai tujuan mulia tersebut. Ia memprediksi semua itu dapat tercapai dengan Bagaimana Dinas Kesehatan mampu berperan secara inovatif dan komprehensif dalam akselerasi pencapaian MDGs 4 dan MDGs 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Guna meraih tujuan tersebut membutuhkan kepemimpinan tinggi dari Dinkes, Membutuhkan dukungan para pemimpin di Kabupaten Tegal, dan Membutuhkan pula dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Tegal, " ujarya pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun saat itu Profesor Dr. Laksono menjelaskan adanya kecenderungan AKI di seluruh Jawa naik. Untuk itu penanggulangannya perlu memperoleh dukungan dari Pemda, dan Masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagai contoh dalam upaya penurunan AKI dan AKB di Yogyakarta : pemerintah mencanangkan program Pemberian reward bagi Desa yang AKI dan AKB nol dalam 1 tahun. " Ini bisa dicontoh oleh kabupaten lainnya". ulasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ia tegaskan pula perlu adanya kebijakan dalam memperbaiki pelayanan, memperbaiki sistem pelayanan, mengembangkan regulasi dan menata perilaku masyaakat guna mencapai tujuan bersama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemaparannya pula Profesor Dr. Laksono menyentil perihal Kebijakan Pembayaran untuk tenaga kesehatan. Hl ini terkait Bagaimana mekanisme pembayaran untuk dokter spesialis bisa berjaga on site di Rumah Sakit. Begitu juga bagiamana mekanisme pembayaran untuk bidan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun menyoroti mengenai Kerangka Pengorganisasian dalam menyatukan komitmen pencapaian 0 persen AKI dan AKB. Demikian juga untuk Ibu RISTI yang butuh SC dicatat dan diserahkan ke Rumah Sakit untuk meningkatkan pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pembenahan Sistem Informasi Kesehatan, Pembenahan Komunikasi Sosial dan Desa Siaga, Melakukan pelatihan, serta melakukan Kebijakan Regulasi. Menjadi bagian penting yang harus dilakukan guna mencapai tujuan penekanan AKI dan AKB," jelasnya pula.&lt;br /&gt;Adapun pelaksanaan Regulasi PONEK 24 jam, termasuk penguatan 1 Rumah Sakit sebagai full PONEK 24 jam. Juga Regulasi dokter umum di RS Pemerintah untuk melakukan emergency medik, Regulasi praktek bidan, termasuk hubungannya dengan ibu risti. Bahkan Regulasi rujukan. Rujukan untuk kasus sulit hanya boleh pada Rumah Sakit yang PONEK -nya 24 jam. Semua itu dapat mempercepat proses penekanan dan pencapaian AKI dan AKB hingga ke prosentasi yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. Laksono mengingatkan pada kalangan insan di dunia kesehatan untuk bebas berkreatifitas dalam memperjuangkan penurunan AKI. "Kreatifitas itu boleh saja, akan tetapi jangan sampai merugikan ibu hamil dan anggota masyarakat kita," tegasnya.&lt;br /&gt;"Berapa lama kan menghasilkan angka kematian ibu menjadi nol?" kembali ia memberi pancingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian diuraikannya secara gamblang. Untuk tujuan tersebut membutuhkan: Kerjasama antar profesi di bidang kesehatan. Mereka diantaranya; SPOG, SPD, SA, dr. Umum, Bidan, Perawat dan Manajer Dinas Kesheatan serta Rumah Sakit. Dilanjutkan dengan dukungan dan peranan Pemerintahan Daerah (Pemda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajakan untuk seluruh lapisan masyarakat membangun Sikap Mendukung program ini semata untuk mengurangi kematian Ibu dan Anak. Berlanjut dengan upaya Penambahan Anggaran bagi Rumah Sakit untuk membiayai para penunggu ibu-ibu hamil yang hendak melahirkan di Rumah Sakit. Semua memerlukan Dukungan Seluruh Kelompok dan Lapisan masyarakat. Sehingga soal kesehatan dan bagaimana kesehatan dapat meningkatkan diri untuk mengelola sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir pemaparannya Profrsor Dr. Laksono M.Sc. PhD. Dari UGM, mengajak seluruh komponen untuk memberi pernyataan komitmen pada tujuan utama mencapai penurunan 0 % AKI dan AKB di akhir Desember 2015. Langkahnya diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan Prov. Jateng dan Ketua DPRD Kab. Tegal juga perwakilan lembaga kesehatan yang hadir pada seminar nasional tersebut. *** (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Noors&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-8489262320749905265?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/8489262320749905265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=8489262320749905265' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/8489262320749905265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/8489262320749905265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/mengajak-masyarakat-komit-pada.html' title='Mengajak Masyarakat Komit  pada pencapaian 0 % AKI dan AKB'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Qr-gweM8cCU/TvCKeNj0MVI/AAAAAAAABf8/BgoVB2727TY/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-3721144012865434765</id><published>2011-12-20T04:56:00.000-08:00</published><updated>2011-12-20T05:01:03.187-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Slawi'/><title type='text'>KERJASAMA YANG BAIK UNTUK PENINGKATAN KESEHATAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-gETJj60DCUo/TvCGrr3_FeI/AAAAAAAABfw/CBK5-_jSTbc/s1600/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-gETJj60DCUo/TvCGrr3_FeI/AAAAAAAABfw/CBK5-_jSTbc/s320/untitled.JPG" alt="Wakil Bupati H. Muh. Heri Sulistyawan, SH. M.Hum saat memberikan pengarahan dan membuka kegiatan Seminar Nasional. (Noors)" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688194414438979042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BERITA Slawi-- Wakil Bupati Tegal Muh. Heri Sulistyawan, SH. M.Hum dalam penyampaian pengarahan dan membuka kegiatan Seminar Nasional Peran Stakeholder di daerah dalam rangka akselerasi Penurunan Kematian Ibu dan Kematian Bayi, Kamis 14/12 kemarin mengajak adanya kerjasama yang baik antara Pemda (Dinkes) IBI dalam rangka peningkatan kesehatan Ibu dan Anak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hal ini menurut Heri dikarenakan Bangsa Indonesia telah mendatangani kesepakatan MDGs. Oleh sebab itu konsekuensinya adalah melakuka percepatan MDGs Percepatan AKI dengan Jampersal. "mohon agar dihindari penyalahgunaan Jampersal," ujar Wakil Bupati Tegal.&lt;br /&gt;Lebih lanjut ia sampaikan perihal target MDGs sudah cukup jelas, yaitu mengajak stakeholder dalam rangka percepatan akaselarasi percepatan penurunan AKI dan AKB. Melalui seminar Nasional dengan Narasumber yang kompeten di Bidangnya.***(NOORS)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-3721144012865434765?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/3721144012865434765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=3721144012865434765' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/3721144012865434765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/3721144012865434765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/kerjasama-yang-baik-untuk-peningkatan.html' title='KERJASAMA YANG BAIK UNTUK PENINGKATAN KESEHATAN'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-gETJj60DCUo/TvCGrr3_FeI/AAAAAAAABfw/CBK5-_jSTbc/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-2693776494491018996</id><published>2011-12-20T04:42:00.000-08:00</published><updated>2011-12-20T04:54:35.791-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Slawi'/><title type='text'>1000 Peserta ikuti Seminar Nasional Kesehatan di Slawi.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Wk7T959VV30/TvCETtAC9hI/AAAAAAAABfk/aXzfq_HjeV0/s1600/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Wk7T959VV30/TvCETtAC9hI/AAAAAAAABfk/aXzfq_HjeV0/s320/untitled.JPG" alt="Djuwani EK, SH. M.Kes. Saat menyampaikan sambutan ketua panitia seminar Nasional Bidang Kesehatan di Aula Pendopo Kbupaten Tegal. (foto; NOORS)" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688191803401106962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BERITA SLAWI -- DALAM laporannya Djuwani EK,SH.M.Kes. selaku Ketua Panitia Penyelenggara Seminar Nasional Peran Stakeholder di daerah dalam rangka akselerasi Penurunan Kematian Ibu dan Kematian Bayi, Kamis 14/12 lalu, menyampaikan kesiapan pelaksanaan kegitan seminar yang dihadiri oleh 1000 peserta yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan Se Provinsi Jawa Tengah, Organisasi Profesi, IDI, IBI, IAKMI dan anggotanya serta beberapa perwakilan dari lembaga pendidikan kesehatan di Kabupaten &lt;span class="fullpost"&gt;Tegal dan sekitarnya.&lt;br /&gt;Dalam laporannya ia meminta Bupati Tegal melalui wakilnya H.Muh. Heri Sulistyawan, SH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M.Hum untuk membuka seminar nasional tersebut. Adapun dalam pelaksanaan kegitan akbar tersebut disampaikan pula sederetan pembicara yang dibagi dalam dua seasien yaitu oleh, Prof. Dr. Laksono T, M.Si. Ph.D. Dari UGM, dan Dr. Anung Sugihantono, M.Kes Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Ketua DPRD HM.Rojikin AH, SH. SE, Muh. Ma’mun, SH. M.Hum, Dr. Jaenudin, SPOG dan Kusmiyati Slameto, SH. S.ST.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disapaikannya pula tentang latar belakang diselenggarakannya Seminar Nasional Peran Stakeholder di daerah dalam rangka akselerasi Penurunan Kematian Ibu dan Kematian Bayi yang Tinggi dikarenakan Ibu dan Anak adalah Asset Bangsa yang harus dijaga.&lt;br /&gt;Selanjutnya Djuwani EK, SH. M.Kes, menyebutkan perihal Percepatan Pencapaian MDGs dalam point Penurunan Angka Kematian Ibu tujuannya guna melaksanakan proses Pembangunan di Bidang Kesehatan. Hal ini karena  Pembangunan di bidang Kesehatan yang pro Rakyat, merupakan komitmen dari Stakeholder dalam upaya penurunan AKI dan AKB. ***(NOORS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-2693776494491018996?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/2693776494491018996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=2693776494491018996' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/2693776494491018996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/2693776494491018996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/1000-peserta-ikuti-seminar-nasional.html' title='1000 Peserta ikuti Seminar Nasional Kesehatan di Slawi.'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Wk7T959VV30/TvCETtAC9hI/AAAAAAAABfk/aXzfq_HjeV0/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-3346376207566942728</id><published>2011-12-17T10:25:00.001-08:00</published><updated>2011-12-25T04:15:18.784-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita foto'/><title type='text'>RUWAT OW PANTAI ALAM INDAH KOTA TEGAL</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-F4mxTFi75D0/TvcSfz9ZAkI/AAAAAAAABjc/Bg61nYGLnbU/s1600/384042_346607755355580_100000190754963_1560917_776046432_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-F4mxTFi75D0/TvcSfz9ZAkI/AAAAAAAABjc/Bg61nYGLnbU/s320/384042_346607755355580_100000190754963_1560917_776046432_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690036991938855490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-w3F3mtL8Guo/TvcSfB1hcmI/AAAAAAAABjU/gJyl2gKAf2E/s1600/381224_346605812022441_100000190754963_1560900_574473225_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-w3F3mtL8Guo/TvcSfB1hcmI/AAAAAAAABjU/gJyl2gKAf2E/s320/381224_346605812022441_100000190754963_1560900_574473225_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690036978484081250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2uaMifM1AXU/TvcSfACHWyI/AAAAAAAABjE/dUA-Za9OoFY/s1600/374859_346602632022759_100000190754963_1560893_1336560197_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-2uaMifM1AXU/TvcSfACHWyI/AAAAAAAABjE/dUA-Za9OoFY/s320/374859_346602632022759_100000190754963_1560893_1336560197_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690036978000026402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-XQfVGdVNhMM/TvcSe22z89I/AAAAAAAABi8/FBt0Ftay3gY/s1600/392211_346565855359770_100000190754963_1560550_1384797134_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-XQfVGdVNhMM/TvcSe22z89I/AAAAAAAABi8/FBt0Ftay3gY/s320/392211_346565855359770_100000190754963_1560550_1384797134_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690036975536698322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-G4KYLyGvwnY/TvcSf-gUOmI/AAAAAAAABjs/v5PZEYMipLY/s1600/388734_346568682026154_100000190754963_1560584_644426413_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-G4KYLyGvwnY/TvcSf-gUOmI/AAAAAAAABjs/v5PZEYMipLY/s320/388734_346568682026154_100000190754963_1560584_644426413_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690036994769697378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-3346376207566942728?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/3346376207566942728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=3346376207566942728' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/3346376207566942728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/3346376207566942728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/ruwat-ow-pantai-alam-indah-kota-tegal.html' title='RUWAT OW PANTAI ALAM INDAH KOTA TEGAL'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-F4mxTFi75D0/TvcSfz9ZAkI/AAAAAAAABjc/Bg61nYGLnbU/s72-c/384042_346607755355580_100000190754963_1560917_776046432_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-381634069288826430</id><published>2011-12-17T10:25:00.000-08:00</published><updated>2011-12-17T10:29:08.017-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><title type='text'>Dampak Money politik pada PILWU terhadap kemajuan pembangunan masyarakat pedesaan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;Dampak Money politik pada PILWU terhadap kemajuan pembangunan masyarakat pedesaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh : DRS. H. JAJANG S. MUROD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-8CI6ivm60LI/TuzfYugb7wI/AAAAAAAABfY/LJNMq-jAp-o/s1600/DRS.%2BH.%2BJAJANG%2BS.%2BMUROD.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 168px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-8CI6ivm60LI/TuzfYugb7wI/AAAAAAAABfY/LJNMq-jAp-o/s200/DRS.%2BH.%2BJAJANG%2BS.%2BMUROD.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5687166045356027650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Profesionalisme sebuah kepemimpinan, adalah persoalan yang penting dalam sebuah tatanan kehidupan berorganisasi, phenomena yang paling terasa adalah profesionalisme kepemimpinan seorang kepala desa atau yang sering disebut  kuwu di wilayah Indramayu. Untuk menentukan criteria seorang Kuwu yang memiliki kemampuan professional sebagai seorang pemimpin masyarakat, tentu saja bukan persoalan mudah. Hal tersebut, sudah barang tentu terkait dengan proses awal yang cukup panjang dan berliku,  Bermula dari saat pencalonan, proses pemilihan dan lain- lain yang tentu saja banyak mempengaruhi terciptanya sebuah perilaku kepemimpinan pemerintahan Desa yang selanjutnya di sebut KUWU.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Money Politik, Pembodohan Politik dan keterbatasan pemikiran  masyarakat  dalam menentukan pemimpinnya. Adalah sudah menjadi rahasia umum, bahwa hamper disetiap desa khususnya di Kabupaten Indramayu, umumnya di hampir seluruh wilayah Indonesia, setiap terjadi pesta demokrasi pemilihan Kuwu / Kepala desa, betapa hingar bingar, penuh intrik politik, hamper gak ada bedanya&lt;br /&gt;dengan pemilihan bupati, gubernur dan bahkan presiden! Antusiasisme masyarakat&lt;br /&gt;begitu bersemangat  penuh sukacita. Persoalan menjadi sangat memprihatinkan, ketika kita menyaksikan proses politik pemilihan kuwu sudah sering di jadikan sebagai arena money politik, yang pada gilirannya telah mendidik masyarakat menjadi semakin bodoh dan tertinggal dan bahkan gelap mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya masyarakat tiada berdaya ketika dia harus menentukan pilihan hanya kepada calon yang lebih besar memberikan ‘uang’ untuk membeli suaranya. Tak Jarang seorang calon kepala desa sampai harus mengeluarkan koceknya , sampai ratusan juta bahkan ada yang milyar, dengan cara menjual sawah, dan apa saja untuk membeli jabatan  atau kursi Kepala Desa. Dan tentu saja ujungnya adalah dalam rangka investasi yang gak jelas. Mending kalau jadi ! Kalau tidak? Ya habislah investasi tersebut, maka hilang&lt;br /&gt;lah beberapa bau (1 bau = ½ Ha) atau bahkan hektar sawah nya!   Dan kalaupun si calon kuwu menang&lt;br /&gt;dalam pertarungan memperebutkan kursi Kuwu , tentunya ini juga adalah sebuah musibah politik anak bangsa yang berakibat panjang terhadap kemajuan pembangunan masyarakat yang di pimpinnya.&lt;br /&gt;Sebab penulis yakin se yakin-yakin nya, bahwa dibalik minat melakukan investasi (baca : money politik) yang dia lakukan dengan berbagai cara, tentu saja begitu dia menduduki kursi jabatan itu, yang paling pertama kali dia pikirkan adalah, bagai mana dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, dia bisa mengembalikan lebih dari investasi yang pernah dikeluarkan…… dengan berbagai cara juga yang dia lakukan.&lt;br /&gt;Hal ini persis terjadi di masyarakat kebanyakan, dan dari phenomena yang terjadi ini, telah menimbulkan perbagai persoalan menejerial pemerintahan di tingkat desa. Terlalu naïf dan banyak&lt;br /&gt;korban, Sang pemimpin akhirnya menjadi beban masyarakat dan bahkan tidak sedikit yang dictator dan arogan , masyarakat pun menjadi semakin bodoh tentang arti demokrasi.. Mereka menjadi apriori dengan tatanan pembangunan masyarakat desa yang sebenarnya, ternina bobo oleh kondisi yang selama ini terus berlanjut…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesemua persoalan diatas, sebenarnya bermuara pada tanggung jawab para pemimpin yang ada diatas , dipundaknya bertengger tanggung jawab untuk memberikan pencerahan kehidupan politik yang ideal, yang sesuai dengan palsapah Negara maupun nilai nilai agama, yang secara lengkap terurai begitu gamblang dan jelas, yang selalu mengharamkan yang namanya money politik. Pencerahan harus terus diupayakan, Regulasi tentang tatacara PILWU harus lebih di jelaskan, kalau bangsa ini memang mau maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKhirnya penulis berani menyimpulkan bahwa, selama proses pemilihan Kuwu, masih berlangsung dengan pelanggaran-pelanggaran aturan, diantaranya money politik, dan merusak tatanan demokrasi,  serta keluar dari landasan agama, maka pada saat yang sama, kita tidak akan pernah mendapat kemajuan pembangunan yang maksimal di desa tersebut. Wallohu a’lam bissowab……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penulis  adalah Pengajar yang berdomisili : Desa Sanca Kecamatan Gantar Kab. Indramayu &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(intan_peraga@yahoo.co.id, FB : murod icc, Phone : 081947280007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-381634069288826430?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/381634069288826430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=381634069288826430' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/381634069288826430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/381634069288826430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/dampak-money-politik-pada-pilwu.html' title='Dampak Money politik pada PILWU terhadap kemajuan pembangunan masyarakat pedesaan'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8CI6ivm60LI/TuzfYugb7wI/AAAAAAAABfY/LJNMq-jAp-o/s72-c/DRS.%2BH.%2BJAJANG%2BS.%2BMUROD.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-880816405077756607</id><published>2011-12-02T23:45:00.000-08:00</published><updated>2011-12-02T23:47:13.643-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional'/><title type='text'></title><content type='html'>Bahasa Jawa Culture Heritage,&lt;br /&gt;Raja Jawa Ajak Budaya Jawa Dilestarikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TROPONG.COM: Kongres bahasa Jawa ke-V pada tanggal 28-30 November 2011 telah berlangsung dan diikuti sekira 600-an peserta dari Jawa Timur, Jawa Tengah, sdan dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hadir juga perwakilan dari Suriname, Belanda, Australia dan Amerika Serikat (AS). Jika di simak dari perencanaan hingga pelaksanaan sampai penutupan kegiatan KBJ V di Surabaya ini terbilang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KBJ-V merupakan panduan khusus yang melibatkan berbagai studi fora seminar, diskusi dan dialog, khususnya dalam setiap serial kongres bahasa dan budayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Biro Administrasi Kemasyarakatan Sekdaprov Jatim, Thoriq Afandie, menyatakan, KBJ V dilaksanakan atas dorongan niat dedikatif masyarakat pengguna basa jawa demi pelestarian dan pengembangan bahasa dan budaya Jawa maka secara inspiratif dilaksanakan sesuai dengan aspiratif terhadap budaya global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dimana Falsafah Bahasa dan budaya adat Jawa merupakan pitutur yang harus dimengerti, disenangi, serta diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Mulai dari pendidikan yang telah diajarkan.” ujarnya pada saat bertemu para wartawan,  Selasa (29/11/2011) di sela-sela acara KBJ-5 di Hotel JW Marriot, Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Thoriq Afandie, hasil sidang pleno tersebut akan direkomendasikan melalui dinas pendidikan, yang akan dilanjutkan pada pembelajaran. Misalkan melalui metode pengajaran akan lebih digalakkan mengenai bahasa daerah yang mengajarkan nilai-nilai tatanan, tuntunan serta tingkah laku, sejak SD (belajar mengetahui), SMP (belajar menyenangi) dan SMA (mulai menerapkan dan mempraktekannya) pada kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Prof Ayu Sutarto dari Univ Jember juga berpendapat, jika melihat dari evaluasi KBJ-1 sampai dengan KBJ-5, seharusnya KBJ-5 juga berusaha mengakomodasi bahasa, sastra dan budaya, sehingga tidak hanya bahasanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Melainkan dapat meluas menjadi kongres kebudayaan Jawa dan dapat merangkul secara keseluruhan, baik aspek kekayaan bendawi maupun non-bendawi,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu Sutarto mengatakan, dalam hal ini KBJ-5 mempunyai peran utama dalam mensosialisasikan dari kajian masing-masing KBJ yang sudah berjalan. Diantaranya, fashion interest, pendidikan informal dan nonformal sekolah serta intensitas pekerja budaya Jawa/sastrawan Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahasa Jawa merupakan “culture Heritage” yang harus dijaga dan dilestarikan, seperti wayang primo, batik dan keris, menjadikan piwelang (pesan) dan piwulang (ajaran) nya,” tambahnya.&lt;br /&gt;Namun, yang tak kalah penting adalah pemilik modal yang punya pasar menjadi pendukungnya. Pasalnya, selama ini masih pada konteks budaya resistensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namun, bagaimana caranya Jawa Timur bisa mengimplementasi pada local wisdom (kearifan lokal) untuk dijadikan solusi dalam tanggungjawab, sekaligus salah satu ideologi mempertahankan identitas suatu bangsa,” pungkasnya.&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan KBJ V di Surabaya ini Gubernur Jatim Soekarwo dan Gubernur Jateng Bibit Waluyo gagal hadir menjadi panelis. Namundemikian peserta KBJ V bersemangat manakala Gubernur DI Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir menjadi panelis dalam Kongres Bahasa Jawa (KBJ) ke-V, Senin (28/11/2011), di Hotel JW Marriot, Surabaya. Hadirnya Sri Sultan tentu saja memperkuat pentingnya bahasa Jawa dikembangkan sebagai pelanjut Kebudayaan Jawa sebagai kebanggan budaya Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disambut meriah para peserta Kongres Basa Jawa Ke V, Raja Jawa ini berbicara di dalam sidang pleno keempat tersebut menyampaikan makalah berjudul, 'Ngiyataken kapribaden etnis lan budhaya jawi ing pasrawungan global'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah yang disampaikan Sultan tersebut agak berbeda dengan makalah yang dikonfirmasikan kepada panitia acara KBJ ke-V. Sebelumnya, Sultan sengaja menyampaikan makalah berjudul, Penguatan identitas etnik budaya Jawa dalam kehidupan lokal dihadapan ratusan peserta kongres bahasa yang baru pertama kali ini di gelar di hotel berbintang lima tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KBJ V pun berlangsung dengan sukses. Meski banyak yang ngedumel. ' Rekomendasinya dari dulu masih sama dan belum ada perubahan yang signifikan' ujar beberapa orang peserta yang berkumpul sebelum mendapat mobil jemputan menuju daerahnya masing-masing. (NOORS)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-880816405077756607?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/880816405077756607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=880816405077756607' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/880816405077756607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/880816405077756607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/12/bahasa-jawa-culture-heritage-raja-jawa.html' title=''/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-5158054419743925024</id><published>2011-11-30T04:16:00.001-08:00</published><updated>2011-12-06T04:47:22.586-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><title type='text'>316 Kuwu atau Lurah se Kab. Indramayu Terima Motor Inventaris</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-xbi3jlG3lTo/Tt4OhRQav7I/AAAAAAAABe8/GnL4yx3DJeU/s1600/316%2BKuwu%2B%2BLurah%2BTerima%2BMotor%2BInventaris.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-xbi3jlG3lTo/Tt4OhRQav7I/AAAAAAAABe8/GnL4yx3DJeU/s320/316%2BKuwu%2B%2BLurah%2BTerima%2BMotor%2BInventaris.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682995744518881202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BERITA INDRAMAYU - tropong.com&lt;br /&gt;Para kuwu / lurah yang ada di Kabupaten Indramayu kembali mendapatkan kendaraan inventaris roda dua. Bertempat di pendopo Raden Bagus Aria Wiralodra, Selasa (6/12) Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah menyerahkan kendaraan tersebut kepada para kuwu / lurah se Kabupaten Indramayu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Indramayu Drs. Rinto Waluyo mengatakan, keseluruhan kendaraan yang dibagikan berjumlah 316 kendaraan yang disesuaikan dengan jumlah desa / kelurahan di Kabupaten Indramayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang kami bagikan hari ini sebanyak 142 kendaraan, sementara sisanya sebanyak 174 kendaraan segera menyusul dalam waktu yang tidak terlalu lama.” Kata Rinto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah pada kesempatan itu berharap, dengan adanya kendaraan baru ini kinerja para kuwu / lurah semakin meningkat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tujuan pemberian bantuan ini adalah untuk dipergunakan sebagai kendaraan operasional pemerintah desa/kelurahan dalam rangka peningkatan  kinerja, mendorong percepatan pembangunan, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan peningkatan pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan. Sehingga dengan adanya kendaraan baru ini maka kinerjanya harus ditingkatkan.” pinta bupati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lanjut Anna, bantuan kendaraan tersebut berbentuk hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu, sehingga asetnya dibukukan sebagai aset tetap Pemerintah Kabupaten Indramayu. Untuk itu, kendaraan tersebut bisa dimanfaatkan dan pelihara dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat berfungsi optimal dalam pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di desa/kelurahan, saat ini dan di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerahan kendaraan roda dua tersebut secara simbolis diberikan kepada Lurah Karangmalang Kecamatan Indramayu, Kuwu Desa Dukuh Jeruk Kecamatan Karangampel, Kuwu Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg, Kuwu Desa Plosokerep Kecamatan Terisi, Kuwu Desa Sekar Mulya Kecamatan Gabuswetan, dan Desa Anjatan Baru Kecamatan Anjatan. (noors/deni/humasimy)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-5158054419743925024?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/5158054419743925024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=5158054419743925024' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5158054419743925024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5158054419743925024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/11/316-kuwu-atau-lurah-se-kab-indramayu.html' title='316 Kuwu atau Lurah se Kab. Indramayu Terima Motor Inventaris'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-xbi3jlG3lTo/Tt4OhRQav7I/AAAAAAAABe8/GnL4yx3DJeU/s72-c/316%2BKuwu%2B%2BLurah%2BTerima%2BMotor%2BInventaris.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-5806579259518925191</id><published>2011-11-30T04:16:00.000-08:00</published><updated>2011-11-30T04:20:53.809-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kongres Bahasa Jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita foto'/><title type='text'>Berita Foto Kongres Bahasa Jawa V 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-bRa3t4O14QU/TtYffAudTdI/AAAAAAAABek/2bz7jDab5cM/s1600/381110_329027703780252_100000190754963_1504219_1257772218_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-bRa3t4O14QU/TtYffAudTdI/AAAAAAAABek/2bz7jDab5cM/s320/381110_329027703780252_100000190754963_1504219_1257772218_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680762597605723602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-9gASxYVV44c/TtYffMR65ZI/AAAAAAAABeY/LxxlryZSuVo/s1600/378787_329013343781688_100000190754963_1504160_178949831_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-9gASxYVV44c/TtYffMR65ZI/AAAAAAAABeY/LxxlryZSuVo/s320/378787_329013343781688_100000190754963_1504160_178949831_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680762600707253650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-9Ac0bQnt-so/TtYfflU3ONI/AAAAAAAABew/hriWIqjdqSI/s1600/381110_329027707113585_100000190754963_1504220_441235629_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 307px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-9Ac0bQnt-so/TtYfflU3ONI/AAAAAAAABew/hriWIqjdqSI/s320/381110_329027707113585_100000190754963_1504220_441235629_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680762607430482130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-qLlWgI-Cwf0/TtYfSARGiCI/AAAAAAAABeA/wg6xIg6ovug/s1600/378787_329013333781689_100000190754963_1504157_907376232_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 233px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-qLlWgI-Cwf0/TtYfSARGiCI/AAAAAAAABeA/wg6xIg6ovug/s320/378787_329013333781689_100000190754963_1504157_907376232_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680762374144296994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-btAVBJJ6t5A/TtYfR-zU6lI/AAAAAAAABd0/Hu9j-R43yPA/s1600/378787_329013330448356_100000190754963_1504156_2092340220_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-btAVBJJ6t5A/TtYfR-zU6lI/AAAAAAAABd0/Hu9j-R43yPA/s320/378787_329013330448356_100000190754963_1504156_2092340220_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680762373750975058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-XlCIa0vMS28/TtYfRrX7THI/AAAAAAAABdo/2yzBown97a8/s1600/386697_329015353781487_100000190754963_1504173_645926914_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-XlCIa0vMS28/TtYfRrX7THI/AAAAAAAABdo/2yzBown97a8/s320/386697_329015353781487_100000190754963_1504173_645926914_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680762368535776370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-3P5pNLMXHhk/TtYfRShdKuI/AAAAAAAABdc/DY-kBQd-tRc/s1600/386697_329015350448154_100000190754963_1504172_1608883539_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3P5pNLMXHhk/TtYfRShdKuI/AAAAAAAABdc/DY-kBQd-tRc/s320/386697_329015350448154_100000190754963_1504172_1608883539_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680762361864858338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-SHvaII1Vfk8/TtYfSUUETTI/AAAAAAAABeM/Y1CfxAF_U9I/s1600/378787_329013337115022_100000190754963_1504158_210349497_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-SHvaII1Vfk8/TtYfSUUETTI/AAAAAAAABeM/Y1CfxAF_U9I/s320/378787_329013337115022_100000190754963_1504158_210349497_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680762379525442866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-5806579259518925191?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/5806579259518925191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=5806579259518925191' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5806579259518925191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5806579259518925191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/11/berita-foto-kongres-bahasa-jawa-v-2011.html' title='Berita Foto Kongres Bahasa Jawa V 2011'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-bRa3t4O14QU/TtYffAudTdI/AAAAAAAABek/2bz7jDab5cM/s72-c/381110_329027703780252_100000190754963_1504219_1257772218_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-5054676015079623681</id><published>2011-11-30T03:16:00.000-08:00</published><updated>2011-12-06T04:51:27.092-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><title type='text'>Ribuan Personil Siap Amankan Pilwu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-XxmavCoLWQg/Tt4Pv_p666I/AAAAAAAABfI/8gn1wFv11Is/s1600/Ribuan%2BPersonil%2BSiap%2BAmankan%2BPilwu.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-XxmavCoLWQg/Tt4Pv_p666I/AAAAAAAABfI/8gn1wFv11Is/s320/Ribuan%2BPersonil%2BSiap%2BAmankan%2BPilwu.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682997097003674530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BERITA INDRAMAYU – tropong.com&lt;br /&gt;Sebanyak 2.734 personil Polres, Brimob, Kodim 0616, Satpol PP, Linmas ditambah Orari siap mengamankan jalannya pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan kuwu (pilwu) di 136 desa yang tersebar di Kabupaten Indramayu, Rabu (7/12) besok. Kesiapan itu terungkap dalam gelar pasukan yang digelar di alun-alun Kabupaten Indramayu dengan inspektur upacara Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah. Selasa (6/12).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, Anna Sophanah mengatakan, pelaksanaan pilwu secara serentak tersebut sudah dilakukan empat kali dan berjalan sukses bahkan tak menemui kendala yang berarti sampai dengan pelantikannya. Anna berharap, dalam ajang pilwu yang dilakukan serentak pada Rabu (7/12) besok di 136 desa pada 30 kecamatan tersebut  tentunya dengan kondisi yang aman, tertib serta kondusif. Pilwu serentak ini perlu dilakukan mengingat sangat mendesaknya kebutuhan akan pelayanan kepada masyarakat, dikarenakan kuwu di 136 desa tersebut telah dan akan habis masa jabatannya atau meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar PolisiH. Rudi Setiawan, usai mengikuti gelar pasukan kepada humasindramayu.com mengatakan, ribuan personil yang akan melakukan pengamanan pemilihan kuwu terdiri dari 410 personil gabungan anggota Polres dan Polsek 250 personil anggota BKO Polres - polres tetangga antara lain dari Polres Cirebon, Majalengka, Subang, Kuningan dan Polresta Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kata Rudi, ditambah dengan anggota Brimob sebanyak 250 personil, Kodim 415 personil, Satpol PP 170 personil, Orari 139 personil dan Linmas 685 personil. " Untuk penempatan personil anggota Brimob di bagi 3 wilayah antara lain di Barat di Polsek Patrol dan Polsek Haurgeulis. Wilayah Tengah di Polsek Lohbener dan Losarang dan Wilayah Timur di Polsek Juntinyuat dan Polsek Sliyeg. Anggota gabungan polres, polsek dan BKO Polres Tetangga di tempatkan di seluruh tempat pemungutan suara. sedangkan anggota Kodim anantinya langsung ditempatkan di tiap-tiap desa 3 sampai 4 personil, " kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan Rudi, untuk kekuatan personil di tempat pemungutan suara (TPS) dibagi 2, yakni TPS yang Rawan sebanyak 22 buah yang nantinya pada masing-masing TPS itu akan ditempatkan 10 personil. Sedangkan TPS Aman sebanyak 115 buah masing-masing 5 personil.(noors/deni/humasimy)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-5054676015079623681?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/5054676015079623681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=5054676015079623681' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5054676015079623681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5054676015079623681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/11/ribuan-personil-siap-amankan-pilwu.html' title='Ribuan Personil Siap Amankan Pilwu'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-XxmavCoLWQg/Tt4Pv_p666I/AAAAAAAABfI/8gn1wFv11Is/s72-c/Ribuan%2BPersonil%2BSiap%2BAmankan%2BPilwu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-5901514948247480868</id><published>2011-11-19T03:56:00.001-08:00</published><updated>2011-11-19T03:58:55.070-08:00</updated><title type='text'>FUNGSI  WAYANG SANTRI BAGI KI ENTUS SUSMONO</title><content type='html'>WAYANG SANTRI HASIL PERENUNGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENDENGAR nama dan ada pagelaran ‘wayang santri’ bagi sebagian warga yang bermukim di area Pantura Tegal, bukan lagi kabar yang aneh. Sudah tentu mereka tidak lagi asing dengan penampilan sosok dalang kondang multi talenta asal Desa Bengle Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Siapa lagi kalau bukan hasil dari perenungan panjang seorang dalang sekaligus kreator besar abd ini; Ki Enthus Susmono. Wayang Santri itu hadir ditengah dinamika kehidupan warga pesisir Pantura. Wayang Santri menurut Ki Entus lahir di tahun 2006. Dalam perjalanannya kini Wayang Santri terus diperlukan untuk menjalankan misi, membantu para kyai guna menjabarkan ‘kawruh’ (pengetahuan) agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Enthus mengakui pada awal lahirnya Wayang Santri ini bermula lahir setelah ia memperoleh gelar dalang terbaik Jawa Tengah yang diteruskan dengan ajang Festival Wayang Internasional di Bali. “Dalam wayang santri, saya hanya menggunakan sembilan pengrawit, total sepuluh dengan saya sebagai dalangnya. Disinilah saya kembali terpacu menciptakan syair lagu-lagu baru dibawah bimbingan KH Fuad Hasyim dan ada juga syair yang diambil dari lagu-lagu Nahdhatul Ulama,” tutur Ki Enthus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari tempaan latihan rutin bersama komunitas wayang santri itulah, fungsi Ki Enthus tetap sebagai dalang yang piawai. Namun misi pedalangan dalam wayang santri ini menurut Ki Entus terfokus khusus  membantu kinerja para kyai untuk menjabarkan kawruh agama Islam. Saat ini banyak kalangan kyai yang memberi kontribusi naskah untuk mendukung pementasan wayang santri. Adapun Wayang Santri karya Ki Entus Susmono ini ada yang berupa wayang golek, dan wayang kulit, dalam beberapa kali pentas Ki Entus mampu tampil dengan cerita yang konseptual bahkan peka dengan tema sosial, keagamaan seperti peringatan 1 Suro, Maulud Nabi, Rajaban, Ramadhan, Syawalan, hingga peringatan HUT RI. Hingga kini, kedekatan antara masyarakat dan Dalang Kondang Serba Bisa Ki Entus Susmono tersebut tumbuh menjadi komunitas Wayang Santri yang kian memikat audiennya. ( noors)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-5901514948247480868?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/5901514948247480868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=5901514948247480868' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5901514948247480868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5901514948247480868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/11/fungsi-wayang-santri-bagi-ki-entus.html' title='FUNGSI  WAYANG SANTRI BAGI KI ENTUS SUSMONO'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-3406282601439498841</id><published>2011-11-19T03:06:00.000-08:00</published><updated>2011-11-19T03:27:28.801-08:00</updated><title type='text'>TENTANG WAYANG SANTRI KI ENTUS SUSMONO</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;&lt;w:worddocument&gt;&lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;&lt;w:displayhorizontaldrawinggridevery&gt;0&lt;/w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery&gt;&lt;w:displayverticaldrawinggridevery&gt;2&lt;/w:DisplayVerticalDrawingGridEvery&gt;&lt;w:documentkind&gt;DocumentNotSpecified&lt;/w:DocumentKind&gt;&lt;w:drawinggridverticalspacing&gt;7.8&lt;/w:DrawingGridVerticalSpacing&gt;&lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;&lt;w:compatibility&gt;&lt;/w:Compatibility&gt;&lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;div class="Section0" style="text-align: justify;"&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;WAYANG SANTRI HASIL PERENUNGAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;MENDENGAR &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;nama dan ada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;pagelaran ‘wayang santri’ bagi sebagian warga yang bermukim di area Pantura Tegal,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;bukan lagi kabar yang aneh. Sudah tentu mereka &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;id&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;ak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;lagi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;asing dengan penampilan sosok dalang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;kondang multi talenta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;asal Desa Bengle Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;Siapa lagi kalau bukan hasil dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;perenungan panjang seorang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;dalang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;sekaligus kreator besar abd ini; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;Ki Enthus Susmono&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;. Wa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;antri itu hadir ditengah dinamika kehidupan warga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;pesisir Pantura. Wayang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;antri &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;menurut Ki Entus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;lahir &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;tahun 2006&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;alam perjalanannya kini &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;Wayang Santri &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;terus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;diperlukan untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;menjalankan misi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt; membantu para kyai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;guna&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt; menjabarkan ‘kawruh’ (pengetahuan) agama Islam. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;Ki Enthus mengakui &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;pada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;awal lahirnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;W&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;ayang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;antri ini bermula &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;lahir setelah ia mem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;peroleh gelar dalang terbaik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;Jawa Tengah yang diteruskan dengan ajang Festival Wayang Internasional di Bali. “Dalam wayang santri,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;saya hanya menggunakan sembilan pengrawit, total sepuluh dengan saya sebagai dalangnya. Disinilah saya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;kembali terpacu menciptakan syair lagu-lagu baru dibawah bimbingan KH Fuad Hasyim dan ada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;juga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;syair &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;yang diambil &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;dari lagu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;-lagu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt; Nahdhatul Ulama,” tutur Ki Enthus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;Berangkat dari tempaan latihan rutin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;bersama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt; komunitas wayang santri itulah, fungsi Ki Enthus tetap sebagai dalang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;yang piawai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;. Namun misi pedalangan dalam wayang santri ini &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;menurut Ki Entus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;terfokus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;khusus  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;membantu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;kinerja &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;para kyai untuk menjabarkan kawruh agama Islam. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;Saat ini b&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;anyak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;kalangan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;kyai yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;memberi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;ontribusi naskah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;untuk mendukung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;pementasan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;wayang santri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;Adapun Wayang Santri karya Ki Entus Susmono ini&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;ada yang berupa wayang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;golek&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;, dan wayang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;kulit, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;dalam beberapa kali pentas Ki Entus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;mampu tampil dengan cerita&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;yang konseptual &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;bahkan peka dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt; tema&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt; sosial, keagamaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt; seperti peringatan 1 Suro, Maulud&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt; Nabi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;, Rajaban,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;Ramadhan, Syawalan, hingga peringatan HUT RI. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;Hingga kini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;, kedekatan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;antara masyarakat dan Dalang Kondang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;Serba Bisa Ki Entus Susmono &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;tersebut tumbuh menjadi komunitas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;W&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;ayang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;antri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt; yang kian memikat audiennya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt; ( noors)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-3406282601439498841?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/3406282601439498841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=3406282601439498841' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/3406282601439498841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/3406282601439498841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/11/tentang-wayang-santri-ki-entus-susmono.html' title='TENTANG WAYANG SANTRI KI ENTUS SUSMONO'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-3855895259449503934</id><published>2011-11-19T01:32:00.000-08:00</published><updated>2011-11-19T03:05:52.943-08:00</updated><title type='text'>DANA PUAP DIMONOPOLI</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;&lt;w:worddocument&gt;&lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;&lt;w:displayhorizontaldrawinggridevery&gt;0&lt;/w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery&gt;&lt;w:displayverticaldrawinggridevery&gt;2&lt;/w:DisplayVerticalDrawingGridEvery&gt;&lt;w:documentkind&gt;DocumentNotSpecified&lt;/w:DocumentKind&gt;&lt;w:drawinggridverticalspacing&gt;7.8&lt;/w:DrawingGridVerticalSpacing&gt;&lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;&lt;w:compatibility&gt;&lt;/w:Compatibility&gt;&lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;div class="Section0" style=""&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 18pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;Dana PUAP Desa Capar Dimonopoli&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 18pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-size: 18pt; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Slawi, tropong-- Peraturan pemerintah dibuat untuk ditaati. Melalui pelaksanaan kegiatan pemerintahan yang sesuai dengan aturan itulah kehidupan di masayarakat akan tercipta kedamaian dan ketentraman. Namun demikian kondisi sebaliknya justru masih saja ada yang berani melawan aturan. Entah sengaja atau bukan itu masih terus saja berjalan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Begitu pun larangan Peragkat Desa untuk tidak merangkap jabatan, merupakan aturan pemerintah yang sudah ditetapkan. Apalagi jika yang bersangkutan menjabat sebagai ketua, atau anggota BPD, dan lembaga kemasyarakatan lainnya di tingkat desa. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Terbukti saat ini ada yang dengan terang-terangan pamong desa yang merangkap menjadi ketua TPK, PNPM dan juga sebagai anggota lembaga tersebut. Di beberapa tempat lain ada juga perangkat desa yang masuk kepengurusan program-program pemerintah lainnya seperti Program Usaha Agro Bisnis Pedesaan (PUAP). Sebagai contoh pamong desa yang ada di desa Capar Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Di Desa Capar ini, ditenemukan data oleh tropong beberapa perangkat desa yang memiliki jabatan doble (ganda-red) yang menangani lembaga pengembangan perekonomian desa . Padahal semestinya dijabat oleh non perangkat desa. Dari data yang diperoleh tertera untuk Desa Capar yang telah memperoleh anggaran PUAP dari pusat sebesar Rp 100.Juta.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Dalam RUK (Rencana Usaha Kelompok) dana PUAP untuk Desa Capar diperuntukkan bagi 3 kelompok. Diantaranya "Kelompok Dewi Sri" yang diketuai oleh Raswan (50). Raswan nota benenya adalah perangkat desa sengan jabatan lebe. Berdasarkan pengakuannya, Lebe Raswan memperoleh dana PUAP sebesar Rp 40 juta yang alokasinya diperuntukan bagi 80 orang anggotanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Kelompok kedua bernama "Sari Bumi" yang diketuai oleh Sarudin (45) yang nota benenya juga sebagai PNS ; Carik Desa Capar.  Sarudin sebagai ketua kelompok memperoleh dana Rp 35 juta untuk dialokasikan bagi anggotanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Adapun kelompok yang ketiga bernama ' Karya Tani" yang diketuai oleh Seno (43). Seno lah satu-satunya penanggungjawab kelompok yang bukan perangkat desa. Di kelompoknya ini, Seno memperoleh dana Rp 35 juta untuk dibagikan pada anggotanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Namun demikian dari keterangan Raspan selaku ketua kelompok "Dewi Sri" anggotanya hingga kini sudah mengembalikan uang sebesar Rp 26 juta sebelum lebaran yang lalu. Namun demikian Raspan tidak pernah menyimpan dana pengembalian dari anggota. Menurut pengakuannya uang tersebut telah disetorkan kepada pihak bendara PUAP yaitu Daryati. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Uang pengembalian dari anggota kelompok lain juga telah dikembalikan pada bendahara. Baik kelompok yang diketuai oleh Sarudin dan Seno sama-sama telah menyetorkan uang pengembalian pinjaman anggotanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Meski begitu masyarakat Capar saat ini tengah mempersoalkan kondisi PUAP yang semestinya bisa kembali membantu memberi pinjaman atas dana perguliran  yang berlangsungs elama ini. Tapi pada kenyataannya perguliran dana bantuan PUAP kok malah tidak mampu kembali merealisasikan permohonan pinjaman pada anggotanya yang sangat membutuhkan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Menurut Raswan semestinya uangnya kan ada di bendahara, dan bisa kembali digulirkan. Keluhan masyarakat Capar ini terkait dengan di musim tanam sekarang ini para petani tengah membutuhkan dana untuk persiapan tanam dan kebutuhan lain di musim tanam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Sementara itu Raswan, ketika dikonfirmasi terkait ajuan pinjaman baru anggotanya tidak bisa berkutik. Persoalannya sudah sejak lama dana PUAP tersebut disetorkan pada bendahara. Dan ia tidak tahu menahu uangnya selama ini diapakan. Karena setelah peminjaman awal belum pernah ada realisasi peminjaman baru.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;" Saya tidak bisa berbuat apa-apa wong dananya konon disimpan bendahara, Katanya disimpan di bank. Jadi bukan saya mempersulit pinjaman anggota, meskipun mereka terus menagih kapan bisa meminjami kembali, saya tidak bisa menjawab kapan waktunya. Karena bendahara minta agar yang pada nunggak membayar dulu baru bisa digulirkan kembali" jelas Raswan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Sementara itu Raswan saat menanyakan posisi sebenarnya uang yang semestinya dipinjamkan kembali pada anggota, malah memperoleh jawaban dari bendahara bahwa pinjaman baru akan direalisasi setelah semua anggota mengembalikan dana tanpa ada yang menunggak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;" Tentu saja ini tidak mungkin, kan, Yang namanya orang ada yang lancar ada pula yang bermasalah. Masa mau dipukul rata. Menurut saya kan yang lancar lah yang harus dibantu lagi. Apalagi dalam pelaksanaannya pihak pengelola memperoleh keuntungan. Jika seperti ini Bendahara telah terbukti memonopoli dana PUAP.,'" keluh Raswan pula. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Di lain pihak Kepala Desa Capar, Santoso kepada Kontras menjelaskan bahwa kondisi dana PUAP di Desa Capar memang sedang bermasalah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;" Saya sendiri juga punya pinjaman Rp 1 juta, tapi bukan berarti saya tidak akan membayar. Wong saya mau bayar bendahara sudah membuat aturan sendiri tidak memberi pinjaman baru pada anggota. Ini jelas aneh. Pada saya selaku Penanggung jawab saja susah, apalagi untuk anggota yang lain," ujar kades Santoso.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;Kades pun menyayangkan tindakan bendahara PUAP yang kurang tanggap pada kepentingan anggota kelompok padahal mereka sangat membutuhkan. Apapaun alasannya meski dana itu telah di simpan di Bank, ini adalah sikap monopoli yang tidak terpuji. Tegas Santoso.***     (David/noors)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="p0" style="margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: 'Arial';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-3855895259449503934?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/3855895259449503934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=3855895259449503934' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/3855895259449503934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/3855895259449503934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/11/dana-puap-dimonopoli.html' title='DANA PUAP DIMONOPOLI'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-3153477435899727525</id><published>2011-11-12T22:39:00.000-08:00</published><updated>2011-11-12T23:07:46.718-08:00</updated><title type='text'>HUMAS BREBES AJAK WARTAWAN DAN SKPD PLESIRAN</title><content type='html'>HUMAS KEMBALI LAKUKAN PROGRAM PLESIRAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Brebes, 12 Nopember kemarin lakukan kembali program  plesiran bagi wartawan yang masuk kriteria Pilihan Ka HUMAS. jika di tahun 2010 lalu HUMAS Brebes mengajak ratusan wartawan untuk ikut program PRESS TOUR, tahun ini Humas hanya megajak kurang dari 90 wartawan yang masuk kriteria suka-suka ka Humas.  Dari data yang diperoleh Tropong.com, Humas Brebes telah memangkas lebih dari 75 persen nama wartawan yang jelas memiliki media baik cetak maupun elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Demikian Pihak Humas yang dikepalai Drs. Atmo Tan Sidik, menyatakan pada tropong beberapa waktu lalu langkah yang dilakukannya sebeagai bentuk pemilihan yang benar. Atrinya bagi nama dan media yang beredar di Brebes namun tidak tertera di HUMAS, maka itu dinyatakan tidak memiliki ikatan kemitraan. Sungguh apa yang dilakukan Armo Tan SIdik ini jelas jelas merupakan bentuk diskriminatif terhadap media masa yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Drs. Atmo saat dimintai keterangan perihal data wartawan yang di akumudir oleh Humas Brebes tidak mau menjawab. Padahal anggota DPR Yanuar Hudadalam penjelasannya mengatakan anggaran untuk kegiatan humas utuk kerjasama dengan wartawan dan sosialisasi kegiatan humas nilainya setiap tahun bertambah. Jika ini benar maka ada dugaan Ka Humas Brebes melakukan tindakan semaunya sendiri atas keputusan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Pres Tour yang kemarin dilaksanakan Humas bersama UPTD agaknya bernilai Politis. Karena kegiatan yang rencananya dilaksanakan hari minggu 14 November 2011 di kebun teh Brebes selatan itu malah diajukan hari sabtu  13 November 2012. Indikasi lain yang sangat jelas bertujuan untuk sosialisasi Pilkada Bupati itu pun dengan jelas menunjukkan tidak fair nya Humas sebagai lembaga yang semestinya lebih mementingkan rakyat dan membela anggaran yang ebrasal dari uang rakyat tadi untuk program kemaslahatan masyarakat Brebes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga berita ini diturunkan, pihak Tropong kini tengah menghimpun data-data yang melibatkan ka Humas Brebes dalam penghamburan uang negara tidak sesua juklak dan juknis, serta kecenderungannya melakukan manuver guna mensosialisasikan populeritas Bupati Agung Widyantoro SH. MH. yang menurut masyarakat Brebes sudah merupakan langkah merugi Bupati Agung jika yang bersangkutan mencalonkan Bupati Brebes tahun 2012 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'apa yang dilakukan Atmo sudah sangat berlebihan. dia telah mengatur kegiatan pertemuan guru, pegawai atau apapun difungsikan sebagai bentuk propaganda untuk menyukseskan Bupati Agung sebagai calon bupati. jika ini dibiarkan maka sangat jelas merugikan rakyat, karena kelak jika tidak ada yang siap mencalonkan diri, dan ada kecenderungan curi starnya AGUNG  di masyarakat dapat membuat ciutnya kemunculan calon lain. Ini kan jelas tidak demokratis. Jika terus begini kami akan berhimpun dengan lapisan amsyarakat untuk bergerak menyuarakan demokrasi yang sebenar-benarnya dan Tidak memilih calon Bupati yang dulu-duluan kampanye gambatr, ucap pensiunan Kepsek  SD Brebes tanpa mau menunjukkan jatidirinya.&lt;br /&gt;sampai kini kecenderungan Bupati Agung lakukan pencurian star publikasi atas rencana pencalonannya sebagai Bupati Brebes 2012-1007.*** Si Co  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-3153477435899727525?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/3153477435899727525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=3153477435899727525' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/3153477435899727525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/3153477435899727525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/11/humas-brebes-ajak-wartawan-dan-skpd.html' title='HUMAS BREBES AJAK WARTAWAN DAN SKPD PLESIRAN'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-225747954837075116</id><published>2011-11-02T22:01:00.000-07:00</published><updated>2011-11-02T22:07:21.857-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Pemalang'/><title type='text'>Kades Gendoang Monopoli Jabatan dan Arogan</title><content type='html'>Pemalang, tropong.com-- Kepala Desa Gendoang Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang diduga telah melakukan monopoli jabatan di desanya. Hal ini terungkap manakala salah satu ketua pelaksana proyek PNPM ketika didatangi wartawan selalu menghindar. Selidik punya selidik usai ditemui dan diminta keterangan perihal kegiatannya merasa tidak tahu menahu, hanya menyebutkan semua pelaksanaan kegitan proyek di Desa Gendoang dipegang secara langsung kepala desa, adapun pelaksana kegiatan hanya dipakai nama saja. Begitu juga soal keuangan diserahkan pada kepala desa.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari pantauan wartawan, pelaksanaan proyek di Desa Gendoang keuangannya dipegang langsung oleh kepala desa termasuk proyek PPIP (Program Pembangunan Infrastuktur Pedesaan) yang baru saja selesai dilaksanakan. Parahnya lagi rehab rumah miskin yang diduga dibangun memalui dana ADD tahun 2006, untuk dua unit rumah atas nama Waryad dan Ma'ami warga RT 03 RW 02, hingga kini pelaksanaan pembangunannya belum direalisasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keadaan rumah saya sudah sangat memprihatinkan. janjinya rumah saya mau direhab. padahal sudah difoto segala, eh.. tidak dilaksanakan. Bahkan rumah Waryad yang janjinya mau diperbaiki sampai dia mati belum diapa-apakan. Jelas semua janji Kepala Desa bohong belaka," keluh Ma'ami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakjelasan kinerja kades Gendoang juga nampak mana kala telah menelantarkan nasib 3 perangkat desanya. Yakni, Sri Mulyati (Kaur Umum), Fauzi (Kadus 1), Arisyanto (Kadus 2) sejak dilantik sebagai perangkat desa 18 Juli 2011, hingga sekarang belum diberikan. Konon menurut Arisyanto SK-- nya masih ditahan kepala desa.&lt;br /&gt;"Saya sudah menanyakan SK-nya ke Pak Camat, beliau mengatakan sudah diberikan pada Kepala Desa. Ini kan bukti Pak Kades menahan SK kami. Entah apa maksudnya," ujar Arisyanto ketika ditemui ditempat kediamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat terpisah nasib yang sama dialami oleh Kadus 3, Mirsun. Ia juga mengaku telah didzolimi oleh Kepala Desa. Karena SK-nya dipinjamkan uang sama pak kades ke BKK Moga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya memang menandatangani pinjamnan tersebut sebesar Rp 10 juta. Namun saya menerima dari BKK cuma sebesar Rp 9.300.000,-, Uang ini kemudian diambil kepala Desa AR. Adapun saya cuma dikasih Rp 1.900.000,-." Ucap Mirsun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut menurut keterangan Mirsun, tindakan pak kades menjaminkan SK-nya pada BKK itu katanya untuk menutup tunggakan Raskin. Bahkan janjinya akan mengembalikan setelah dana ADD keluar. Tapi hingga dana ADD keluar itu tidak dikembalikan. Sementara tunjangannya sebagai perangkat desa yang semestinya diterimanya sebesar Rp 720 ribu selama empat bulan kemarin, hanya Rp 800.ribu saja itu artinya yang membayar cicilan di BKK saya. Berati hasil pekerjaan dari pengabdian, Mirsun, harus terus menjadi jaminan hingga tahun 2013. Dan nasibnya terus dikebiri untuk menanggulangi piutang Kepala Desa Gendoang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kondisinya seperti ini terus jadi malas bekerja. Masa uang yang memakai kepala Desa kok saya yang menanggung. Saya kok harus menanggung pekerjaan dengan upah yang terus dipotong hingga tahun 2013.." ucapnya sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan mirsun, SK Kadus 3 nya diakali AR, Kepala Desa Gendoang sejak 8 bulan yang lalu. Sementara jabatan Kepala Desa sendiri akan berakhir sekitar bulan Mei 2012. Jika AR berhenti dari jabatannya tentu nasibnya pun akan terus menggantung. Kepada Kontras ia berharap aparatur hukum di Pemalang untuk turun tangan mengatasi perilaku kepala desanya yang arogan tersebut.(DAVID/NOORS)   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-225747954837075116?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/225747954837075116/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=225747954837075116' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/225747954837075116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/225747954837075116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/11/kades-gendoang-monopoli-jabatan-dan.html' title='Kades Gendoang Monopoli Jabatan dan Arogan'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-5084816433404299190</id><published>2011-10-26T04:32:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T04:41:57.264-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Tegal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Tegal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bertia kota tegal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional--Kota Tegal'/><title type='text'>SENIMAN TEGAL MINTA SEKDA MUNDUR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-eF5bn39M2Vs/TqfxWpNQotI/AAAAAAAABb8/jPDi9bOcqTY/s1600/DSC02876.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-eF5bn39M2Vs/TqfxWpNQotI/AAAAAAAABb8/jPDi9bOcqTY/s320/DSC02876.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667764027389944530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kota Tegal-- Ratusan seniman Kota Tegal, bersama jajaran Dewan Kesenian Kota Tegal, Dewan Pendidikan, PGRI dan elemen masyarakat pecinta seni, Kamis 20 Oktober 2011 turun ke jalan. Mereka memulai langkah dari gedung Wanita/gedung kesenian menuju Balai kota Tegal untuk berdemonstrasi menuntut mundur Sekda Kota Tegal Edi Pranowo SH, MH.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demostrasi yang dipimpin oleh Koordinasi Lapangan (korlap) Nurhidayat Poso, itu memperoleh dukungan besar dari lapisan masyarakat. Tak pelak gerbang Pemkot tegal pun dijaga ketat oleh Anggota Polresta Tegal dan Satpol PP. Namun upaya seniman dalam pelaksanaan demo tersebut tak bisa dibendung oleh kekuatan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-oYSwh79oUCc/TqfxVguqGhI/AAAAAAAABbk/SX4xf1rpso4/s1600/DSC02817.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-oYSwh79oUCc/TqfxVguqGhI/AAAAAAAABbk/SX4xf1rpso4/s320/DSC02817.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667764007934237202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terbukti meski ketua Korlap dan perwakilannya saja yang hanya boleh masuk menemui Sekda, pada kenyataannya Para pendemo tak bisa dihentikan. Mereka membacakan 5 tuntutan dengan iringan musik balo-balo khas tegal dan yel-yel yang membangkitkan semangat warga masyarakat kota Tegal untuk menggugat Sekdanya yang dinilai arogan dan feodal.&lt;br /&gt;Bahkan korlap bersama jajaran Dewan Kesenian yang dipimpin Nurngudiono, Dewan pendidikan yang diketuai H. Sisdiono Ahmad, menolak bertemu Sekda apabila rombongan seniman pendemo tidak diperbolehkan memasuki pendopo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha mereka berhasil. Kapolresta Tegal AKBP Haryadi Muktas SIK, yang hadir di tengah-tengah pendemo akhirnya memberi kesempatan untuk pada demonstran memasuki pendopo Wali Kota Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya persilahkan semuanya masuk, asal harus tetap beretika dan nuansa budaya. Coba bunyikan balo-balonya pake lagu Sinok-Sitong," ujar Kapolres sembari beramai-ramai memasuki Balai Kota Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-rquY0WjCYIQ/TqfxV7a-AsI/AAAAAAAABbw/I69fQe9V33o/s1600/MENDEKAT%2BALUN2%2BKOYA%2BTEGAL.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-rquY0WjCYIQ/TqfxV7a-AsI/AAAAAAAABbw/I69fQe9V33o/s320/MENDEKAT%2BALUN2%2BKOYA%2BTEGAL.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667764015099413186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di pendopo semua seniman dan budayawan berkumpul dan terus berorasi menyanyikan lagu mundur-Sekda dalam irama Balo-balo. Sementara itu 5 perwakilan pendemo dipersilahkan melakukan dialog langsung dengan Sekda di ruangan Wakil Walikota, H. Habib Ali.&lt;br /&gt;Dalam dialog tersebut  perwakilan seniman membacakan semua tuntutan dan permintaaan maaf Sekda terhadap semua insan seni Kota Tegal. Dan Ketua Korlap Nurhidayat meminta agar Sekda menyampaikan maafnya di depan para pendemo. Kesepakatan tersbut kemudian dipenuhi oleh sekda didampingi Wakil Walikota dan Kapolsek Tegal Timur, Kompol Teguh.&lt;br /&gt;Sebelum masuk ke mimbar para pendemo, Sekda Edi Pranowo, menyampaikan berbagai tanggapan atas demo yang dilakukan para seniman kepada wartawan. Ia mengakui status tersangka terkait dugaan korupsi uang sewa kios Pasar Pagi yang sudah dilimpahkan Mabes Polri kepada polda jateng sejak tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekda juga mengakui banyak kesalahannya yang selama ini kurang bisa diterima oleh masyarakat seni. Begitu juga tentang kurang transparannya pemkot dalam pembangunan Gedung Taman Budaya Kota tegal yang menelan anggaran 5 milyar dan tidak melibatkan lembaga seni di Kota tegal.&lt;br /&gt;"Semua pelaksanaan pembangunan TBT itu kan langsung dibawah SKPD, jadi soal ketidak terlibatan seniman dengan proses pembangunannya, saya tidak tahu menahu. NAmun andai itu yang jadi persoalan inti, maka kami berjanji di masa datang akan ditingkatkan kemitraan Pemkot dengan lembaga seni yang ada,' jelas Edi Pranowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pada akhirya Wakil Walikota H. Habib Ali, berhasil menjembatani permohonan maaf Sekda Edi Pranowo pada jajaran seniman dan masyarakat seni kota Tegal, beberapa tokoh seni dan elemen masyarakat kota Tegal tetap meminta agar Sekda mundur dari jabatannya terkait statusnya sebagai Tersangka sebagaimana disampaikan Rama Ade Putra. Begitu juga H. Sisdiono Ahmad menolak bantuan mobil dan peningkatan anggaran apabila Sekda Kota Tegal belum lengser dari Jabatannya. ***(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NOORS&lt;/span&gt;) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-5084816433404299190?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/5084816433404299190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=5084816433404299190' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5084816433404299190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5084816433404299190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/seniman-tegal-minta-sekda-mundur.html' title='SENIMAN TEGAL MINTA SEKDA MUNDUR'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-eF5bn39M2Vs/TqfxWpNQotI/AAAAAAAABb8/jPDi9bOcqTY/s72-c/DSC02876.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-4851883152462241983</id><published>2011-10-26T04:21:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T04:31:21.296-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Slawi'/><title type='text'>BERITA SLAWI - Sesuai KIP ADD Harus Transparan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ThjLREEi4ic/TqfvPlZuHoI/AAAAAAAABbY/PWG1JYoyQ_c/s1600/Sesuai%2BKIP%2BADD%2BHarus%2BTransparan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ThjLREEi4ic/TqfvPlZuHoI/AAAAAAAABbY/PWG1JYoyQ_c/s320/Sesuai%2BKIP%2BADD%2BHarus%2BTransparan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667761707086126722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Slawi, TROPONG.COM-- Hasil temuan relawan LSM Kipmentah yang telah dilporkan kepada Polres Slawi, sampai kini hasilnya masih mengambang. Laporan dugaan pelanggaran ADD tahun 2010 tersebut, terkait penyelewengan yang terjadi di Kecamatan Talang Kabupaten Tegal belum tuntas. Padahal dalam laporan tersebut, ada dugaan penyalahgunaan dana ADD yang diselewengakan oknum Kepala Desa dan oknum staf kecamatan Talang. Nilai uang yang diselewengkan mereka, sekira Rp 19 juta, tanpa kwitansi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaenal Abidin selaku relawan Kipmentah, menjelaskan kepada TROPONG.COM sejak pelaporan  bulan lalu kepada pihak Polres, hingga kini belum ada pihak penegak hukum yang berpihak kepadanya. Terbukti para pelaku yang diduga telah melakukan penyelewengan dana ADD tersebut masih lenggang kangkung, seakan akan kebal terhadap hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Zaenal menjelaskan perihal pelanggaran kepala desa di kecamatan Talang dan oknum pegawai Kecamatan Talang, terkait dugaan mereka yang telah bersama-sama mengkordinir dana pembuatan papan monografi 19 balai desa yang hingga kini belum dilaksanakan. Padahal dananya tertera di juklak dan juknis RAB AD 2010, untuk pembuatan papan monografi. Bahkan biaya per desa telah disetorkan sebesar Rp 1 juta. Namun pada kenyataannya hanya desa Pekiringan satu-satunya desa di Kecamatan Talang yang tidak ikut dilaporkan karena telah membuktikan pembuatan papan Monografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait pelaporan tersebut Zaenal meminta kepada semua pihak untuk transparan dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Utamanya ia meminta agar pihak Pemkab untuk turun tangan guna mengklarifikasi, sebagai bukti tidak mendukung dan tidak meghendaki adanya penyelewengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang namanya peristiwa, ada kejadian (fakta hukum dilapangan) semua itu harus ditindk tegas. Jika tidak ada tindakan riel, dari laporan itu, saya akan melaporkan permasalah tersebut ke Polda Jateng. Saya menduga kasus Talang telah diselesaikan secar adat," ungkap Zaenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut ia jelaskan bahwa kejadian tersebut menjadikan fitnah bagi Bupati, padahal semua itu dilakukan di level bawah. Padahal bupati sendiri tidak tahu menahu persoalan tersebut. Meskipun posisi bupati selaku penanggungjawab secara keseluruhan, mengenai peristiwa data informasi pengguna anggran ADD 2010 tersebut mendasari undang-undang No 14 tahun 2008, tentang KIP yang isinya antara lain; Pengguna anggaran yang bersumber dari APBD, APBN, dan BUMN a/n masyarakat, kelompok, lembaga maupun perorangan berhak mendapat keteranagan atas informasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Logikanya semua persoalan hukum tersebut tidak bisa ditutup-tutupi, apalagi kita kan sudah membayar pajak, dan dari pajak tersebut ada alairan yang mengalir ke ADD, sehingga ada uang rakyat yang digunakan untuk ADD. Maka dari itu kami berhak tahu ADD itu diperuntukan apa saja?," ujar Zaenal. (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAVID/NOORS&lt;/span&gt;) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-4851883152462241983?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/4851883152462241983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=4851883152462241983' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/4851883152462241983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/4851883152462241983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/berita-slawi-sesuai-kip-add-harus.html' title='BERITA SLAWI - Sesuai KIP ADD Harus Transparan'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ThjLREEi4ic/TqfvPlZuHoI/AAAAAAAABbY/PWG1JYoyQ_c/s72-c/Sesuai%2BKIP%2BADD%2BHarus%2BTransparan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-1194074681938463055</id><published>2011-10-24T00:11:00.000-07:00</published><updated>2011-10-24T00:14:11.136-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Pantura'/><title type='text'>Pelaksanaan MUSDA ke V DKJT (Dewan Kesenian Jawa Tegah) Baturaden, Purwokerto 22-23 Oktober 2011</title><content type='html'>Tropong.com--MUSDA ke V DKJT (Dewan Kesenian Jawa Tegah) yang dilaksanakan selama 2 hari di Hotel Prima Resort Baturaden, Purwokerto 22-23 Oktober 2011 kemarin telah berlangsung dengan mulus. Kegiatan puncak kepengurusan DKJT yang dikomandani H. Bambang Sadono sejak 2009 itu sekaligus dilaksanakannya Seminar Sehari bertema "Revitalisasi Kesenian Daerah" sejak pagi sambtu hingga siang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semetara itu musda dilaksanakan di sore harinya dengan dihadiri oleh 29 Pengurus Dewan Kesenian Kabuaten dan kota di Jateng, Para pemantau yang terdiri dari undangan resmi dan jajaran pengurus harian DKJT masa bhakti 2009-2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat pembukaan MUSDA tersebut Gubernur Jateng H. Bibit Waluyo, diwakili oleh stafnya Dalam sambutannya Gubernur mengharap dimasa datang kegiatan seni budaya di Jawa Tegah kian ditingkatkan dan geriapnya bisa lebih maju sebagaimana seni budaya daerah lain di kancah nasional dan internasional. ia juga meminta agar kesenian yang terkesan kumuh, sebagai contoh jenis pementasan musik yang gedubragan yang dihasilkan dari alat-alat dapur dan barang bekas tidak diekspos secara besar-besaran. HAl ini karena Jawa tengah masih memiliki jenis musik tradisi yang kuat dan masih dihormati sebagai jenis musik adiluhung di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan H.Bambang Sadono, melalui sambutannya ia merasa berterima kasih ata sdukungan segenap masyarakat seni budaya Jawa Tengah yang telah mendukung program-programnya selama memimpin DKJT. Meskipun ia akui belum mampu meningkatkan anggaran DKJT secara signifikan, ia merasa dudah maksimal memperjuangkan dana DKJT yang sebelum diketuainya hanya 200 juta per tahun meningkat menjadi 500 juta. Dan, Bambang Sadono menyatakan tidak bersedia dicalonkan kembali sebagai ketua DKJT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Posisi saya sebagai wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah yang sekaligus bertanggungjawab memantau komisi anggaran. kalau dana DKJT tidak bertambah saya akan mendapat citra jelek dari seniman, masa tidak mampu memperjuangan DKJT. Tapi kalau kenaikannya semakin besar saya juga disoroti dari pihak lembaga lainnya yang dikira cuma mementingkan lembaga teman-temannya sendiri, kan gawat. Untuk itu silahkan pengurus yang baru nanti berjuang untuk peningkatan dana DKJT selanjutnya" ujarnya sembari berseloroh.&lt;br /&gt;Melalui perdebatan yang sengit pelaksanaan MUSDA pun berlangsung hingga malam hari. Terjadi pertarungan pendapat dimulai dari Sidang Pleno I, II, dan III. Meski demikian musyawarah pun berlangsung dengan tertib dan melegakan semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua panitia pelaksana Doktor Teguh dari Dewan Kesenian Banyumas, meminta semua peserta yang hadir memaklumi kondisi yang ada di Baturaden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil pemilihan ketua DKJT periode 2011-2014 yang disepakati secara tertutup, berhasil memunculkan dua calon ketua yaitu Marco Manardi ketua Dewan kesenian Kota Semarang dan Prof. Rustono Dosen UNeS. pada pelaksanaan pemilihan disepakati oleh peserta Sidang pleno ketua terpilih adalah peraih 15 suara terbanyak. Dan hingga lepas Isya di malam minggu kemarin Nama Frof. Rustono berhasil meraih 20 suara sedang Marco Manardi yang dikenal juga sebagai Biang CONG ROCK yang belum lama ini mendapat sambutan meriah masyarakat negeri Ziran Malayasia harus mengalah karena hanya didukung 13 suara dari pendukungnya yaitu atas nama Dewan Kesenian kabupaten dan kota di Jawa tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jumlah sebanyak 33 suara yang syah melakukan pemilihan ketua DKJT berasal dari 4 suara pengurus lama, dan 29 suara dari ketua dewan kesenian kabupaten dan kota yang memiliki lembaga seni Dewan Kesenian. Dalam pelaksanaan MUSDA ke v DKJT ini terdapat beberapa kota dan kabupaten yang absen karena belum memiliki dewan kesenian dan oleh sebab-sebab lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya Prof. Rustono yang mengaku kelahiran Kota Bawang, Brebes itu dengan jujur persentuhannya dengan dunia seni hanya pernah menjadi penasehat kegiatan seni dan budaya mahasiswa di universitas tempatnya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga acara penutupan di pagi minggu 23 Oktober kemarin, pihak DKJT kepengurusan lama telah menyerahkan semua rencana program kepada ketua terpilih. Dan untuk jajaran kepengurusan DKJT masa bhakti 2011-2014 baru dibentuk tim formaturnya yang melibatkan Bambang Sadono, Rustono, Edi Romadhon dan Nurngudiono yang diberi waktu 1 bulan untuk mempersiapkan kepengurusan yang kredibel guna meningkatkan eksistensi DKJT di masa datang. *** (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nurochman Sudibyo YS&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-1194074681938463055?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/1194074681938463055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=1194074681938463055' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1194074681938463055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1194074681938463055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/pelaksanaan-musda-ke-v-dkjt-dewan.html' title='Pelaksanaan MUSDA ke V DKJT (Dewan Kesenian Jawa Tegah) Baturaden, Purwokerto 22-23 Oktober 2011'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-1347166273179323001</id><published>2011-10-20T09:39:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T09:51:21.350-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Luar Negeri'/><title type='text'>Berita Luar Negeri - Gaddafi Killed - Video Kematian Gaddafi</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaddafi Killed&lt;/span&gt; - Video Kematian &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gaddafi &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;-- Pemimpin Libya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muammar Gaddafi&lt;/span&gt; telah digulingkan, dibunuh dan tubuhnya sedang dibawa ke kota Misratah. Sementara juru bicara Dewan Nasional Transisi Berrassali Abdullah mengatakan kepada Sky News.&lt;br /&gt;"Gaddafi sudah mati, benar-benar mati. Ia ditembak di kedua kaki dan di kepala," katanya.&lt;br /&gt;Ada laporan yang bertentangan tentang bagaimana menangkap diduga terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/gIVZlSk1qbI" allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" width="560"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/g07otrwI4j4" allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" width="560"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-1347166273179323001?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/1347166273179323001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=1347166273179323001' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1347166273179323001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1347166273179323001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/berita-luar-negeri-video-kematian.html' title='Berita Luar Negeri - Gaddafi Killed - Video Kematian Gaddafi'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/gIVZlSk1qbI/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-1368686316952024307</id><published>2011-10-20T06:20:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T10:00:57.719-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Tegal'/><title type='text'>Sekda Kota Tegal Edi Pranowo, S.H., M.H. di demo masyarakat</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-WbR-G6HtjH4/TqBTba1AssI/AAAAAAAABbI/-4F-o-_QMa4/s1600/SEKDA%2BKota%2BTegal%2BDiminta%2BMundur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-WbR-G6HtjH4/TqBTba1AssI/AAAAAAAABbI/-4F-o-_QMa4/s320/SEKDA%2BKota%2BTegal%2BDiminta%2BMundur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665620061755323074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kota Tegal-- Ratusan seniman Kota Tegal, bersama jajaran Dewan Kesenian Kota Tegal, Dewan Pendidikan, PGRI dan elemen masyarakat pecinta seni, Kamis 20 Oktober 2011 turun ke jalan. Mereka memulai langkah dari gedung Wanita/gedung kesenian menuju Balai kota Tegal untuk berdemonstrasi menuntut mundur Sekda Kota Tegal Edi Pranowo SH, MH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demostrasi yang dipimpin oleh Koordinasi Lapangan (korlap) Nurhidayat Poso, itu memperoleh dukungan besar dari lapisan masyarakat. Tak pelak gerbang Pemkot tegal pun dijaga ketat oleh Anggota Polresta Tegal dan Satpol PP. Namun upaya seniman dalam pelaksanaan demo tersebut tak bisa dibendung oleh kekuatan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti meski ketua Korlap dan perwakilannya saja yang hanya boleh masuk menemui Sekda, pada kenyataannya Para pendemo tak bisa dihentikan. Mereka membacakan 5 tuntutan dengan iringan musik balo-balo khas tegal dan yel-yel yang membangkitkan semangat warga masyarakat kota Tegal untuk menggugat Sekdanya yang dinilai arogan dan feodal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan korlap bersama jajaran Dewan Kesenian yang dipimpin Nurngudiono, Dewan pendidikan yang diketuai H. Sisdiono Ahmad, menolak bertemu Sekda apabila rombongan seniman pendemo tidak diperbolehkan memasuki pendopo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha mereka berhasil. Kapolresta Tegal AKBP Haryadi Muktas SIK, yang hadir di tengah-tengah pendemo akhirnya memberi kesempatan untuk pada demonstran memasuki pendopo Wali Kota Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya persilahkan semuanya masuk, asal harus tetap beretika dan nuansa budaya. Coba bunyikan balo-balonya pake lagu Sinok-Sitong," ujar Kapolres sembari beramai-ramai memasuki Balai Kota Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pendopo semua seniman dan budayawan berkumpul dan terus berorasi menyanyikan lagu mundur-Sekda dalam irama Balo-balo. Sementara itu 5 perwakilan pendemo dipersilahkan melakukan dialog langsung dengan Sekda di ruangan Wakil Walikota, H. Habib Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dialog tersebut perwakilan seniman membacakan semua tuntutan dan permintaaan maaf Sekda terhadap semua insan seni Kota Tegal. Dan Ketua Korlap Nurhidayat meminta agar Sekda menyampaikan maafnya di depan para pendemo. Kesepakatan tersbut kemudian dipenuhi oleh sekda didampingi Wakil Walikota dan Kapolsek Tegal Timur, Kompol Teguh.&lt;br /&gt;Sebelum masuk ke mimbar para pendemo, Sekda Edi Pranowo, menyampaikan berbagai tanggapan atas demo yang dilakukan para seniman kepada wartawan. Ia mengakui status tersangka terkait dugaan korupsi uang sewa kios Pasar Pagi yang sudah dilimpahkan Mabes Polri kepada polda jateng sejak tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekda juga mengakui banyak kesalahannya yang selama ini kurang bisa diterima oleh masyarakat seni. Begitu juga tentang kurang transparannya pemkot dalam pembangunan Gedung Taman Budaya Kota tegal yang menelan anggaran 5 milyar dan tidak melibatkan lembaga seni di Kota tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua pelaksanaan pembangunan TBT itu kan langsung dibawah SKPD, jadi soal ketidak terlibatan seniman dengan proses pembangunannya, saya tidak tahu menahu. NAmun andai itu yang jadi persoalan inti, maka kami berjanji di masa datang akan ditingkatkan kemitraan Pemkot dengan lembaga seni yang ada,' jelas Edi Pranowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pada akhirya Wakil Walikota H. Habib Ali, berhasil menjembatani permohonan maaf Sekda Edi Pranowo pada jajaran seniman dan masyarakat seni kota Tegal, beberapa tokoh seni dan elemen masyarakat kota Tegal tetap meminta agar Sekda mundur dari jabatannya terkait statusnya sebagai Tersangka sebagaimana disampaikan Rama Ade Putra. Begitu juga H. Sisdiono Ahmad menolak bantuan mobil dan peningkatan anggaran apabila Sekda Kota Tegal belum lengser dari Jabatannya. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-1368686316952024307?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/1368686316952024307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=1368686316952024307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1368686316952024307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1368686316952024307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/sekda-kota-tegal-edi-pranowo-sh-mh-di.html' title='Sekda Kota Tegal Edi Pranowo, S.H., M.H. di demo masyarakat'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-WbR-G6HtjH4/TqBTba1AssI/AAAAAAAABbI/-4F-o-_QMa4/s72-c/SEKDA%2BKota%2BTegal%2BDiminta%2BMundur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-6431224704272102031</id><published>2011-10-15T10:34:00.000-07:00</published><updated>2011-10-15T10:39:31.648-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendopo Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bupati Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><title type='text'>Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah Lepas Sepeda Ria</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-z6BI44BvodQ/TpnE3rKBd6I/AAAAAAAABaw/Oe8nge5yN2A/s1600/Bupati%2BIndramayu%2BLepas%2BSepeda%2BRia.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-z6BI44BvodQ/TpnE3rKBd6I/AAAAAAAABaw/Oe8nge5yN2A/s320/Bupati%2BIndramayu%2BLepas%2BSepeda%2BRia.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663774467151722402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERITA INDRAMAYU&lt;/span&gt;, tropong.com&lt;br /&gt;Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemudatahun 2011, Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah melepas kegiatan sepeda ria. Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan penggemar sepeda. Bersepeda ria ini finish di komplek wisata Waduk Bojongsari. Jum’at (14/10).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seusai apel pagi, para onthelis yang berasal dari para pegawai negeri dan para penggemar sepeda langsung mengambil posisi start didepan gedung juang. Kemudian mereka dilepas oleh Bupati Indramayu dan langsung menyusuri Jalan S. Parman – Jalan RA. Kartini, Jalan Jend. Sudirman – Jalan Gatot Subroto – Jalan Letjen Suprapto dan kemudian finish di komplek wisata Waduk Bojongsari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan, Anna Sophanah terus menebarkan senyum kepada para onthelis lainnya. Apalagi ketika melewati masyarakat, tidak lupa bupati selalu menyapa dan melambaikan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di area wisata Waduk Bojongsari para penggemar sepeda ini langsung dihibur dengan alunan musik dan berbagai hadiah menarik yang diberikan kepada para peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut serta dalam kegiatan Sepeda ria ini selain Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah juga tampak DR. H. Irianto MS. Syafiuddin, Wakil Bupati Drs. H. Supendi, M.Si bersama Ny. Nani Indriyani Supendi, para kepala OPD, dan ratusan penggemar sepeda lainnya. (deni/noors/humas-imy)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-6431224704272102031?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/6431224704272102031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=6431224704272102031' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/6431224704272102031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/6431224704272102031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/bupati-indramayu-hj-anna-sophanah-lepas.html' title='Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah Lepas Sepeda Ria'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-z6BI44BvodQ/TpnE3rKBd6I/AAAAAAAABaw/Oe8nge5yN2A/s72-c/Bupati%2BIndramayu%2BLepas%2BSepeda%2BRia.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-7387500391094214879</id><published>2011-10-13T09:37:00.000-07:00</published><updated>2011-10-13T09:40:03.932-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SENI BUDAYA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Dermayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dayak Dermayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Indramayu'/><title type='text'>Dayak Segandu Dalam Pose Digital</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/wxUd4WpGzhw" allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca juga : &lt;a href="http://www.tropong.com/2009/06/kaum-kusam-dan-masyarakat-berbaju-oleh.html"&gt;http://www.tropong.com/2009/06/kaum-kusam-dan-masyarakat-berbaju-oleh.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-7387500391094214879?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/7387500391094214879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=7387500391094214879' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7387500391094214879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7387500391094214879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/dayak-segandu-dalam-pose-digital.html' title='Dayak Segandu Dalam Pose Digital'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/wxUd4WpGzhw/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-1230271711400955848</id><published>2011-10-13T08:45:00.000-07:00</published><updated>2011-10-13T08:51:52.885-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SENI BUDAYA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Dermayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarling'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Indramayu'/><title type='text'>Bahasa Jawa Pantura Tak Terpeta,  Lagu lan Geguritane Ngrambah Nusantara Oleh : Nurochman Sudibyo YS</title><content type='html'>--Sedurunge mbahas luwih jero makalah kien, tak buka karo tembang basa jawa pantura dialek Indramayu-Cirebon atawa Cirebon-Indramayu sing wis kawentar kaya dene lagu “Kucing Garong, Sumpah Suci, Warung Pojok lan Cibulan”  sing wis akrab ning kuping masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;DUDA KEPAKSA*1&lt;br /&gt;Lara sih lara, Gara-gara mboke bocah, Kerja ning Saudi Arabia.&lt;br /&gt;Kula ning umah mongmong bocah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-AqETwc-uEEY/TpcIvpLGrqI/AAAAAAAABaA/CJemn2MAIq8/s1600/D92sNwyn3q6cA.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 262px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-AqETwc-uEEY/TpcIvpLGrqI/AAAAAAAABaA/CJemn2MAIq8/s320/D92sNwyn3q6cA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663004671040990882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa kesirian ning tangga, Sing wis pada mangkat mana&lt;br /&gt;Blenak temen duda kepaksa, Mongmong bocah bari usaha&lt;br /&gt;Reff :  &lt;br /&gt;Senoook ...... ,Aja nagis kelangan mimi ya nok ya&lt;br /&gt;Sebab mimi lagi usaha, Sedelat maning arep teka  ( 2 x )&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa kesirian ning tangga, Sing wis pada mangkat mana&lt;br /&gt;Blenak temen duda kepaksa, Mongmong bocah bari usaha,”.&lt;br /&gt;Nyimak tembang tarling dangdut*2 ning duwur, senajan syaire ora duweni kaidah sastra (waca: mbagus-mbagusna tembung) nanging ning kenyataane mangrupa ungkapan empirik penciptane. Syair kuen kuh ora bae mung nyuarakna nasib perekonomian masyarakat kula jaman sekien, nanging uga uwis melu ngwakili jeritan wong lanang Indonesia siang ana ning pirang-pirang daerah. Wong lanang sekien akeh sing dadi korban wong wadon. Sebabe krana ora kuwat nyandang urip miskin, akire milih ninggalna lakine dadi babu kerja tetaunan ning luar negeri.&lt;br /&gt;Coba bae dicermati lirik lagu ning duwur mau, sing wis dibedar nganggo basa komunikasi lokal  masyarakat Indramayu-Cirebon. Krana tema-ne nyenggol kahanan lan kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia, Mulane lagu kuen kuh gampang disenengi lan dadi hit ning daerah Pantura (Pantai Utara Jawa) ahire mrembet terus nyebar meng kabeh wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;Catatan Kaki:&lt;br /&gt;*1- Lagu Tarling Dangdut tarling “Duda Kepaksa” Populer ning Indonesia tanpa nonjolna sapa penciptane lan penyanyi ne.  *2—Tarling Dangdut beda karo Dangdut Tarling. Tarling dangdut iku jenis lagu sing iramane ya tarling sing sekien dikarang lan sing dadi patokane gamelan, diracik karo melodi gitar, suling klasik lan tepak gendang khas seniman Indramayu-Cirebon. Kendange iku ana 3. Kendang gede dan sing lorone kendang ketipung cilik, sing ditepakbareng-bareng. Dene Dangdut tarling iku jenis lagu dangdut nasional sing diterjemahna syaire karo basa jawa pantura dialek Cirebon-Indramayu. Lagu-lagune tentu bae ora bisa ditransfer ning irama gamelan krana prodak elektrik keyboard lan melodi sarta kendange digawe kaya dene lagu  tarling. Contohe bae irama lagune “Keong Racun” beda karo lagu “Alamat Palsu” ne Ayu Tingting sing kepanjing lagu dangdut modern karo njukut esensi kesenengane rakyat Indonesia sekien ning music Dangdut Tarling.(waca:Migrasi sing gamelan meng Gitar-suling—sejarah tarling, karya Nurochman SYS lan gabungan penulis indramayu).&lt;br /&gt;Nglongok kronologis basa Indramayu utawa basa Dermayon sing sekien disebut Basa Cirebon ning teks lagu dangdut tarling lan tarling dangdut, nduweni sisi  unik dewek. Basa Indramayu ndue akeh ragam dialek. Sebabe Indramayu iku ya daerah kabupaten sing luas wilayahe lan jumlah pendudukke paling akeh ning Jawa Barat, dipengaruhi uga basa penduduk sing ana ning perbatasan daerah pesundan. Sisi geografis Kabupaten Indramayu*3 ana ning pucuk paling lor Jawa Barat. Kabupaten kien kih  area-ne  kebabar sing awit Desa Singakerta Kecamatan Krangkeng, iring-iringan karo Desa Bungko Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon ning sisi wetan, sampe tekang kulon tepate marani gerbang Kali Sewo Desa Sukra Kecamatan Sukra sing dadi wates Kecamatan Sukaratu Kabupaten Subang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-DkrRqvQu484/TpcIv4PMpXI/AAAAAAAABaI/Kuhr3NUiet4/s1600/tarling.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 198px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-DkrRqvQu484/TpcIv4PMpXI/AAAAAAAABaI/Kuhr3NUiet4/s320/tarling.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663004675084690802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Latar Geografis&lt;br /&gt;Dideleng sing posisi geografise Kabupaten Indramayu ana ning posisi 107° 52 ° - 108° 36 ° Mujur Wetan lan 6° 15 ° - 6° 40 ° Lintang Kidul, Posisi mengkenen kih wis cukup  mbuktikna  daerah gedhe sing wis tentu bae melu nyumbangna pakembangan basa jawa ning pantura. Apamaning yen dheleng garis kisike sing jarake sampe 114,1 Km. Kondisi georafis kien kih wis tentu mai pengaruh ning status sosial lan budaya masyarakate. Unike maning basa sing dienggo dening masyarakat setempat kih senajan akeh ragam lan dialekke, ning waktune pada omong-omongan karo sapa bae bisa saling paham lan silih ngerti. Mengkonon uga sewaktune ngadepi masyarakat luar Indramayu misale bae karo wong Cirebon ning sebela wetan. Majalengka lan Sumedang ning bagian kidul, sarta Subang, sampe tekang purwakarta ning wilayah mbang kulon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genae Kabupaten Indramayu sing wis kabentang sedawane kisik lor Pulo Jawa ngawe suhu udara ning kabupaten kien kih cukup duwur, yaiku sampe  28 ° Celcius.  Samentara rata-rata curah udan sedawane taun akehe 61,06 mm. Curah udan paling duwur ana ning  Kecamatan Kertasemaya,  jumlahe dina udanne kecatet 2491 hari. Sedenge curah udan paling rendah ana ning Kecamatan Pasekan, jumlah dina udanne kecatet 683 dina. Ndeleng kondisi   alam sing kaya mengkonon kuh tamtu bae nyumbangna pengaruh ning kultur masyarakate. Pengaruh kien kih katon sewaktune muncul dialog lisan sing cenderung atos,akas, lan tosblong (blakasuta = terus terang tanpa tedeng aling-aling).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*3—Yen dideleng sing sisi geografise Kabupaten Indramayu ana ning posisi 107° 52 ° - 108° 36 ° Bujur Timur dan 6° 15 ° - 6° 40 ° Lintang Selatan. Kabupaten Indramayu sing ana ning kisik lor Pulo Jawa kien kih dhueni 10 kecamatan lan 35 desa sing watese langsung parek karo laut. Daerah kien yen dibentangaken sedawane garis kisik lor jarakei 114,1 Km. Posisi Kabupaten Indramayu sing membentang amba sedawane kisik lor Pulo Jawa nimbulaken suhu udara ning kabupaten kien kih cukup duwur. Yaiku ana 28 ° Celcius.° kisarane antara 18 drajat Celsius. Rata-rata curah udan sedawane taun 2006 gedhene  61,06 mm. Lan curah udan paling duwur ana ning Kecamatan Kertasemaya kurang luwih gedene  70 mm sedenge jumlah udan kecatet 2491 dina. Curah udan paling rendah ana ning Kecamatan Pasekan. Ning kono kurang luwih gedene mung 55 mm jumlah dina udane kecatet 683 dina (Data Web. JABAR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sing dadi baguse maning sewaktu ngungkapna tembang atawa nyanyian  malah beda pengrasane. Kondisi kultural sing kaya mengkenen kih uga kedadian ning masyarakat Tapanuli/Batak. Ning Sumatra Lor penduduke uga dipengaruhi dening lingkungan sing  panas. Basa komunikasine ya terkesan kasar. Mengonon uga masyarakat Indramayu lan Cirebon. Warga ning sedawane pantura Jabar-Jateng. Tembung ukara “Kirik, Asu, dobol, edan, bajingan” lan sejenise, dadi sapaan kang akrab sedina-dinane, bahkan wong-wong ning kono ora nduweni beban apa-apa ning sewaktune ngomong atawa nyebutaken ukara lisan sing kaya mengkonon. Beda maning sewaktune diungkapna nganggo basa tulis. Misale bae ning puisi atawa gurit sarta lirik lagu sing ngungkapna diri pencipta lan senimanne daerahe. Mengkonon uga puisi lan tembang sing ana ning masyarakat Batak/Tapanuli. Puisi lan nyanyiane diungkapaken nganggo ati lan rasa. Tembang lan puisi-puisine nyreset pisan sajrone ati. Lamun ning masyarakat Batak ada lagu “Butet…..dammar guri la dammar muale butet” Ning Indramayu-Cirbon ana “aduh…..gusti kulane ampun ora kuat nandang larane……”.&lt;br /&gt; Kondisi geografis sing pada uga kedadian ning masyarakat Kabupaten Cirebon*6. Minangka salah sijine daerah penting ning kisik lor Pulo Jawa sing dadi lawang lan gerbang Provinsi Jawa Barat ning belah wetan. Kabupaten Cirebon*6 diwatesi karo wilayah Provinsi Jawa Tengah. Posisi geografis mengkonon kuh strategis nganggo masyarakataken basa jawa ning pantura nggo dalane tembang lan lagu-lagune. Sejene kuen diliwati uga jalur kisik kien sing nepungaken arus transportasi Jakarta, Bandung lan kota Priangan wetan nuju arah Jawa Tengah lan sewalike. Daerah kien bisa gampang dijugjug nggunakna transportasi darat, laut lan udara. Wajar bae yen Kabupaten Cirebon  ndueni kemajuan signifikan ning bidang industri lan perdagangan. Kemajuan kien mai pengaruh ning usaha pangembangan basa nggunakna lagu dangdut tarling lan tarling dangdut*. Krana pencipta lan kreator lagu basa Cirebon-Indramayu sawise bisa ngadegna usaha Recording ning kotane dewek. Otomatis Seniman lan pelaku bisnis tembang nambah produktif ngramekaken usaha musik. Sekien malah nambah akeh pengusaha rekaman ning kabupaten Cirebon lan kota Cirebon.&lt;br /&gt;Kabupaten Cirebon ora ana bedane karo Kabupaten Indramayu. Secara georafis daerah kien nduweni wilayah kang amba lan iklime sing panas. Senajan ibukota kabupatene ana ning daerah kidul, sing dadi basis masyarakat sunda, lan fasih bebasa sunda, nanging Bupatine wani netepaken Basa Cirebon dadi  basa wajib lan dadi kebanggan masyarakate. Mulane ora eran, yen lagu lan tembang basa Cirebon-Indramayu kuh gampang dipasarna ning  daerah kien. Biasane bentuk produke CD, DVD MP3 dan MP4 lan ana uga kaset.&lt;br /&gt;*6-- Kabupaten Cirebon anan ning antara 1080 40’-1080 Bujur Timur lan 60 30’ – 70 00’ Lintang Selatan. Jarak paling adoh sing arah Kulon meng wetan dawane 54 km lan yen sing Lor meng ngidul adoe 39 km. daerah Cirebon nduweni amba wilayahe 990,36 km2   ngliputi 40 kecamatan, 412 desa lan 12 kelurahan. Ibukota kabupaten-ne arane Sumber.&lt;br /&gt;Wates wilayah Kabupaten Cirebon ning sebelah lor ana Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon lan Laut Jawa, ning Sebelah kidul: Kabupaten Kuningan, lan ning  Sisi wetane : ana wates karo Kabupaten Brebes. Sedenge mengkonon ning Sebelah kulon diwatesi daerah kang kepanjing Kabupaten Majalengka. Ndeleng wates sing strategis ning Kabupaten Cirebon kien kih, ora eram yen basa Cirebon*4-Indramayu semono gampange manjing lan dadi basa ibu utama, ning seantarane  basa sunda, nggo srana komunikasi sedina-dinane ning daerah kien.&lt;br /&gt;Sementara iku Kota Cirebon*6 sing ana ning deretan kisik lor Pulo Jawa. Mulai sing arah wetan Jawa Barat, garis kisike cukup dhawa. Adohe  8 kilometer marani wetan. Yen diukur sing Lor marani ngidul jarake ana 11 kilometer. Yen diukur duwure daratan ning duwur raine laut ana 5 meter. Kota Cirebon kepanjing dataran endep. Marani meng kota kien kih, bisa dinuju sing endi bae. Yen nganggo dalan darat adohe 130 km sing  arah Kota Bandung, Ana 258 km yen dalane sing Kota Jakarta. Beli eran, yen jarak sing parek kien kih ndadekna  Kota Cirebon dadi kota sing paling cepet mangembang pembangunanne lan sekien wis bisa disebut kota metropolitan.&lt;br /&gt;Kota Cirebon kepanjing daerah tropis, karo suhu udarane rata-rata 22,3°C lan paling akeh  33,0°C. Paling akehe tibane udan 1.351 mm per taun, dina udane ana 86 dina. Kelembaban udara di kota kien berkisar antara ± 48-93%. Pengaruh iklim sing panas wis  tamtu mai pengaruh ning prubahan kultur masyarakate. Penduduk kota Cirebon sekien wis jarang sing nggunakna basa jawa atawa basa Cirebon. Krana kemajuan kotane sing nambah pesat lan Cirebon sekien wis dadi kota sing ora bias nolak tekane penduduk luar.(urban). Dadi ora eran uga yen basa , lagu , tembang lan kegiatan kesenian tradisi sing dilakoni sedina-dinane masyarakat kota kien kih saya dina sengsaya nambah langka. Kebuktian maning wis bubare group tarling “Putra Sangkala” awit taun 2000, sedurunge pimpinan group tarling legendaris kien kih yaiku H. Abdul Adjib*8 ninggal dunya awal tahun 2011 mau.&lt;br /&gt;Sementara iku kota Cirebon secara etismologi dikenal uga dhueni aran Kota Udang lan Kota Wali. Bahkan awit bengen dikenal uga dhuweni julukan kota Caruban Nagari*9 (Cirebon pananda nagari ) Dikenal juga dengan sebutan Grage (Negeri Gede ning basa jawa Cirebon ne artine kerajaan kang amba). Kota ne pancen potensial minangka daerah temon antara budaya Jawa lan Sunda. Awit pirang-pirang abad sing wis keliwat, masyarakat Cirebon mampu nggunakna rong basa, yaiku basa Sunda lan basa Jawa.&lt;br /&gt;*4—Bahasa Cirebon; Awale ya basa Jawa dialek Cirebon, bengen dialek kien kih digunakna jaman perdagangan rame ning  pesisir Jawa Barat mulai sing Cirebon sing due pelabuhan utama, Khususe ning abad ke-15 sampe meng-17. Basa Cirebon dipengaruhi dening budaya Sunda, krana posisine sing kewates langsung karo kebudayaan Sunda. Basa Dialek Cirebon nglestarikna bentuk-bentuk kuno basa Jawa kaya dene kalimat-kalimat lan pangucap, misale bae ingsun (saya) lan sira (kamu) sing wis ora digunakna maning dening pelaku basa Jawa kang Baku (goggle-wikipedia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik sebagai Simbol realitas&lt;br /&gt;Selanjute ayo disimak lan resapi tembang sing ngwakili masyarakat wanodya Indramayu-Cirebon. Lagu kien kih syaire pancen wis dhuweni unsur rima lan irama sajak. Kayane ya  bisa disebutna kepanjing ana nuansa sastra-ne. Senajana kaya mengkonon masih katon jelas ana  kejanggalan ning sajrone esensi lirikke. Sebab maknane ora umum dadi contoh prilaku masyarakat jawa. Simak bae yu lagune; Ning kono dicritakna ana salah sijine wanodya sing tresna ora kejagan ning wong lanang sing wis due rabi. Intine sing teks lirik lagu kien kih dadi ungkapan jujur masyarakat Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon lan Kabupaten Cirebon sing sekaligus diamini uga dening masyarakat Indonesia. Sing secara terbuka nodokna keserakahan nafsu kemanusiaanne (diwaca: korup) -- brusaha ngraih harta benda wong liyan. Anehe maning,  senajan umure wis puluhan tahun, lagu kien ora ana sing  mrotes utamane sing kalangan gender lan pengamat social budayane. Mungkin uga krana wis kadung dadi symbol moralitas  bangsa, sing cenderung ora pernah puas ning dunya sing wis dhuweni. Yuh simak lagune “Tetep Demen”;&lt;br /&gt;“Bli bisa diilangaken, tetep bae demen&lt;br /&gt;Perasaan sun keganggu, yen sedina bli ketemu&lt;br /&gt;Kelingan kenang meseme, Kebayang ning gantenge&lt;br /&gt;Mengkenen temen rasane , demenan ana sing due&lt;br /&gt;kelingan kenang  meseme…&lt;br /&gt;REFF&lt;br /&gt;Kang kula ngarti, Sampeyan wis due rabi&lt;br /&gt;Tapi kepriben, Kula ora bisa klalen&lt;br /&gt;Kang sing percaya , Kula ning sampeyan tresna&lt;br /&gt;Sewulan sepisan, Tulung kula tilikana&lt;br /&gt;Senajan ora di kawin, nanging ikatan batin&lt;br /&gt;kula ngrasa prihatin, kemutan janji kang dingin.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Ngresapi tembang Tarling Dangdut  basa dialek Cirebon*5-Dermayon mau, sapa bae bisa langsung paham. Apa lan priben sing sebenere realitas masyarakat negeri kita sekien. Jujur bae yen nyimak syair lagu sing nembe ditembangna --para pencipta lagu, uga tembang wis  mampu memanej emosine. Karo tembang sing bagus nggunakna basa ibune dewek. Malah-malah isun yakin sing nyiptakna uga sing nembang yaiku penyanyine dewek ora pernah ngrasa yen deweke secara langsung melu nyosialisasiken tembang basa jawa tersebut. Para biduane ora mikir tembangane kuh dimangerti mbuh beli.&lt;br /&gt;*5--Dialek Cirebon diajarna ning sekolah-sekolah wilayah eks-Karesidenan Cirebon bebarengan karo basa Sunda. Di wilayah eks-Karesidenan Cirebon, dialek ken dituturna dening mayoritas penduduke sing tempat tinggale sedawane kisik lor kaya dene  kota Cirebon, kabupaten Cirebon,lan Majalengka bagian lor, lan Kabupaten Indramayu atawa dikenal sebutane basa Dermayon. Sedenge ning Kuningan pada umume nggunakna basa Sunda dialek Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sing wis ditembangna semata minangka karya sing dipacu supaya dadi duit lan selanjute gage gawe lagu maning kaya dene ngawe rempeyek utawa goreng tahu aci. Persoalane dudu krana basa Indonesia atawa basa Jawa sing digunakna, sejene basa-ne wong Cirebon lan Indramayu kien sing toline dikenal karo sebutan basa Cirebon. –Catet : tampa mai imbuhan basa Jawa pantura dialek Indramayu atawa Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa yang Tak Terpeta&lt;br /&gt;Perlu uga diwerui yen basa jawa sing urip lan diurip-uripi ning pantura sekien kih   ora pernah kecatet lan kepanjing program pakembangan Basa Jawa ning Indonesia. Senajana kaya mengkonon kuh masyarakat Indonesia ning dekade rong puluh taun sekien justru lagi kesengsem bareng muncule syair-syair tembang Jawa Pantura Indramayu-Cirebon. Ndeleng pakembangan sing santer kaya mengkenen kih, gelem ora gelem ndadekna masyarakat  ning jaba Pantura dadi paham lan bias melu bareng nembang karo mbanggakaken basa Jawa sing wis dibungkus sajrone lagu kien. Bisa uga karo nggunakna  lagu-lagu kien kih melu niti fungsi tembang, minagka corong kemajuane basa Jawa ning  Pantura, ning dalem upaya nguatna seni budaya jawa sing notabenene kepanjing konteks pakembangan basa.&lt;br /&gt;Diwerui uga wis sue basa jawa sing makembang ning Indramayu lan Cirebon during pernah dipai senggolan sing para peneliti basa jawa. Apamaning kesenggol proyek pakembangan basa jawa sing spesifik ngungkap pirang-pirang  dialek sing ana ning wilayah kulon lan pinggiran kisik lor Pulo Jawa atawa Pantura. Sing akhire mai mai pluang nganggo tokoh-tokoh basa ning Indramayu lan Cirebon nganggo nguculna diri sing sebutan basa Jawa. Mulane desekan kuen kuh akhire kalaksanan minangkala taun 70-an masyarakat intelektual Indramayu lan Cirebon nolak nggunana kurikulum basa jawa Wetan sing dadi sumber pengajaran basa daerah ning sekolah-sekolah.&lt;br /&gt;Kekosongan kuen akhire dimanfaataken dening penguasa ning Provinsi Jawa Barat nggo ngwajibaken masyarakat Indramayu lan Cirebon*7 nggunakna basa Sunda. Basa sunda akhire dadi basa sing wajib diajarna ning daerah kien lan dadi basa pendidikan ning sekolah-sekolah. Samentara iku ning kalangan akademisi lan para plaku basa Indramayu terus terusan berjuang karo ngebut nggawe kamus lan materi pelajaran basa Indramayu sing diprakarsai sening Warnali, lan Sumarjo.&lt;br /&gt;*7—Wates-wates wilayah Kabupaten Cirebon iku ning antarane :Sisi lor: Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon lan Laut Jawa, Sebelah kidule : Kabupaten Kuningan, Sebelah wetane : Kabupaten Brebes, Sebelah kulone : Kabupaten Majalengka. Yen dideleng wates e kih cukup strategis. Ora eran yen basa Cirebon-Indramayu bias gampang manjing lan dadi basa sing keloro ning sewaktune dadi basa komunikasi masyarakat pasundan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengkonon uga batur-batur seniman, budayawan lan kalangan pendidik ning Cirebon. Tokoh-tokoh sing ana ning kota lan kabupaten ora gelem kalah karo pelaku basa daerah ning Indramayu. Sing akhire perjuanganne nyuarakaken basa Cirebon ngunduh kasil nembus birokrasi ning tingkat provinsi Jawa Barat. Basa Cirebon akhire dadi basa resmi minangka basa mandiri lan dadi basa resmi sing bias urip iring-iringan karo basa Sunda lan Melayu-Betawi ning Jawa Barat. Embuh unsur politik atawa lan sebab apa, sing jelas senajana  Basa Sunda wis ora diajarna maning ning Indramayu lan Cirebon. Padahal basa Indramayu waktu semono wis dadi basa daerah kang wajib diajarna ning sekolah-sekolah—krana wis due kamus lengkap, kurikulum lan uga buku materi pengajaranne.&lt;br /&gt;Ning  kenyataane apa kang diperjuangaken dening batur-batur peneliti basa ning Indramayu iku, nyatane gelem ora gelem kudu nerima basa Cirebon minangka basa mandiri ning Jawa Barat. Bahasa Cirebon dadi basa sing ngadeg dewek bebarengan karo basa sunda lan basa Melayu-betawi. Mung bae; perlu uga diwerui, sampe dina kien basa Cirebon mau during pragat anggone nyusun kurikulum nggo nyiapna dadi materi pengajaran. Sampe sekien  during lair uga kamus sing bener-bener lengkap sing bias dadi  materi pengajaran lan buku-buku sumber nggo diajaraken ning sekolah. Artine pelaksana proyek penggunaan basa Cirebon during nyepakati sumber-sumber baku minangkane pakem sing bias dadi muatan lokal sing tepat nganggo dadi acuan sajrone pembelajaran basa ning telung daerah mau. Misale bae  “Buku Genau Basa Indramayu-Cirebon” nggo diajarna ning Indramayu atawa “Buku Genau Basa Cirebon-Indramayu” nganggo materi pengajaran basa ning kota Cirebon lan kabupaten cirebon.&lt;br /&gt;Durung kompakke masyarakat Cirebon-Indramayu dalem nrima tekane basa Cirebon uga katon sewaktune ning Cirebon ana “Lomba Maca Puisi Cirebon” (Dening pakar basa Cirebon tebung puisi sing basa Indonesia tetep kasebut puisi, sedange ning Indramayu, puisi wis lazim kasebut Gurit utawa geguritan). Ning dalem pelksanaan lomba ning Cirebon kuh, spanduke situlisi “Lomba Maca Puisi Basa Cirebon”. –Panitiane uga nulis bab sing pada ditulis ning buku materi lomba, uga ning kaos panitia karo sederetan aran penulis sing  asale Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon*8 lan Indramayu. Nanging sewaktune di gelar lomba sing pada taun arepe ning Indramayu, spandukke ganti tulisane; “Lomba maca gurit Dermayon-Cirebon”.&lt;br /&gt;*8—Kota Cirebon dikenal ndue aran Kota Udang[ lan Kota Wali. Sejene iku kota Cirebon kawentar disebut kota Caruban Nagari (penanda negeri caruban)) lan Grage (Negeri Gede ning dalem basa jawa cirebon artine kerajaan sing amba).[5] Minangkane daerah patemone budaya Jawa lan Sunda awit pirang-pirang abad sing keliwat, masyarakat Cirebon biasa ggunakna rong basa,yaiku basa Sunda lan basa Jawa. *9—Aran Cirebon asale sing tembung Caruban,[6] ning dalem Basa Jawa artine campur aduk (krana budaya Cirebon mangrupa campuran sing budaya Sunda, Jawa, Tionghoa, lan unsur-unsur budaya Arab). Bisa uga asale sing tembung Ci sing artine banyu utawa kali lan Rebon iku artine urang ning dalem Basa Sunda (karena urang ngupakna salah sijine kasil perikanan Kota Cirebon).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sing kono bae wis kathon durug kompake lan kurang harmonise masyarakat Cirebon nrima basa Indramayu, Mekonon uga warga Indramayu ngakui basa Cirebon dadi basane wong Dermayu. Perbedaan kuen kuh masih dadi paslisian santer sampe sekien lan durung ana pungkasane.&lt;br /&gt; Dikotomi pengguna basa Cirebon-Indramayu uga sering kedadian ning group seni teater rakyat sing diarani “Sandiwara” lan ning Cirebon kasebut “Masres”. Yen ning Indramayu nggunakna basa kawi, ning Cirebon nganggo basa bebasan sing jelas krasa mirip pisan kaya dene basa Jawa Wetan. Ana uga pembeda sewaktune salah siji group masres ngisahna legenda Cirebon*9-Indramayu ditanggap ning Indramayu, sutradara lan senimane ora bakal wani ngisahna menange laskar Cirebon ning dalem syiar agama Islam. Uga sewalike, sewaktune group sandiwara Indramayu pentas ning Cirebon, Ora wani menangaken lascar  Dermayu sewaktune njaga serangan Laskar Cirebon njajah daerahe.&lt;br /&gt;Mbuh kenangapa, kelompok seni rong daerah kien kih kayane wis sepakat njaga kewibawan lan paseduluran. Sahingga tabu anggone  saling kalah lan ngalahna. Padahal legenda daerah sing sikisahna kuenkuh wis dadi pakem lakon. Tapi ya embuh endi sing bener endi sing salah langka kang weruh. Krana sing awit bengen gah sutradarane ora pernah ngawe skenario. Dadi ora eran yen kisah legenda ning daerah kelorone iku nggantung sewaktune dipentasna. Seniman sandiwara nggunakna dialog lan tuturan kisah sing ora ana beban, justru sewaktune pentas ning daerahe dewek nganggo basane dewek-dewek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakuatan politis&lt;br /&gt;Kaya sing wis dipaparaken ning dhuwur, basa Cirebon wis menjadi bahasa mandiri*10 hal ini diperkuat dengan lahirnya Perda Propinsi Jawa Barat no 5 tahun 2003, yang telah mematok Bahasa Cirebon sebagai bahasa daerah, dengan kata lain bahasa Cirebon keluar dari bahasa Jawa, dan kemudian hidup berdampingan dengan bahasa Sunda dan Melayu-Betawi. Wiki Pedia juga menerangkan bahwa bahasa Cirebon dan Indramayu ini berasal dari bahasa Sunda yang dipengaruhi bahasa Banten*11. Padahal kosa kata dan padanan katanya sebegitu banyak memiliki kesamaan dengan bahasa Jawa sebagaimana yang telah dikembangkan selama beratus tahun di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Munculnya banyak soal yang dialami masyarakat di Negara kita, baik menyangkut kehidupan ekonomi, sosial, budaya dan politik menjadi tinjauan yang menarik. Berbagai entitas ini mau tidak mau menjadi semacam beban yang diderita masyarakat dalam waktu panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*9—Aran Cirebon asale sing tembung Caruban,[6] ning Basa Jawa artnei campuran (krana budaya Cirebon mangrupa  campuran sing budaya Sunda, Jawa, Tionghoa, lan unsur-unsur budaya Arab) utawa bias uga asale sing tembung Ci sing  artine banyu atawa kali lan Rebon sing artine urang sing ning Basa Sunda (krana urang mangrupa salah sijine kasilan perikanan Kota Cirebon).&lt;br /&gt;Ora eran yen akhire muncul gebragan-gebragan prilaku masyarakat sing tanpa disadari nglairaken gebrakan. Sing gebragan kuen kuh maknane ngwakili gerakan pemberontakan karna urip sing ora stabil, akibat timpange penerapan keadilan dning  tatanan hukum uga praturan. Kuen kuh sebabe akhire pada metu ungkapan-ungkapan lisan ning masyarakat sing yen direnungi nduweni  makna gedhe  minangkane symbol sing  fenomena masyarakat jaman sekien. Luwih ebate maning sewaktune ana ungkapan sing lazim kuen kuh kasebut ning sajrone lirik lagu basa jawa pantura Indramayu-cirebonan*10 sing selanjute disosilisasi ora suwe maning. Malahan pada waktu lagune meledak, dadi hit lan dadi kenangan sape sekien, langka ana wong siji-siji acan sing wani protes. Realitas sing makembang dadi symbol moralitas bangsa kuenkuh. Kayadene sing wis ketulis ning lirik lagu “Tetep demen” ning duwur mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Oey-DQqUDfM/TpcIv937SZI/AAAAAAAABac/RGGwvAhYamo/s1600/dewikirana.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 144px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Oey-DQqUDfM/TpcIv937SZI/AAAAAAAABac/RGGwvAhYamo/s320/dewikirana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663004676597696914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Fenomena tembang Jawa&lt;br /&gt;Diakui mbuh belia, sampe sekien pakembangan basa jawa ngalami hambatan ning sajrone njalani proses sosialisasine. Sebabe wis dipengaruhi karo persaingan media komunikasi internasional sing ngutamakna basa Inggris, media cetak lan elektronik wis  mung mai 1,5 persen bae nganggo basa Jawa. Saluwie nggunakna basa Indonesia. Samentawis ning sisi liane tuntutan basa jawa sing pun diprakarsai dados  basa ibu terus diupayakna dadi materi pembelajaran lan sarana pendidikan ning sekolah-sekolah. Basa jawa seolah-olah mung milik kalangan ningrat kraton sing pusate ana ning Solo, Yogya lan Semarang minangkane Ibukota provinsi lan pusat kebudayaan. Sedenge ning sedawane  kisik lor Jatim justru sebalike. Pakembangan basa jawa malah kedadiane nambah luwih maju, kaya deni sing ana ning pinggiran kosok lor pulo jawa (Pantura Kulon) khususe daerah Pemalang, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, lan Brebes. Basa jawa dialek Tegal justru mengalami perkembangan sing signifikan.&lt;br /&gt;Peningkatan kien kih dudu bae dikranakna basa jawa dialek Tegal wis lazim digunakna dadi basa komunikasi ning daerah Pantura antara Pemalang sampe wates  kabupaten Cirebon. Nanging krana faktane basa jawa dialek Tegal wis dikenal dadi ikon komedi lan basa sastra ning dekade rong puluh taun kien. Mengkonon uga basa jawa dialek Cirebon lan Indramayu sing dadi basa komunikasi lan basa tulis masyarakat Cirebon pinggir wetan sampe tekang kisik kulon Kabupaten Purwakarta.&lt;br /&gt;*10--Revisi Perda, sebenere bisa dilakoni nganggo macem-macem argumen linguistik. Tapi, kepentingan sing gedhe sing ditimbang-timbang awit  sisi politik bisa dadi minagkane penutur basa Cirebon, sing ora gelem diarani wong Jawa uga dudu wong Sunda. Ketua Lembaga “Basa lan Sastra Cirebon” Nurdin M. Noer ngetokaken pendapate soal kien yen basa Cirebon iku asale krana persilangan basa Jawa lan Sunda. Senajana ning saat obrol-obrolan wong Cirebon masih bisa mahami separone  basa Jawa, dewekw njelasaken yen kosakata basa Cirebon kuh terus ngembang  ora mung ”ngandelaken” kosa kata sing basa Jawa uga kosa kata basa Sunda.”Sejene mengkonon, basa Cirebon kuh wis due akeh pisan dialek. Contohe bae dialek Plered, Jaware, lan dialek Dermayon,” jare kang Nurdin. Lamun arep direvisi  apa kang wis dadi Perda mau, kemungkinane  masyarakat basa Cirebon bakal protes.MAlahan gah Pakar Linguistik Chaedar Al Wasilah uga ngupai penilaian, ndeleng  kondisi penutur kuat kayang konon kuh, revisi ora perlu dilakukna. Justru kang paling penting  kang perlu dilakukna yaiku nglindungi basa Cirebon sing kepunahan. Soale ning kota Cerbon bae sekien wis jarang wong ngomong basa Cirebon.(web. Kota Cirebon).&lt;br /&gt;Kabeh nyebut basa dialek Cirebon*11 lan Indramayu kien kih lewih ramah nganggo didadekna basa komunikasi lisan, tembang uga sing ana muatan sastrane kaya dene  geguritan, Dibanding karo basa Jawa pendidikan sing pusate ana ning  Solo lan Yogya.&lt;br /&gt;Nambah subure pakembangan Sastra Jawa khususe puisi, gurit  utawi geguritan wis kepublikasi ning wilayah pantura wetan lan kulon. Padahal ning kenyataane basa jawa ning wilayah pinggiran kisik lor Jawa kien kih ora kecatet ketimbang basa jawa sing wis  dikembangna nganggo basa edukasi ning Jateng lan Jatim. Seringe disebut basa ndeso, udik, ngapak. Dialek basa jawa ning daerah kulon lan wetan kisik lor Pulo Jawa kien kih sering disebut uga basa pinggiran. Basa ning daerah kien kih pancen ora kenal tingkatan basa ngoko, krama madya, lan krama inggil. Anane mung bagongan lan bebasan utawa besiken jare wong Indramayune.&lt;br /&gt;Ning daerah pantura basane mung cuma kenal istilah bagongan lan krama. Malahan gah ning kalangan pendidikan basa daerah pantura, dikenal minangkane basa jawa pinggiran. Saking pinggiranne, katon saka sisi geografis, dialekke medok nanging alami, basa jawa ning pantura kih justru dadi basa sing dueni kehasan dewek. Sekien basa jawa pantura malah layak nganggo dadi kajian lan panelitian.&lt;br /&gt;Unike maning basa pantura wilayah Cirebon-Indramayu wis disepakati disebut basa Cirebon bae, meski sampe sekien masih terus dadi perdebatan. Nanging nggo  basa jawa pantura sing didadekna basa lisan lan tulis ning Tegal, Pemalang, Slawi lan Brebes malah durung kasil nrobos kekuatan birokrasi lan politik didadekna basa mandiri atawa metu sing kancah basa Jawa. Kemandirian sing durung ditampa dening basa Tegal mungkin bae disebabaken tokoh basa, seniman lan budayawan ning daerah kien kih masih akeh sing nimbang-nimbang, blenakan. Sebab masih kandel pisan anggah-ungguhe. Sahingga luwih nduweni sikap “Bengal ketimbang wedi kepental”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ikon komedi&lt;br /&gt;Coba bae dicermati, priben yen salah sijine basa didadekna alat nganggo srana hiburan. Buktine sering pisan kedeleng ning mata acara stasiun TV nyuguhna lakon lan guyonan sing manghibur. Sering uga ning acara kuen kuh tokoh sing nggunakna basa Cirebon-Indramayu, lan basa pantura dialek Tegal, Brebes, Slawi, lan Pemalang. Malahan gah ning salah sijine stasiun TV swasta, acara  OVJ (Opera Van Java) sing diperana dening Parto, Azis, Sule, Juju lan batur-bature. Sering-seringe wong-wong kuen kuh nonjolaken basa Indonesia sing dicampur karo Basa Jawa pantura. Dialeke Parto minangkane dalang ning acara kuen kuh sing semestine nggunakna logat khas Banyumas, malah milih gaya basa jawa pantura dialek Tegal.&lt;br /&gt;*11--Perdebatan masalah Basa Cirebon dadi Salah siji Basa sing Mandiri ucul sing Basa Sunda lan basa Jawa, uws dadi perdebatan sing dawa. Malah-malah secar otomatis nglibataken pirang-pirang factor, termasuk uga faktor politis, pemerintahan, Budaya uga ilmu kebahasaan. ( Sumber Google)&lt;br /&gt;Kadang kabeh uga nggunakna basa jawa pantura dialek Cirebon*15 -Indramayu. Ulae  Parto kien kih uga pernah dingo ning pelawak sing dimotori dening Kholik, Kasino Warkop, sampe Cici Tegal sing asline Tapanuli. Unikke Basa Jawa sing makembang ning wilayah Pantura kien kih wis dadi ikon ning acara komedi, teater, film lan tembang sing disenengi akehe bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Ning daerah Tegal, Banyumas, Brebes, Pemalang lan Slawi, senajan wis sue diwajibaken nggunakna materi ajaran basa jawa kayadene Solo, Yogya lan Semarang, tetep bae ora mai pengaruh gedhe maning kemampuan penduduke supaya bias mangguna basa Jawa sing sebenere. Salah sawijine conto pakembangan sing wis kasil dipayakna lakukan di kota-kota lain di sekitar Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Artinya dialek mereka tetap saja setia dengan bahasa ibu-nya yang khas medok, ngapak bahkan ada kencenderungan semakin ke kulon bahasa jawa pantura semakin variatif. Kalau dicermati sungguh-sungguh,  dialeknya juga semakin memperkaya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan berbangsa..&lt;br /&gt;Demikian juga yang terjadi dengan bahasa ibu di masyarakat  Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan sebagian pinggiran masyarakat Kabupaten Kuningan. Tercatat pula di masyarakat yang ada di daerah perbatasan Brebes-Kuningan dan Cirebon-Kuningan. Bahasa Jawa di daerah perbatasan ini meski kosa katanya masih sangat dominan menggunakan Bahasa Jawa, sebagaimana yang diajarkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, masyarakat justru lebih terbiasa menyebut bahasa Cirebon, bukan lagi bahasa jawa Pantura dialek Cirebon.&lt;br /&gt;Di Indramayu yang juga merupakan kota di ujung utara Cirebon, yang berbatasan dengan Kabupaten Subang dan Majalengka ini malah dikenal sebagai Bahasa Indramayu atau Bahasa Dermayon. Jika di daerah Cirebon, bahasa Jawa dik masyarakat Cirebon telah memperoleh pengaruh besar dari bahasa sunda, Sedang untuk daerah Indramayu bahasa Jawa Dermayon ini malah mampu dengan bebas masuk ke daerah pasundan melalui jalur pantura Pamanukan, Sukamandi, Cikampek hingga Krawang, Bekasi bahkan Jakarta dan Bogor. Pengaruh bahasa Indramayu juga telah mampu menerobos ke sekitar wilayah sunda lainnya sebagaimana yang berkembang di perbatasan Majalengka (Ampel dan Jatitujuh) serta di sekitar Kabupaten Cirebon yang dekat sekali dengan masyarakat pasundan.&lt;br /&gt;Penjelaskan bahwa bahasa Cirebon*12 dan Indramayu adalah bentuk bahasa Sunda yang terpengaruh Bahasa Banten. sungguh jauh dari kebenaran. Pasalnya secara histori Indramayu sendiri mengalami perkembangan sebagai daerah yang sejak lama memperoleh kemajuan peradaban Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*12--Bahasa Cirebon uga mai pengaruh ning basa Jawa Banten. Iku dibuktikaken ana ning tingkatan Basa Banten Standar uga ning tingkatan alus (basa Bebasan Jawa Banten). Konon asal muasale Krajaan Banten uga memang sing  laskar gabungan Cirebon-Demak sing akhire kasil ngrebut wilayah lor Krajaan Pajajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ning buku “Babad Tanah Jawi” dijelasna yen R. Indrajaya diutus ning kerajaan Majapahit nggo njaga Pulo Jawa, genae ning muara Cimanuk. Uga WS. Rendra sewaktune balik sing Belanda pengalamane ditulis HU Republika minggu kawitan Januari 2005. Njelasna yen kerajaan pertama ning nuswantara iku Manukrawa ning Muara Kali Cimanuk, dudu Kutai. Rajane Prabu Welut Braja. Ndueni tahta seantarae abad 3-4 M.  “Manuk Rawa”  berabad-abad dadi pusat perdagangan lan kabudayaan,  sedurunge ana Sunda Kelapa lan Cirebon. Iku sebabe Rendra nyaranaken pemerintah ngutus ahli sejarah guna neliti muara Cimanuk ning Indramayu. Nanging sampe sekien langka relisasine. Kayanemah mbokatan weru sing bengen akeh kandungan lengane. Wedi bokat rakyate demo, njaluk imbangan ekonomi. Krana wis atusan taun dibebodo. Akibate rayate sekien mung dadi babu TKW.&lt;br /&gt;Konon Manukrawa sajaman karo krajaan Bumi Segandu lan Galuh Purwa ning Pasundan. Ana maning sing njelasaken yen ning catetan Tom Pyres uga ketulis Indramayu pernah dadi kota pelabuhan gedhe ning sewaktune jaman emas Krajaan Majapahit. Pelabuhan kuen kepanjing wilayah tilik sandine Majapahit nggo ngawas-awasi Pajajaran. Buktine R. Indrajaya ana ning Indramayu, akeh aran desa sing pada karo ning Majapahit,  Ning Jatim ana Mojokerto sing ndue api alam. Ning Indramayu ana Majakerta sing api alame parek karo Kilang Minyak Pertamina UP VI Balogan. Malahan gah arsitektur umah masyarakat Indramayu luwih pada karo wong Jawa timur ketimbang Cirebon lan yogya.&lt;br /&gt;Mengkonon uga ning sajrone olah basa, masyarakat  Indramayu ndueni  kekhasan dewek dibanding basa Cirebon*13, Yogya, Solo lan basa Jawa umume. Sing bengen sampe sekien basa Indramayu dadi basa komunikasi beda karo basa sing dadi dialog ning panggung sandiwara. Ning Panggung Sandiwara, awit arane Tunil nggunakna tembung an misale; an-dadar, an-nyawang, an-dheleng sing kepanjing basa prajurit jaman kraton Majapahit. Ana campuran basa Jawa lan basa Jawa Kawi (kuno). Mulane sampe sekien ning Indramayu ana tembung Sira, Reang, Bobad, Kita, Sun, isun, pada karo basane masyarakat Majapahit utawa Jawa Timur.&lt;br /&gt;Krana sing sisi geografis Indramayu parek karo Cirebon*14. Lan sing luwih cepet mangembang wilayahe uga Cirebon. Cirebon gelis dadi kota metropolis, pusat kebudayaan, due patilasan kraton. Ditambah tambah basa Indramayu maune dipengaruhi Basa Jawa sing digawa  guru dropingan asal Solo lan Yogyakarta ning taun 60-70, Akhire bagen kayang konon gah kudu nrima dadi bagian Basa Cirebon*13-14 sing wis olih pengakuan dening pemerintah Jawa Barat lan pusat bahasa.&lt;br /&gt;*13—Ning sadina-dinane basa Cirebon kebagi dadi rong tingkatan, yaiku  tingkatan basa Cirebon standar (Basa Bagongan Cirebon) lan tingkatan sing alus (basa Bebasan Cirebon). Ari ning Indramayu, basa Dermayon uga ndueni rong tingkatan yaitu basa Dermayon ngoko lan basa Dermayon tingkatan alus sing pun dikenal istilae  besiken.atawa bebasan&lt;br /&gt;*14—sing hasil penelitian nggunana kuesioner minangkane indikator sing bisa mbadingaken kosakata anggota tubuh lan budaya dasar (makan, minum, lan sejene) nganggp landasan metode Guiter; Nodokaken sing nbedakna kosa kata basa Cirebon karo basa Jawa ning Jawa Tengah lan Daerah Istimewa Yogyakarta sampe akehe  75 persen. Samentawis  perbedaan basa Cirebon karo dialek basa Jawa, ning Jawa Timur sampe tekang  76 persen.[1]  PAdahal nganggo standar pengakuan minangka dadi salah sijining basa sing berdiri sendiri, Saora-orane suatu basa mbutuhna kurang luwie  80% pembeda karo basa sing berkembang ning daerah sing [paling parek.&lt;br /&gt;Dheleng data kuen kuh kita dadi takon pinakon. Lamun bener wis dadi dadi basane dheweki, knapa huruf sing digunakna ning pengajarane malah dudu hurupe dhewek.  Kenyataane senajan ana basa Sunda, Banten lan sekien ana Basa Cirebon*15-Indramayu kabehe nggunakna aksara Jawa. Sing wis kawentar sajagat buana monine; ha-na-ca-ra-ka-da-ta-sa-wa-la, pa-dha-ja-ya-nya-ma-ga-ba-tha-nga. Wis kayang konon kuh enataane mung cuman basa Sunda  sing beda adoh karo Basa Jawa. Ning bab tembung, ucap uga dialek lan logate. Mengkonon uga sewaktune ganti adegan sewaktune pementasan wayang golek sunda mbuh wayang kulit sunda, tetap bae suluk-ke nganggo Tembang suluk basa Jawa.      &lt;br /&gt;Balik maning nyoal pakembangan basa jawa ning pantura Tegal-Indramayu sing saiki pada dilirik krana akeh metune karya sastra sing wujude geguritan lan tembang sing  diwartakna ngliwati jagat maya (-internet) minangka sing lagi subur makembang perkembangan basa jawa dialek pantura sig ndueni kekhasan dewek, ning bab ucapan lisan uga sing sisi lagu lan iramane. Nuansa khas basa Tegal lan Indramayu selanjute diwernani awit dekade lagu-lagu dangdut Tarling  era bredare kaset lan sekien luwin maju maning sawise ana era CD dan DVD, lan sekien MP3 dan MP4.&lt;br /&gt;Lagu-lagu Tarling dangdut basa Indramayu lan Cirebon kuh wis mrajalela dadi konsumsi masyarakat Indonesia karo nggunakeken jalur edar bajakan CD lan cukule era musik panggung bebas ning masyarakat ketimbang era seniman sukses marani kota Jakarta, sing awit matine pertumbuhan musik dangdut di layar TV diganti dening ramene panggung dangdut ning masyarakat utamane ning pantura Jawa Timur sing wis kasil ngangkat artis Inul Daratista sing panggung desa-meng desa nuju panggung besar papan duwur artis nasional. Inul uga sering  nggunakna lagu basa Jawa kaya dene “prau layar”, “Anoman Obong”, “Alun-alun Ngajuk”, “Bojoku Nakal”, lan uga lagu-lagu Dermayonan kaya dene “Kucing Garong”, “Tetep Demen”, “Mujaer mundur”, lan “Lanage Jagat” .&lt;br /&gt;Ning Indramayu lan Cirebon, uga dikenal artis dangdut tarling Aas Rolani, Dede S, Nunung Alvi, Dunyawati, lan Dewi Kirana, artis kuwen kuh berhasil nembus blantika music dangdut papan atas. Ketenaraen minangkane artis panggung ora krasa uga melu berjuang nguri-uri pakembangan lagu-lagu basa jawa dialek Indramayu nganggo lagu-lagu dangdut tarling sing  syairnya akeh nyindiri sindiran lan dhueni senggolan sng pas karo kondisi masyarakat  dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*15—Senajana secara kajian Linguistik sampe sekien nyatakna basa Cirebon ”mung” Cuma dialek (Krana hasil Penelitian Guiter nyebutaken kudu nduweni pembeda sing akehe 80% sing  Basa kang pareke), namun sampe sekien Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2003 masih tetep ngakui basa Cirebon, minangkane basa lan dudu Cuma sebates dialek. Istilae , sampe sekien during ana revisi lan during ana perubahan stategis nganggo PERDA kang wis kadung dilairna.  Menurut Kepala Balai Bahasa ning Bandung Muh. Abdul Khak, hal sing kaya mengkono kuh jarene sah-sah bae, Krana Perda merupakan kajian politik susu kajian bahasa atawa kajian budaya..Ning snjrone jagat kebasaan miturute Abdul khak, Siji basa bias diakui atas dasar telung hal;. Pertama, basa atas dasar pengakuan dening penuture, kepindo, atas dasar politik, lan ping telune atas dasar Linguistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-GiGqRyt-rUM/TpcIwkx8_mI/AAAAAAAABak/YfMC-zlyeEI/s1600/tarling%2Bindramayu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-GiGqRyt-rUM/TpcIwkx8_mI/AAAAAAAABak/YfMC-zlyeEI/s320/tarling%2Bindramayu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663004687041625698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tiliken bae lagu “Mabok Bae” minangkane cerminan kondisi mabok ning  masyarakat  sosial bangsa kita. Karo “Kucing Garong” sing nyimbolaken para koruptor sing tamak lan rakus. Sekien  lagu “Nasib TKI”, “Di usir Laki”, uga syair-syair selingkuh sing wis dadi teks bebas ning tembang masyarakat Indramayu-Cirebon. Jujur bae lagune senajan kaya rempeyek  slalu  ngungkapna prubahan prilaku sosial politik*16 masyarakate.&lt;br /&gt;Ning Tegal sejene dimanfaataken nganggo makarya sastra, panggung-panggung keliling sing desa marani desa, kantor marani kantor dilakoni nggo merjuangaken tanpa wates dening para pelaku budaya lan pelestari basa jawa pantura dialek Tegal. Kabeane nyiiptakaken lagu lan disosialisasi ning salah sijine genah marani genah sejene kang tujuane mangibur. Krana wis kadung dadi basa jawa sing dikenal dialeke khas lan lucu. Dikuatna maning dening pelawak Indonesia sing seringe ngunakna dialek Tegal ning sewaktune munculna dialog sing seger. Mulane lagu-lagu dangdut uga populer basa Tegal kabeh ndhueni nafas komedi satir sing slalu nyindir nyoal  parkembangan sosial ekonomi ning masyarakat sing dibungkus guneman lucu.&lt;br /&gt;Senajana masih ana wujud kang sederhana lan dipersoalaken dening kalangan masyarakat sekitare, nasibe lagu-lagu basa dialek Tegal bisa dipastikena bakal ngalami mangsa kejayan, kayadene tembang Tarling Indramayu lan Cirebon. Persoalane Tegal ya ndueni kekuatan jaringan perdagangan. Mengkonon gah lamun gelem ngunakna tukang dagang sega Warung Tegal  sing ana ning pirang-pirang kota ning Indonesia. Seumpamane pemasaran lagu-lagu kuen kuh nggunakna jalur warteg, pasti bae kaya dene lagu-lagu Tarling, lagu basa jawa pantura dialek Tegal sing dimotori dening Hadi Utomo, Dimas Riyanto, Nurngudiono, Lanang Setiawan, Imam Klonengan lan Agus Riyanto iku, uga bakal cepet kawentar menasional ning waktu sing ora bakal sue maning.&lt;br /&gt;Simak bae lagune kaya dene  “Mang Draup”, “Tragedi Jatilawang”, “Kali Gung,” “Alun-alun tegal”, “Galawi,’ lan “Ponggol Setan” kien ;&lt;br /&gt;“Dina sabtu maleme minggu, Aku metu mlaku-mlaku, Dandane necis nganggo sepatu, Mbokan ana sing naksir yanu./ Kloyang-kloyong, Mlaku ngetan, Mlebu taman poci tegal. Sesek ngurek, Rame ora karuan, Wong sing mlaku, pada sol-solan&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Nongkrong ning warung warung lesehan, Sing dipangan ponggol setan&lt;br /&gt;Medang poci pacetane bakwan, Barang pan bayar dompete kecopetan&lt;br /&gt;Wetenge wareg ambekan sesek, Dikon mbayar  dadi kemringet,&lt;br /&gt;Ponggol setan wis kadung dieleg, Nanggung utang dipatak uleg-uleg,”&lt;br /&gt;*16--Basa nggo dasar politik, conto sejene bisa dideleng sing sejarah basa Indonesia. Basa Indonesia sing sebenere ndueni akar sing basa Melayu, sekudune diarani basa Melayu dialek Indonesia. Nanging karo dasar kepentingan politik, akhirne basa Melayu sing wis makembang ning Indonesia –Akhire dadi keputusan pemerintah– dadi aran lan diklaim minagkane basa Indonesia.Sejene alesan politik, pengakuan basa jawa dialek Cirebon dadi basa Cirebon uga bisa dideleng  sing wates wilayah geografis ning jero Perda. Abdul Khak nyebutaken basa Cirebon kasebut dialek yen dideleng secara nasional karo nglibataken basa Jawa. Artinya, saat Perda digawe mung ana ning lingkup Jabar, Cirebon pancen ora ndueni pembanding sing kuwatkaya dene basa Jawa. Apamaning yen dibandingna karo basa Melayu Betawi lan Sunda, Cirebon memang beda.&lt;br /&gt;Luwih beda maning karo pangembangan lagu-lagu basa jawa sing diproduksi seniman ning Yogya, Solo, Semarang, Malang lan Surabaya. Lagu-lagu jawa ning telung wilayah provinsi kien kih diakui mbuh beli lagi ngalami kemunduran. Senajan potensi dagang  lagu basa Jawa ning wilayah “gedhe” kien kuh ndueni potensi. Padahal lahan nganggo promosi tembang utawa lagu basa jawa kuen kuh bisa karo group campur sari, Orkes Melayu atawa group dangdut koplo, Group wayang lan ketoprak sing marak dadi srana hiburan. Kemunduran kien kudu diakui krana tukang nyipta lagu lan pelestari basa jawa ning telung provinsi kuen kuh masih pemali nrima sumbangsih lagu sing kalangan kreator masyarakat biasa. Artine ora gelem nrima lagu-lagu ciptaane rakyat jelata. Padahal kenyataane justru pencipta sing kalangan wong sing dudu akademik lan masyarakat jaba kraton iku sing senajana dudu seniman atawa dalang, luwih peka ngadepi kondisi sosial lan politik negeri jaman sekien.&lt;br /&gt;Kayadene para pencipta lagu jawa pantura ning Indramayu, lan Cirebon. Sing akehe dikarang dening wong lanang sing ditinggal lunga rabine dadi TKW lan kaum wanodya sing akehe lunga mranto meng jaba kota. Para penyumbang naskah cerita, lagu lan tembang uga akeh sing profesi sadina-dinane dadi tukang ojeg, tukang becak, lan supir angkot. Lamun deweke due lagu bagus, pihak produser rekaman pasti bae nrima. Malahan dening koordinator seni sing dipercaya masyarakat pencipta lagu-lagu basa jawa pantura Cirebon*17-Indramayu iku yen lagune pan ditempeli aran pengarange,  lagune diregani  Rp25-50 ribu. Nanging yen arep didol bebasan (adol ucul-red) pencipta lagu bisa olih duit perlagu mulai Rp 100-250 ewu. Contohe bae lagu sing wis tek tembangana ning kita mau, penciptane ya ora pernah disebut-sebut. Beda maning karo lagu ning jawa tengah lan Jawa Timur. Sewaktune ana lagu anyar, pasti sing ditakoni “karyane sapa?”, “Lagune sapa?”. Kang mengkenen kih ora pernah ana ning Indramayu lan Cirebon. Kacuali pitakonane kayang kenen; “ Wulan kien kih lagu apa ya, sing paling top ning radio lan TV swasta?&lt;br /&gt;Persoalan kurang berhasile lagu basa jawa sejene ning Indramayu karo Cirebon, iku krana masih ana dikotomi seniman lan sing dudu seniman. Mengkonon uga ning Tegal. Para pecipta lagu ning Tegal sing akeh ya seniman lan pemerhati basa dialek Tegal, sing notabenene uga intelektual. Akibate ora eran yen ning jaman bengen kuh Ki Narto Sabdo sesantere nyiptakena lagu-lagu karo ngupayani supaya karyane kuen kuh dhueni  ciri khas dewek, lan bisa dadi lagu sing langgeng sedawane zaman. Beda karo jaman sekien. Sing  penting laris manis soal langgeng lan beline kuenkuh soal nasib bae,”&lt;br /&gt;*17—Sing akeh kosa kata asli sing basa kien kih ora dueni padanan karo basa Jawa standar (Surakarta/Yogyakarta) dideleng sing sisi morfologi atawa fonetik. Pancene basa Cirebon sing digunakna ning Cirebon karo Indramayu kuh senajana kepanjing basa Jawa, nduweni pembeda kang cukup akeh karo “basa Jawa baku”, yaiku basa sing diajarna ning sekolah-sekolah sing nyekel patokan kenceng meng basa Jawa Solo. Mulane mengkonon, sedurunge taun 1970-an, buku-buku pelajaran sing Solo ora bias digunakna sebabe terlalu angel dipahami bocah sekolah(lan mungkin bae uga gurune). Awit taun 1970-an, buku pelajaran kuen kuh diganti karo buku pelajaran basa Sunda sing dianggep luwih gampang dimengerti krana sing nganggo   basa Sunda “luwih parek”. Ning kenyataane kebijaksanaan kuen kuh ora bias tepat sahingga ndongol gerakan sing ngusulna ngganti karo buku basa sing digunakna ning wilayah kue dewek, yaiku basa Jawa dialek Cirebon.&lt;br /&gt;Ning intine Didi Kempot Sing sing asale Yogya kuen kuh rumangsa  persaingan pasar lan produktifitas seniman sing nyiptakna lagu ning Jawa Tengah uga Jawa Timur ngalami kemunduran, deweke ora asa-asa marani Cirebon lan Indramayu. Sekien  Didi Kempot wis ngasilaken kolaborasi ning album lagu campursari sing diramu apik karo musik Tarling Cirebon-Indramayu. Hasile tentu bae ndukung majune basa Jawa. Satemene Basa Jawa ning mata nasional lan jagat Internasional kepandeng bagus  pankembangane. Rasakna lagu kien. Didi Kempot duet bareng karo Nunung Alvi asal Cirebon. Kien lagune: Jambu Alas&lt;br /&gt;A: “Kelingan manis eseme, Trus kelingan ramah gemuyune&lt;br /&gt;A: Tresno lan kasih, Kasih sayange, Kapan aku keakon dadi bojone&lt;br /&gt;A: Sayange wis nduwe bojo, Nanging aku, aku wis kadung tresno&lt;br /&gt;A: Nelongso rasane ngati, Yen, aku ra ,klakon melu nduweni&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;A: Jambu alas kulite ijo, sing digagas wis due bojo&lt;br /&gt;A: Ada gula ada semut durung rondo ojo direbut&lt;br /&gt;B: Sumpah ning batin yen kula bli dadi kawin&lt;br /&gt;Tekade ngati ora bakal luruh ganti&lt;br /&gt;B: Sumpah wis janji arep sehidup semati&lt;br /&gt;Seneng lan sedih bareng-bareng dilakoni&lt;br /&gt;A: Jambu alas ndo manis rasane, senajan tilas tak enteni rondone&lt;br /&gt;A: Kelingan manis eseme, trus kelingan lamun gemuyune&lt;br /&gt;A: Tresno lan kasih, Kasih sayange, Karep atiku klakon dadi bojone.”&lt;br /&gt;Sing kene kedeleng nambah jelas wele-welean anggone maknani basa masyarakat pantura sing ning kalangan intelektual lan ahli basa Jawa awale kepetung pinggiran, ning kenyataane pangembangane malah mai sumbangsih gedhe, nganggo pentinge basa Jawa. syair lan tembang tarling dangdut sing dikolaborasi nggo laras gamelan campursari kayadhene sing digawakna Mas Didi Kempot lan Mbak Nunung Alvi mau, senajan buket karo tembung unduhan O, nanging bisa ketemu lan manis ning kolaborasi musike. Mengkonon uga  ngamati makarya sastra geguritan basa jawa pantura dialek Tegal, Indramayu, Cirebon lan Kota Cirebon*19, terus nambah rame lan nyenengaken. Minangka bagian sing basa jawa pantura ning pangembangane. Nganggo ngamati masalah kuen kuh tamtu bae kudu gelem nguculna segala macem egosentris lan kepentingan politik sejene.&lt;br /&gt;*19—Ning taun 2010 dedasare survei persepsi kota-kota ning sekabeh wilayah Indonesia sening Transparency International Indonesia (TII), kota kien kih kepanjing kota terkorup ning Indonesia. Soal kien kih bias dideleng sing Indeks Persepsi Korupsi Indonesia (IPK-Indonesia) 2010 sing kepanjing pengukuran tingkat korupsi pemerintah daerah ning Indonesia, kota Cirebon olih biji sing IPK gedene  3.61, karo rentang indeks 0 sampe 10. Yen 0 artine  dipersepsikna paling korup. Lah yen angka 10 dianggep paling bersih. Total responden sing diwawancarai sajrone survei sing diuji antarane wulan Mei lan Oktober 2010 jumblae 9237 responden. Ning antarane suara sing pelaku bisnis.Ning pembagian administrasi pemerintahane, Kota Cirebon kuh ndueni  5 daerah kecamatan (Harjamukti, Kejaksan, Kesambi, Lemahwungkuk lan Pekalipan), 22 Kelurahan, 247 Rukun Warga (RW) uga 1.352 Rukun Tetangga (RT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosakata&lt;br /&gt;Akehe tembung sing asli ning basa Jawa logat pantura Cirebon Dermayon puniki mboten nggadahi padanan karo basa Jawa standar (Surakarta/Yogyakarta) ditilik sing sisi morfologi atawa fonetik. Memang basa Cirebon sing diengggo ning Cirebon lan Indramayu iku senajan kepanjing basa Jawa, ndueni pembeda sing cukup gedhe karo “basa Jawa baku”, yaiku basa sing diajarna ning sekolah-sekolah sing nganggo patokan nganggo basa Jawa Solo. Mulane awit taun 1970-an, buku-buku pelajaran sing Solo ora bisa dinggo, sebabe ora  dienggo kuh krana luwih angel nganggo diajarna ning murid-murid (lan kayane uga gurune). Mulane ning taun 1970-an, buku pelajaran kuen kuh diganti karo buku pelajaran basa Sunda sing dianggep luwih gampang dipahami. Alesanne sing nggunakna basa Sunda ning Jawa Barat “luih parek”. Nanging ning kenyataane kebijaksanaan pemrentah Jabar kuen kuh ora tepat. Akhire muncul gerakan nggo ngganteni karo buku nganggo basa sing digunakna ning   wilayahe, basa Jawa dialek Cirebon-Dermayon. Padahal basa Cirebon, Indramayu, Tegal, banyumas uga Jawa Timur yen pada bebasan atawa kromo, ya persis Basa Jawa.&lt;br /&gt;Mangga ditutup makalah kien nganggo tembang sing populer ning masyarakat Indonesia. Yen diamati lagu kien kuh uga njukut suksese lagu-lagu basa jawa pantura Cirebon-Dermayon. Amati bae lagu sing digawakna Ayu Ting Ting*21 “Alamat Palsu”’.&lt;br /&gt;Ning endi, ning endi, ning endi, sun arep nggoleti ning endi/demenan sing tak tresnani,/ ora ngarti sangkan parane.wis sue bli teka ning umah,/ ning endi, ning endi, ning endi, menenge sekien ning endi.&lt;br /&gt;reff.&lt;br /&gt;. Mrana merene gegawa alamat, / tapi sing tak temoni dudu deweke,/ sayang, sing tek trima alamat palsu./  Tak takoni batur-bature,/ tapi ngomonge pada ora weruh,/ sayang, kayane kula wis ketipu,/ nggawe sun kelayu kelaralara./ Ning endi, ning endi, ning endi… menenge sekien ning endi.&lt;br /&gt;Reff/ mrana merene gegawa alamat,/ nanging sing tak temoni dudu deweke, / sayang sing tek trima alamat palsu./ tak takoni  batur-bature. / tapi ngomonge pada ora weruh&lt;br /&gt;sayang, kayane kula wis ketipu./ nggawe isun kelayu kelaralara./ ning endi, ning endi, ning endi, sun kudu ngolati ning endi. kekasih sing tak tresnani ora ngarti sankan parane&lt;br /&gt;wis sue bli teka ning umah,/  ning endi, ning endi, ning endi, menenge sekien ning endi”.&lt;br /&gt;(alih basa Dermayon – Cirebon dening Ki Tapa Kelana/Nurochman Sudibyo YS )&lt;br /&gt;*.Penulis pengamat seni budaya lan penggurit ning Pantura asal Indramayu. Sekien umae ning  Tegal HP. 087828983673 -085224507144.    &lt;br /&gt;*20--H.Abdul Adjib iku pendiri group tarling Putra Sangkala. Dikenal uga minangka pencipta lagu Warung Pojok lan Drama Tarling “Baridin-Suratminah” atawa kemat Jaran Guyang lan “‘Martabakrun” sing wis melegenda.&lt;br /&gt;*21—Ayu Ting Ting, iku artis anyar ning blantika musik dangdut, sing muncul ngawakna lagu hit “Alamat Palsu”. Kala akhir September lan permulaan Oktober 2011 wingi. Deweke diblou up media massa sebabe suarane sing khas lan penampilane sing sederhana ora kake’en goyang sing aneh, mung edeg-edeg bawune, karo ora nonjolaken lekuk-lekuk erotisme. Malahan gah klambi lan dandanane kuh ora seronok lan sexi kaya dene penyanyi liyane. Deweke bisa dipadakna gayane artis dangdut jaman Rita Sugiarto lan Evi Tamala ning dekade taun 80-90 an sing luwih penting nonjolaken suara tenimbang bodi seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas sejarah Cirebon.&lt;br /&gt;*18—miturut manuskrip Purwaka Caruban Nagari, waktune abad 15 ning kisik lor  Laut Jawa ana salahsawijineng desa nelayan cilik kang arane  Muara Jati. Ning waktu semono wis akeh kapal asing sing teka usaha dagang karo wong-wong ning kono. Pengurus pelabuhane yaiku Ki Gedeng Alang-Alang sing ditugasi dening penguasa Kerajaan Galuh (Pajajaran). Lan ning pelabuhan kien gah kala semono uga terlihat aktivitas Islam semakin berkembang. Ki Gedeng Alang-Alang mindahna kampung nelayan kuen maning pemukiman anyar ning Lemahwungkuk, 5 km arahe ngidul maharani gegunung mareki  kerajaan Galuh. Minangkane kepala kampong sing anyar dipunangkat Ki Gedeng Alang-Alang nyekel gelar ki Kuwu Cerbon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ning pangembangan selanjute, Pangeran Walangsungsang, putra Prabu Siliwangi diangkat dadi Adipati Cirebon nyekel Gelar Cakrabumi. Pangeran kien kih sing ngadegna Kerajaan Cirebon, diwiwiti karo tindakan ora  ngirimaken upeti man9ing Raja Galuh. Mulane iku Raja Galuh ngirimna bala tentara meng Cirebon nganggo nundukkna Adipati Cirebon, kenyataane Adipati Cirebon luwih kuat tenimbang pasukane Raja Galuh sahingga deweke sing dadi pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayang konon iku sejarae krajaan anyar ning Cirebon Rajane ndueni gelar Cakrabuana. Ngadege krajaan Cirebon dadi tanda awale Krajaan Islam Cirebon lan mulai eksise pelabuhan Muara Jati sing aktivitase makembang sampei kawasan Asia Tenggara. Toli ning tanggal 7 Januari 1681 Cirebon secara politik lan ekonomi ana ning pengawasan pihak VOC, sawise  penguasa Cirebon waktu kuen nandatangani perjanjian karo phak VOC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ning mangsa kolonial pemerintah Hindia Belanda, taun 1906 Cirebon disahna dadi Gemeente Cheribon sing luase 1.100 ha lan jumlah penduduke 20.000 jiwa (Stlb. 1906 No. 122 dan Stlb. 1926 No. 370). Selanjute ning taun 1942, Kota Cirebon diambbani maning dadi 2.450 ha lan taun 1957 status pemrentahane dadi Kotapraja sing ambane 3.300 ha, sawise ditetepaken dadi Kotamadya ning taun 1965 ambane wilayahnya dadi 3.600 ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sawise ndueni status Gemeente Cirebon ning taun 1906, kota kien kih nembe dipimpin dening  Burgermeester (walikota) yaiku ning taun 1920. Walikota pertamane yaiku  J.H. Johan. Dilanjutna dening  R.A. Scotman ning taun 1925. Pada waktu taun 1926 Gemeente Cirebon ditingkatna statuse dening pemerintah Hindia-Belanda dadi stadgemeente, manjing daerah otonomi sing luwih amba nganggo ngatur pakembangan kotane. Selanjute ning taun 1928 kepilih  J.M. van Oostrom Soede minangkane  walikotane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ning mangsa pendudukan tentara Jepang , didadekna Asikin Nataatmaja minangkane Shitjo (walikota) seng pemrentah antara taun 1942-1943. Selanjute dipimpin Muhiran Suria sampe taun 1949, sedurunge diganti dening Prinata Kusuma. Sawise  proklamasi kemerdekaan Indonesia, pemrentah Kota Cirebon ngupayakna ngubah citra Kota Cirebon sing wis kebentuk ning mangsa kolonial Belanda karo simbol lan identitas kota kang anyar, beda karo sedurunge. kota kien kih  dikenal karo semboyane per aspera ad astra (sing jagat eri lan endut  marani lintang), diganti karo motto sing dienggo sampe dina kien yaiku sun titip tajug lan wong miskin.  (asale sing akeh sumber)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-1230271711400955848?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/1230271711400955848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=1230271711400955848' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1230271711400955848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1230271711400955848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/bahasa-jawa-pantura-tak-terpeta-lagu.html' title='Bahasa Jawa Pantura Tak Terpeta,  Lagu lan Geguritane Ngrambah Nusantara Oleh : Nurochman Sudibyo YS'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-AqETwc-uEEY/TpcIvpLGrqI/AAAAAAAABaA/CJemn2MAIq8/s72-c/D92sNwyn3q6cA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-7966937003367661177</id><published>2011-10-13T08:36:00.000-07:00</published><updated>2011-10-13T08:37:16.922-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SENI BUDAYA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Pantura'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tari Topeng'/><title type='text'>PENARI CILIK TOPENG DERMAYU</title><content type='html'>PENARI CILIK TOPENG DERMAYU&lt;br /&gt;&lt;iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/iv7YcaKvARY" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-7966937003367661177?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/7966937003367661177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=7966937003367661177' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7966937003367661177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7966937003367661177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/penari-cilik-topeng-dermayu.html' title='PENARI CILIK TOPENG DERMAYU'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/iv7YcaKvARY/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-8350133003939335990</id><published>2011-10-13T07:55:00.000-07:00</published><updated>2011-10-13T08:00:34.264-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dayak Dermayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Pantura'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Indramayu'/><title type='text'>UPACARA RITUAL DAYAK SEGANDU KEC. LOSARANG KAB. INDRAMAYU JAWA BARAT INDONESIA</title><content type='html'>UPACARA RITUAL DAYAK SEGANDU&lt;br /&gt;KEC. LOSARANG KAB. INDRAMAYU&lt;br /&gt;JAWA BARAT INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/gSEoeXSIto0" allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-8350133003939335990?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/8350133003939335990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=8350133003939335990' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/8350133003939335990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/8350133003939335990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/upacara-ritual-dayak-segandu-kec.html' title='UPACARA RITUAL DAYAK SEGANDU KEC. LOSARANG KAB. INDRAMAYU JAWA BARAT INDONESIA'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/gSEoeXSIto0/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-3409498150664287913</id><published>2011-10-11T09:30:00.000-07:00</published><updated>2011-10-11T09:32:45.527-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota tegal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Tegal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional--Kota Tegal'/><title type='text'>Empat Daerah Dukung Deklarasi FOLWAP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-gTeHnfOVOOc/TpRvj9f72HI/AAAAAAAABZo/crYmP3sT1aI/s1600/Empat%2BDaerah%2BDukung%2BDeklarasi%2BFOLWAP.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-gTeHnfOVOOc/TpRvj9f72HI/AAAAAAAABZo/crYmP3sT1aI/s320/Empat%2BDaerah%2BDukung%2BDeklarasi%2BFOLWAP.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662273295106168946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berita Tegal&lt;/span&gt;—tropong.com. Dalam waktu dekat Forum Lintas Wartawan Pantura (FOLWAP) bakal dideklarasikan di Tegal. Lembaga insan pers yang mewadahi berbagai wartawan di wilayah kerja /liputan Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Brebes dan Pemalang tersebut belum lama ini berhasil dibentuk.  Demikian dituturkan oleh pendiri sekaligus ketua terpilih Budi Sutarno. Menurutnya lembaga baru ini merupakan wadah dan pemersatu insan pers sebagai tindak lanjut  AWP (Aliansi Wartawan Pantura) yang kini telah resmi menjadi wadah sekelompok wartawan di Kabupaten Brebes. Dengan berdirinya FOLWAP ini seluruh wartawan anggota AWP bergabung dalam FOLWAP sebagai lembaga yang ruang lingkupnya lebih luas.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada tropong, Budi Sutarno menjelaskan panjang lebar kronologis terbentuknya FOLWAP. Secara histori berdirinya  perkumpulan ini didasari atas desakan kawan-kawan wartawan di empat daerah. Mereka sepakat mendirikan lembaga baru yang  bernafaskan kebersamaan terutama di wilayah pantura. Tak pelak ide kolektif tersebut berhasil dibentuk dan digagas secara bersama. Puluhan insan pers yang terdiri dari wartawan media cetak harian, mingguan, dwi mingguan, majalah dan media elektronik serta berita on line dari 4 kota tersebut pasca idul fitri kemarin mendukung berdirinya FOLWAP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penjelasannya Budi Sutarno mengaku telah memperoleh dukungan dari beberapa pimpinan daerah. “Di kota Tegal, Slawi, Brebes dan Pemalang, saat ini kan belum ada lembaga jurnalistik yang mampu mewadahi seluruh jurnalis. Kalaupun ada PWI, AJI dan KWRI tidak semua bisa dirangkul. Sebagai penyeimbang dan guna meberi wadah berhimpun kepada mereka yang belum memiliki organisasi, kami ajak untuk bergabung dalam FOLWAP ini, “ ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Budi jelaskan pula bahwa, saat ini ia tengah mempersiapkan pelaksanaan acara deklarasi untuk kepentingan forum tersebut. “Insya Allah jika tidak ada halangan, pelaksanaan deklarasi akan dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2011 mendatang.  Secara kebetulan kami sudah membentuk kepanitiaan. Saat ini tengah diagendakan langkah-langkah persiapan kinerja kepanitiaan setelah Sabtu lalu dibentuk. Dari hasil rapat Panitia pelaksana Deklarasi FOLWAP,  secara aklamasi  kegiatan tersebut diketuai oleh Johari. Rencananya acara tersebut akan digelar di Pendopo balai kota Tegal. “Untuk suksesnya acara tersebut, kami bersama jajaran kepanitiaan siap bekerja keras demi terlaksananya acara tersebut ,” ucap Johari didampingi Budi Sutarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Kades Kebanggan kecamatan moga Kabupaten Pemalang; Dedy Setyadi merasa bangga dengan terbentuknya FORWAP. Ia berharap dengan terbentuknya forum yang meliputi Daerah Kabupaten pemalang  tersebut tidak akan lagi munculnya wartawan liar non organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya bersyukur dengan lahirnya FOLWAP ini. Selain akan menjadi mitra kami dalam pelaksanaan pembangunan, selanjutnya kehadiran wartawan liar akan menjadi semakin sempit. Sebagai Kepala Desa, saya lebih senang jika sesama wartawan tergabung dalam kelembagaan yang resmi,” usulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-u54aJFl4yHU/TpRvkE_JQgI/AAAAAAAABZw/MHhgm8MiLrI/s1600/Empat%2BDaerah%2BDukung%2BDeklarasi%2BFOLWAP%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-u54aJFl4yHU/TpRvkE_JQgI/AAAAAAAABZw/MHhgm8MiLrI/s320/Empat%2BDaerah%2BDukung%2BDeklarasi%2BFOLWAP%2B2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662273297116119554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal yang sama juga disampaikan oleh Kades Kaliwungu Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal, yang juga Ketua Parade Nusantara untuk wilayah Kabupaten Tegal. Ahmad  Husen menilai kerjasama yang baik antara pemerintahan desa dengan wartawan merupakan jalinan sehat yang diidam-idamkan.  Lebih lanjut Ahmad husen menanggapi soal terbentuknya FOLWAP sebagai betuk pemersatu wartawan untuk dapat bekerja sama yang baik dalam pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sangat menghargai wartawan yang selalu siap melakukan kerjasama yang baik dengan pihak-pihak kami. Jadi dengan terbentuknya FOLWAP, kami merasa bersyukur serta menaruh harapan yang besar untuk kondusivitas pembangunan di masa mendatang.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan pula oleh Jouhari dalam pelaksanaan deklarasi FOLWAP pada tanggal 29 oktober nanti, juga akan dilaksanakan pelantikan Pokja-pokja per daerah kabupaten dan kota. Untuk Kabupaten Tegal Pokja FOLWAP diketuai oleh N. Sudibyo, Untuk Kabupaten Pemalang Donald David, dan Kabupaten Brebes diketuai oleh D. Setyawati.   ***(David /noors)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-3409498150664287913?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/3409498150664287913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=3409498150664287913' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/3409498150664287913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/3409498150664287913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/empat-daerah-dukung-deklarasi-folwap.html' title='Empat Daerah Dukung Deklarasi FOLWAP'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-gTeHnfOVOOc/TpRvj9f72HI/AAAAAAAABZo/crYmP3sT1aI/s72-c/Empat%2BDaerah%2BDukung%2BDeklarasi%2BFOLWAP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-480310285278707867</id><published>2011-10-11T09:26:00.000-07:00</published><updated>2011-10-11T09:30:05.691-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Pemalang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Pantura'/><title type='text'>Dana PMTAS Kabupaten Pemalang Bergulir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-F0RABdLG5Sg/TpRu6FgrAEI/AAAAAAAABZc/zYxwQXxnEAQ/s1600/Berita%2BPemalang%252C%2BBerita%2BPantura%252C.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-F0RABdLG5Sg/TpRu6FgrAEI/AAAAAAAABZc/zYxwQXxnEAQ/s320/Berita%2BPemalang%252C%2BBerita%2BPantura%252C.jpg" alt="Dana PMTAS Kabupaten Pemalang Bergulir" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662272575702237250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemalang&lt;/span&gt;, tropong.com—Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang  belum lama ini telah mengucurkan  dana PMTAS ( Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah). Dana yang diperuntukkan bagi 21.187 pelajar SD dan MI. Dana ini dimaksudkan sebagai upaya pemerintah daerah terhadap peningkatan pemberdayaan masayarakat di bidang pendidikan. Menurut Kades Pakembaran Fathudin, Kecamatan Warungpring, anggaran dana PMTAS ini berasal dari APBD Pemalang yang dikucurkan melalui desa-desa yang ditunjuk oleh UPT Dikpora Kecamatan. Pengucurannya pun bertahap.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“ Desa kami rencananya akan menerima dana tersebut. Uang batuan dana PMTAS itu nantinya diterima oleh bendahara desa untuk kemudian diserahkan kepada kepala Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dalam pelaksanaannya Ketua PKK bertindak sebagai pelaksana kegiatan, namun teknisnya untuk mempermudah sampainya bantuan tersebut kami serahkan kepada pihak-pihak sekolah yang memperoleh bantuan di saksikan oleh Kepala UPT Dikpora kecamatan,” ujar Kades pakembaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut kades Fathudin menerangkan bahwa sejak ia diberi amanah memimpin desanya dana bantuan untuk penambahan gizi anak sekolah tersebut sudah pernah berjalan. Namun demikian jika kelak pada gilirannya dana itu turun di desanya ia berjanji akan melaksanakan program tersebut dengan sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu Carik Desa di Kecamatan Warungpring menuturkan pada wartawan tropong bahwa pihaknya akan menerima bantuan dana PMTAS. Sebelumnya masing-masing desa penerima bantuan telah dikirimi pemberitahuan pencairan dan buku petujnjuk teinis guna pelaksanaan nya dilapangan. Dari data bakal turunnya bantuan PMTAS tersebut. Ia menyebutkan bebrapa nama desa di Kecamatan Warungpring yang bakal memperoleh. Diantaranya; Desa Warungpring, Desa Cibuyur, Desa Mereng, Desa Pakembaran dan Desa Datar. Adapaun Desa Karangdawa adalah satu-satunya desa di kecamatan Warungpring yang tidak memperoleh bantuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program bantuan dana PMTAS ini dalam juklaknya memperoleh pengawasan dari Kepala UPT Dikpora kecamatan, Kepala desa, Ketua PKK, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana Kabupaten Pemalang. Adapun setiap sekolah yang memperoleh bantuan dana tersebut nilainya berfariatif. Semua bergantung dari jumlah siswa yang berhak menerima bantuan.Adapun dana yang dikucurkan melalui desa tersebut oleh pihak sekolah kemudin dikelola sesuai dengan kebutuhan dan aturan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari juklak yang tertera dalam pemberitahuan akan turunnya dana tersebut dijelaskan bahwa Setiap siswa menerima bantuan dana sebesar Rp 1500  selama 60 hari. Adapun bentuk yang diterima anak-anak setiap harinya berupa makanan tambahan atau  jajanan.&lt;br /&gt;Dana yang jumlahnya sebesar Rp1.999.980.000 untuk seluruh anak SD dan mi yang terdaptar di pemkab pemalang itu diperuntukan bagai siswa SD, dan MI dalam waktud ekat akan digulirkan  empat belas Kecamatan di Kabupaten Pemalang. Ada sebagian kecamatan yang sudah menerima sebagaimana diakui salah seorang kades di Kecamatan moga yang menuturkan untuk wilayah Kecamatan Moga dana tersebut sudah cair untuk empat desa. Yaitu Desa Walangsanga, Desa Pepedan, desa Gendoang dan Desa Sima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan pula oleh pihak terkait bahwa dana tersebut diperuntukan bagi 81 desa,di empat belas kecamatan  se Kabupaten Pemalang. Dalam juklak itu juga diperoleh data untuk sekolah Dasar dana akan dialokasikan bagi siswa di 121 sekolah dasar .meliputi 1153  siswa yang akan menerima bantuan penambahan gizi tersebut. Dana tersebut juga akan disampaikan pada 8 Madrasah Ibtidaiyah (MI)   untuk penambahan gizi bagi 129 orang siswanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan juklak dan juknis pelaksanaan PMTAS pula , setiap anak memperoleh bantuan telur dengan indeks Rp 1500 /hari.  Selain itu boleh juga berupa susu yang diberikan seminggu sekali dengan indek rp 1500, atau berupa jajanan dengan indek Rp 1500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterangkan oleh salah seorang carik bahwa tidak semua sekolah di setiap desa mendapat bantuan ini. Meski pada kenyataanya Ketua PKK desa bertindak sebagai penanggungjawab peneyediaan menu tambahan bagi anak. Namun dana yang akan dicairkan melalui bendahara desa ini bakal diserahkan kembali pada pihak-pihak sekolah yag berhadapan langsung dengan penerima bantuan. Adapun pengawasannya akan melibatkan berbagai instansi termasuk wartawan. Hal ini dikarenakan dan bantuan ini cukup rawan untuk dikorupsi*** (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;david/noors&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-480310285278707867?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/480310285278707867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=480310285278707867' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/480310285278707867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/480310285278707867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/dana-pmtas-kabupaten-pemalang-bergulir.html' title='Dana PMTAS Kabupaten Pemalang Bergulir'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-F0RABdLG5Sg/TpRu6FgrAEI/AAAAAAAABZc/zYxwQXxnEAQ/s72-c/Berita%2BPemalang%252C%2BBerita%2BPantura%252C.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-5711081113499410283</id><published>2011-10-10T21:26:00.000-07:00</published><updated>2011-10-10T21:33:50.883-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendopo Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><title type='text'>Pemkab Indramayu Siapkan anggaran 800 Juta Untuk Pegamanan Pilwu 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-74wEY7bG_8Y/TpPHCGOwVDI/AAAAAAAABZQ/kqtVOgZzdtA/s1600/Pilkades.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-74wEY7bG_8Y/TpPHCGOwVDI/AAAAAAAABZQ/kqtVOgZzdtA/s320/Pilkades.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662087995381011506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERITA INDRAMAYU&lt;/span&gt; - tropong.com&lt;br /&gt;Pemilihan 140 kepala desa (Pilkades) secara serentak dilaksanakan pada 7 Desember mendatang di Kabupaten Indramayu. Diperkirakan untuk biaya pengamanan menghabiskan anggaran sebesar Rp800 juta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anggaran pengamanan tersebut telah disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu sebesar Rp 500 juta dalam APBD 2011 dan Rp 300 juta pada APBD perubahan. Rencananya, pengamanan pilkades ini dilakukan terpusat melalui Kepolisian Resor (Polres) Indramayu yang dibantu jajaran TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bagian Otonomi Desa Setda Kabupaten Indramayu Dedi Darpadi mengatakan, anggaran pengamanan pilkades dialokasikan melalui anggaran penerimaan belanja daerah (APBD) 2011.Dana pengamanan tersebut telah dialokasikan pada APBD 2011 sebesar Rp500juta dan APBD perubahan 2011 sebesar Rp300 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dana pengamanan pilkades ini untuk proses selama pemilihan hingga pascapilkades, ”kata Dedi. Dia menjelaskan,pengamanan pilkades serentak itu akan melibatkan tomi TNI dan Polri serta Satpol PP Kabupaten Indramayu.  (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;deni/noors/humasimy&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-5711081113499410283?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/5711081113499410283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=5711081113499410283' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5711081113499410283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5711081113499410283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/pemkab-indramayu-siapkan-anggaran-800.html' title='Pemkab Indramayu Siapkan anggaran 800 Juta Untuk Pegamanan Pilwu 2011'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-74wEY7bG_8Y/TpPHCGOwVDI/AAAAAAAABZQ/kqtVOgZzdtA/s72-c/Pilkades.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-7456281589733255744</id><published>2011-10-06T10:02:00.000-07:00</published><updated>2011-10-06T10:05:26.638-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendopo Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><title type='text'>HUT Indramayu 484 diisi dengan Olahraga Tradisional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-YNDia_uvt0M/To3fz2n5b7I/AAAAAAAABZI/UoPxRtx0qwM/s1600/DSCF2728.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YNDia_uvt0M/To3fz2n5b7I/AAAAAAAABZI/UoPxRtx0qwM/s320/DSCF2728.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660426388603760562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BERITA INDRAMAYU, tropong.com&lt;br /&gt;Guna menyemarakan Hari Jadi Kabupaten Indramayu ke 484 tahun 2011, Kamis pagi (6/10) di Alun-alun Indramayu digelar perlombaan olahraga tradisional yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai dinas/instansi dan seluruh kecamatan di Kabupaten Indramayu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga tradisional yang dilombakan tersebut meliputi Bakiak beregu putra sebanyak 25 tim, Egrang beregu putra 23 tim, Dogongan beregu putri 18 tim dan Slodoran beregu putri sebanyak 8 tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Indramayu Abdul Rozak Muslim mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya untuk kembali mengingatkan kepada masyarakat Indramayu dengan olahraga tradisional yang dulu begitu disenangi oleh masyarakat. Apalagi saat ini Kabupaten Indramayu memasuki usia ke 484 diharapkan dapat menjadi semarak dan kembali dimainkan oleh masyarakat Indramayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga tradisional di Indramayu telah menunjukan geliatnya yang sangat luar biasa, hal ini bisa ditunjukan dengan diraihnya medali emas pada Invitasi Olahraga Tradisional (Ortrad) di Pangkal Pinang, Bangka Belitung beberapa waktu lalu. “Mudah-mudahan prestasi lain bisa menyusul bukan saja pada atlet Bakiak namun juga atlet olahraga tradisional lainnya.” Katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah mengatakan, dengan olahraga tradisional ini kembali mengingtakan masa-masa dulu. Diharapkan, dengan seringnya olahraga tradisional ditampilkan bisa kembali menjadi favorit di tengah-tengah masyarakat Indramayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu juga dilakukan eksibisi olahraga tradisional Bakiak antara pemenang  Invitasi Olahraga Tradisional (Ortrad) di Pangkal Pinang, Bangka Belitung dengan para kepala OPD, dan para kepala bagian yang bertarung dengan para camat. Sementara itu Kasdim 0616 Sugiyanto dengan Wakapolres Indramayu Raymondus Andhi beradu tangkas untuk bermain Bedil Jepret. (deni/noors/humas-imy)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-7456281589733255744?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/7456281589733255744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=7456281589733255744' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7456281589733255744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7456281589733255744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/hut-indramayu-484-diisi-dengan-olahraga.html' title='HUT Indramayu 484 diisi dengan Olahraga Tradisional'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-YNDia_uvt0M/To3fz2n5b7I/AAAAAAAABZI/UoPxRtx0qwM/s72-c/DSCF2728.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-5701073361659557894</id><published>2011-10-06T09:56:00.000-07:00</published><updated>2011-10-06T10:02:06.923-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendopo Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Indramayu'/><title type='text'>Pemkab Indramayu Canangkan 2012 Sebagai Tapaq</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-tGEoJRPVEeM/To3e8Tfgw2I/AAAAAAAABZA/1VBSFm3T-9g/s1600/Ngaji.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-tGEoJRPVEeM/To3e8Tfgw2I/AAAAAAAABZA/1VBSFm3T-9g/s320/Ngaji.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660425434280543074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BERITA INDRAMAYU, tropong.com&lt;br /&gt;Religius, Maju, Mandiri, dan Sejahtera (REMAJA), sesuai dengan Visi Indramayu tersebut Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah ingin memaksimalkan prinsip kereligiusan dalam kehidupan masyarakat di daerahnya. Untuk merealisasikan hal tersebut, tahun 2012 bakal dicanangkan sebagai “Tahun Pemahaman Al Qur’an” (Tapaq). Bagaimanapun, Al Qur’an merupakan dasar dari Islam. Oleh karena itu, pemahaman Al Qur’an merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim, termasuk di Indramayu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini agar Al Qur’an tidak sekedar dihafal, tetapi juga dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk penerapan, lebih dulu umat harus paham dengan Al Qur’an yang merupakan kitab suci bagi umat muslim,” tutur Bupati Anna Sophanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 1,7 juta jiwa penduduk Indramayu, kenyatannya masih banyak yang tidak dapat membaca, apalagi memahami arti dan makna Al Qur’an. Adalah tugas pemerintah untuk mengarahkan warganya yang mayoritas muslim agar memahami isi dan kandungan kitab suci agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pencanangan itu merupakan kelanjutan dari visi religius yang sudah dirintis sepuluh tahun terakhir. ‘Tapaq’ merupakan kelanjutan kebijakan bupati sebelumnya,” kata Kabag Humas dan Protokol Setda Indramayu Drs. Wawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti dari keseriusan itu, di tahun 2011 ini Pemkab Indramayu memberi beasiswa kepada 317 santri dari 317 desa. Para santri itu tersebar dibeberapa Pondok Pesantren di antaranya, Buntet, Ciwaringin, dan lain-lain. Harapannya supaya masyarakat Indramayu dapat melek Al Qur’an dan memahami arti serta maknanya. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;deni/noors/humas-imy&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-5701073361659557894?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/5701073361659557894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=5701073361659557894' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5701073361659557894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5701073361659557894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/pemkab-indramayu-canangkan-2012-sebagai.html' title='Pemkab Indramayu Canangkan 2012 Sebagai Tapaq'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-tGEoJRPVEeM/To3e8Tfgw2I/AAAAAAAABZA/1VBSFm3T-9g/s72-c/Ngaji.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-1506503127417753229</id><published>2011-10-04T20:47:00.001-07:00</published><updated>2011-10-04T20:56:28.931-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendopo Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><title type='text'>Sujud Syukur Sambut Usia 484 Indramayu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-2rs4OCNU4Dc/TovTfvv3v0I/AAAAAAAABY4/XY3lCWoNBGo/s1600/Sujud%2BSyukur%2BSambut%2BUsia%2B484%2BIndramayu%2B%25281%2529.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-2rs4OCNU4Dc/TovTfvv3v0I/AAAAAAAABY4/XY3lCWoNBGo/s320/Sujud%2BSyukur%2BSambut%2BUsia%2B484%2BIndramayu%2B%25281%2529.JPG" alt="Sujud Syukur Sambut Usia 484 Indramayu" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659849899067817794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.tropong.com/search/label/Berita%20Indramayu"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERITA INDRAMAYU&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, tropong.com&lt;br /&gt;Sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Kabupaten Indramayu yang telah sampai di usia 484 tahun. Rabu (5/10) secara serentak diseluruh wilayah Kabupaten Indramayu dilakukan sujud syukur. Seperti yang dilakukan oleh seluruh pegawai dilingkungan Setda Indramayu mereka melakukan sujud syukur di Masjid Agung.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut hadir dalam sujud syukur tersebut Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah, Wakil Bupati Drs. H. Supendi, M.Si, Sekretaris Daerah Drs. H. Cecep Nana Suryana, M.Si, para asisten, staf ahli, para kepala bagian, serta ratusan pagawai dilingkungan Setda Indramayu. Sujud syukur ini dipimpin oleh Ustad Habib Ayip Muhammad Yahya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-P4omlDGNPHo/TovTfEp7Y3I/AAAAAAAABYw/6zQt84luqe4/s1600/Sujud%2BSyukur%2BSambut%2BUsia%2B484%2BIndramayu.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-P4omlDGNPHo/TovTfEp7Y3I/AAAAAAAABYw/6zQt84luqe4/s320/Sujud%2BSyukur%2BSambut%2BUsia%2B484%2BIndramayu.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659849887500166002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada kesempatan itu Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.Si mengatakan, dengan sujud syukur ini diharapkan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT senantiasa tercurah kepada seluruh lapisan masyarakat Indramayu. “Alhmadullah kita sudah masuk usia ke 484, kita melakukan sujud syukur sebagai ungkapan terima kasih. Mudah-mudahan dengan yang kita lakukan ini bisa menambah berkah bagi semuanya. Hal ini telah dijanjikan oleh Allah SWT.” Kata wabup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Ustad Habib Ayip Muhammad Yahya menjelaskan, sujud syukur jangan hanya dilakukan ketika berulang tahun saja. Namun juga harus dilakukan setiap saat setiap kali kita mengingat Allah SWT. “Mudah-mudahan Allah SWT mengabulkan do’a kita semua seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Indramayu untuk menuju daerah yang sejahtera.” Katanya. (deni/noors/humas-imy)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-1506503127417753229?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/1506503127417753229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=1506503127417753229' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1506503127417753229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1506503127417753229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/sujud-syukur-sambut-usia-484-indramayu.html' title='Sujud Syukur Sambut Usia 484 Indramayu'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-2rs4OCNU4Dc/TovTfvv3v0I/AAAAAAAABY4/XY3lCWoNBGo/s72-c/Sujud%2BSyukur%2BSambut%2BUsia%2B484%2BIndramayu%2B%25281%2529.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-595082833361050592</id><published>2011-10-04T20:34:00.000-07:00</published><updated>2011-10-04T20:46:55.388-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendopo Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Donor Darah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><title type='text'>Pemkab Gelar Donor Darah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-F-25mBmWxDk/TovQmftT2OI/AAAAAAAABYo/x3QBTEpIaLQ/s1600/Pemkab%2BGelar%2BDonor%2BDarah.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-F-25mBmWxDk/TovQmftT2OI/AAAAAAAABYo/x3QBTEpIaLQ/s320/Pemkab%2BGelar%2BDonor%2BDarah.JPG" alt="Donor Darah Indramayu" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659846716486310114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BERITA INDRAMAYU, tropong.com&lt;br /&gt;Berbagai rangkaian kegiatan Hari Jadi Indramayu ke 484 tahun 2011. Salah satunya Pemkab Indramayu mengadakan kegiatan Donor Darah Sukarela bagi para pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Tanggal 4 sampai 5 Oktober yang berlangsung di Areal Gedung Pendopo Indramayu. Ratusan kantong darah berhasil dikumpulkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketua PMI Cabang Indramayu Drs. H. Suwito Handoyo mengatakan, kegiatan ini bagi para pegawai pemda ini merupakan agenda rutin setiap tahun menjelang datangnya HUT Kabupaten Indramayu. Kegiatan donor darah ini diharapkan bisa menambah stok darah di PMI dan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan darah. Karena selama ini lembaga yang dipimpinnya selalu mengalami kekurangan stok darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan adanya donor darah ini, setidaknya dapat mengatasi kekurangan stok darah di PMI yang selama ini terus menipis” kata Suwito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu para pegawai yang ikut donor darah berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Deni Sanjaya staf Bagian Humas dan Protokol menyambut gembira adanya donor darah ini. Sebab, selama ini dirinya melakukan donor darah rutin setiap tiga bulan sekali. “Kita tidak usah datang ke PMI, ternyata sekarang petugas PMI datang sendiri ke Pemkab. Mudah-mudahan darah yang diambil bisa bermanfaat bagi orang lain.” Katanya. (deni/noors/humasy)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-595082833361050592?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/595082833361050592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=595082833361050592' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/595082833361050592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/595082833361050592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/pemkab-gelar-donor-darah.html' title='Pemkab Gelar Donor Darah'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-F-25mBmWxDk/TovQmftT2OI/AAAAAAAABYo/x3QBTEpIaLQ/s72-c/Pemkab%2BGelar%2BDonor%2BDarah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-7203913325286656093</id><published>2011-10-04T20:14:00.000-07:00</published><updated>2011-10-04T20:34:20.259-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendopo Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><title type='text'>Alunan Al-Qur’an di Pendopo Indramayu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-XvM9FnXgDEY/TovOyNpDHxI/AAAAAAAABYQ/vZhzYib3zAU/s1600/Alunan%2BAl-Qur%25E2%2580%2599an%2BKeluar%2BDari%2BBibir%2BPejabat%2BIndramayu.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-XvM9FnXgDEY/TovOyNpDHxI/AAAAAAAABYQ/vZhzYib3zAU/s200/Alunan%2BAl-Qur%25E2%2580%2599an%2BKeluar%2BDari%2BBibir%2BPejabat%2BIndramayu.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659844718771773202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERITA INDRAMAYU&lt;/span&gt;, tropong.com&lt;br /&gt;Benar-benar nuansa religius ingin dikembangkan diseluruh lapisan masyarakat Kabupaten Indramayu. Para pejabat yang selama ini berkutat dengan pekerjaan dan kesibukannya melayani masyarakat, ternyata mereka memiliki kemampuan untuk membaca ayat-ayat Al Qur’an dengan baik. Hal ini terungkap ketika para pejabat eselon II dan III mengikuti lomba Baca Al-Qur’an yang berlangsung di Pendopo Indramayu selama dua hari dari tanggal 3-4 Oktober ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-C-Vyhls9hm8/TovOyXVHvtI/AAAAAAAABYY/TE8Z5LiOYE4/s1600/Alunan%2BAl-Qur%25E2%2580%2599an%2BKeluar%2BDari%2BBibir%2BPejabat%2BIndramayu%2B%25281%2529.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-C-Vyhls9hm8/TovOyXVHvtI/AAAAAAAABYY/TE8Z5LiOYE4/s200/Alunan%2BAl-Qur%25E2%2580%2599an%2BKeluar%2BDari%2BBibir%2BPejabat%2BIndramayu%2B%25281%2529.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659844721372544722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beraneka ‘nada’ terucap dari bibir para pejabat yang membaca Al-Qu’ran ini, mereka membacakan beraneka surat baik yang panjang dan pendek. Dan juga ada yang serius dan santai. Beberapa pejabat dengan latar belakang yang berbeda ternyata mampu membaca dengan baik dan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba baca Al-Qur’an ini selain untuk menyambut HUT Kabupaten Indramayu ke 484, juga sebagai ajang untuk mengetahui bagaimana para pejabat ini mampu memahami kebijakan Pemerintah Kabupaten Indramayu berupa mengaji 15 menit sebelum bekerja / belajar. Para pemenangnya nanti akan diumumkan pada puncak peringatan HUT Kabupaten Indramayu pada tanggal 7 Oktober 2011 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3i5SBEIPe-o/TovOytG-9pI/AAAAAAAABYg/h9cUg-lzimU/s1600/Alunan%2BAl-Qur%25E2%2580%2599an%2BKeluar%2BDari%2BBibir%2BPejabat%2BIndramayu%2B%25282%2529.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-3i5SBEIPe-o/TovOytG-9pI/AAAAAAAABYg/h9cUg-lzimU/s200/Alunan%2BAl-Qur%25E2%2580%2599an%2BKeluar%2BDari%2BBibir%2BPejabat%2BIndramayu%2B%25282%2529.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659844727218828946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kabid Penanaman Modal pada Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP) Kabupaten Indramayu Dadang Oce Iskandar mengatakan, lomba membaca Al-Qur’an ini sangat bagus bagi para pejabat. “Kalau bisa ini bisa dilakukan sesering mungkin, para pejabat juga harus memiliki keahlian dalam membaca dan memahami kandungan Al-Qur’an” katanya. (deni/noors/humas-imy)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-7203913325286656093?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/7203913325286656093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=7203913325286656093' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7203913325286656093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7203913325286656093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/alunan-al-quran-di-pendopo-indramayu.html' title='Alunan Al-Qur’an di Pendopo Indramayu'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-XvM9FnXgDEY/TovOyNpDHxI/AAAAAAAABYQ/vZhzYib3zAU/s72-c/Alunan%2BAl-Qur%25E2%2580%2599an%2BKeluar%2BDari%2BBibir%2BPejabat%2BIndramayu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-7523218362757271457</id><published>2011-10-04T20:04:00.000-07:00</published><updated>2011-10-04T20:07:17.682-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Slawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tegal - Slawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Slawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Tegal'/><title type='text'>Colombia Cabang Tegal , Jadi Sorotan Mapolres Tegal “Konsumen Telat Bayar Kredit, Malah dijepit”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Bjb-lmywsRU/TovJ0lhgnJI/AAAAAAAABYI/Uvt1TCT0WPo/s1600/BERITA%2BSLAWI.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 297px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Bjb-lmywsRU/TovJ0lhgnJI/AAAAAAAABYI/Uvt1TCT0WPo/s320/BERITA%2BSLAWI.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659839261984201874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BERITA Slawi—Kabupaten Tegal—tropong.com&lt;br /&gt;Akte kridit yang dibuat oleh perusahaan penyalur barang seringkali merugikan konsumen sebelah pihak. Perjanjian (surat pernyataan-red) yang disodorkan pihak perwakilan perusahaan kepada konsumen pada kenyataannya sangat merugikan. Namun soal penting ini jarang dicermati para konsumen kredit karena ketika ajuan kreditnya di ACC, tidak pernah mau membaca perjanjian secara rinci. Hal ini dirasakan hampir oleh semua masyarakat yang mengambil barang kreditan baik sepeda motor maupun barang-barang elektronik, di lembaga leasing non perbankan. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dicermati mereka memang tak ubahnya seperti rentenir yang berkedok leasing dan perusahaan-perusahaan yang berlabel keren seperti Colombia yang ada di kota Tegal. Kasus kerugian di pihak kreditor dirasakan sebagaimana baru-baru ini terjadi. Manakala oknum karyawan Colombia  dilaporkan oleh PK-PU Cabang Tegal.  Pelaporan ini terkait adanya perampasan secara paksa yang dilakukan beberapa oknum yang mengaku karyawan Colombia, terhadap Sutono (48) warga Rt 04 Rw.01 Desa Lumingser kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perampasan benda berupa becak, STNK dan TV 14 ‘ merek Digital, serta speker plus amfliplayer itu dilakukan oleh oknum tersebut dengan alasan Sutono telah telat dalam pembayaran kredit TV 21’ merk Sharp yang diambil 3 bulan lalu.  Karena keterlambatan cicilan bulan ke 3 itulah ia kemudian berhadapan dengan masalah pelik. Apalagi manakala ia menghadapi biaya selamatan orangtuanya yang baru saja meninggal dunia.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan Sutono pihaknya pada tanggal awal September 2011 bertemu dengan rombongan oknum Columbia saat mau berangkat mbecak. Ia di hadang dan dimintai setoran TV yang sudah terlambat. Karena Sutono belum memiliki uang sebesar setoran (Rp 159.000 + denda sekitar Rp 180.000,-) maka ia menawarkan uang seadanya dulu. Namun tawarannya ditolak oleh pihak penagih.  Sutono kemudian di rampas dompetnya dengan paksa. Bahkan STNK kendaraan bermotornya juga dirampas. Dengan alasan akan dijadikan sebagai jaminan.  “Ini yang dilakukan para oknum columbia kepada saya, Pak,” ratap Sutono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya nggak bisa bayar kreditan TV, karena belum punya duit, dan orang tua saya baru saja meninggal. Untuk memenuhi kebutuhan 7 hari mendiang orang tua saya itu saya gadaikan TV’ kreditannya. Kalau saya telat kan saya masih mau berusaha. Mestinya saya bias dimaklumi,” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada tanggal 7 September 2011 kemarin, rombongan oknum dari Colombia datang lagi dengan membawa mobil. Mereka berempat merampas becak saya, TV  14’ merk Digital yang sedang ditonton anak saya juga dicopot paksa. Dan salon speker serta  amplifayer yang nongkrong diruang tengah dirampas juga. Mereka beralasan sebagai jaminan agar saya segera membayar cicilan ketiga dan bunga serta dendanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena merasa dirugikan, atas saran seorang teman, saya dizolimi oleh oknum karyawan Colombia tersebut. Saya kemudian melapor pada KP-PU Cabang Tegal. Pada Lembaga Komite Nasional Perlindungan Konsumen dan pelaku usaha Indonesia Cabang Tegal di  Kebunan Asri 2 Blok A No 14 ke Camatan dukuh Waru inilah Sutono memohon perlindungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melapor Ke PK-PU , Sutono dan Ahmad Riandi MPh. dan Wahyu selaku anggota PK-PU mendatangi Kantor Colombia di Kejambon . Di Situ mereka diminta menunggu. Setelah menanti lama datang salah seorang karyawan yang menangani masalah Sutono bernama Rinto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Sutono dan anggota PK-PU, Rinto selaku wakil ketua penanggungjawab Colombia menjelaskan dialah yang bertanggungjawab atas penyitaan barang-barang milik sutono.  Rinto mengaku akan siap menghadapi penyelesaian dalam bentuk apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silahkan, masalah ini mau diselesaikan dengan model apa? Kami siap! “ ujar Rinto. Sebagaimana diceritakan Ahmad Ryandi pada wartawan. Namun karena tidak ada titik temu yang bias dilakukan pihak Colombia untuk menyerahkan kembali becak Sutono sebagai alat mata pencahariannya, maka mereka bertiga pun langsung menuju Mapolres Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak ada kesepakatan dan tidak adanya penyelesaian yang bisa membantu Sutono untuk bisa memperoleh uang guna mencicil kebutuhan kreditnya, karena becaknya juga masih disita pihak Columbia. Maka Sutono didampingi oleh dua anggota PK-PU pada tanggal 9 September 2011 menuju Mapolres Kabupaten Tegal. Mereka bersama-sama melaporkan tindakan kesewenang-wenangan oknum Colombia yang merampas becak yang menjadi lahan usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan Sutono nama-nama yang telah melakukan penyitaan barang miliknya diantaranya ; Romi Johan, Haidir, Bechi dan Iwan yang jadi sopir nya. Nama-nama inipun telah dilaporkan pada pihak penyidik di Mapolres Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mapolres Tegal pengaduan mereka diterima melalui SPK  No Pol : STTLP/227/IX/2011 /Jateng/Res Tegal/SPK. Dalam laporan tersebut tertulis pihak oknum Colombia telah melakukan pemerasan disertai ancaman sebagaimana dimaksud dalam  pasal 368 KUHP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya hingga kini kasus yang menimpa diri sunyoto belum juga usai. Ia merasa malu pada tetangga dan masyarakat sekitarnya. Selain baru saja ditinggal orang tua, ia harus menanggung malu harta yang jadi penghidupannya dirampas oleh pihak Colombia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya malu pak. Pada  tetangga dan anak istri saya. Kasihan anak saya tidak bisa nonton TV lagi. Dan saya tidak bisa menghidupi anak istri saya, karena becak yang jadi sarana penting dalam mencari rejeki sehari-hari telah dirampas paksa oleh oknum Colombia tanpa belas kasihan. Bagaimana saya bisa membayar sementara saya sendiri tak bisa bekerja apa-apa lagi,” keluh Sutono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib Sutono memang sangat menyedihkan. Ia tidak bisa mencari nafkah karena becak yang jadi andalan jalan pencaharian untuk kehidupannya dirampas. Padahal jika ditimbang dari nilai besarnya kredit TV ‘ 21  merk Sharp jika ditotal dengan barang yang dirampas sebagaimana yang telah dilakukan oknum Colombia seperti barang TV 14’, Becak , Speker dan ampliflayer juga STNK nilainya lebih  dari jumblah nilai barang kreditannya.  Hingga kini Sutono hanya menunggu panggilan proses hukum yang entah akan berpihak kemana. (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;David/Noors&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-7523218362757271457?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/7523218362757271457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=7523218362757271457' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7523218362757271457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7523218362757271457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/colombia-cabang-tegal-jadi-sorotan.html' title='Colombia Cabang Tegal , Jadi Sorotan Mapolres Tegal “Konsumen Telat Bayar Kredit, Malah dijepit”'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Bjb-lmywsRU/TovJ0lhgnJI/AAAAAAAABYI/Uvt1TCT0WPo/s72-c/BERITA%2BSLAWI.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-217287069584800213</id><published>2011-10-04T19:49:00.000-07:00</published><updated>2011-10-04T20:00:23.192-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Slawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tegal - Slawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Slawi'/><title type='text'>BERITA SLAWI - Selewengkan Raskin Warga lapor ke KEJARI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-3FP1doE1UOg/TovH5jnJaGI/AAAAAAAABYA/xp1f8Kozx0g/s1600/Selewengkan%2BRaskin.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 212px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-3FP1doE1UOg/TovH5jnJaGI/AAAAAAAABYA/xp1f8Kozx0g/s320/Selewengkan%2BRaskin.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659837148347066466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BERITA SLAWI, tropong.com&lt;br /&gt;Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kalijambu kecamatan Bojong, laporkan Kepala Desa-nya sendiri; Abdul Hamid S.Ag ke Kejaksaan Negeri  (Kejari) Slawi.  Rabu (21/9) lalu laporkan itu dilakukan karena kades diduga telah menjual beras miskin (Raskin) dan tersangkut pula kesalahan lain yang merugikan masyarakat dan pemeritah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan DPD Kalijambu dilakukan secara tertulis, dan ditandatangani langsung oleh ketua-nya; Sumroh Anizah. Laporan tertulis tersebut dibawa langsung oleh Hartono, ketua LSM  Aliansi Masyarakat Peduli Desa Kalijambu. Bersama rekan-rekannya, Hartono diterima oleh kasi Intel Kejari Slawi, Budi Maulana SH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan tertulisnya ketua BPD Kalijambu Sumrah Anizah, menjelaskan bahwa; pada bulan Juli 2008, Kades Kalijambu telah menjual Raskin sebanyak 4.519 kg kepada Ajis pemilik toko sembako di Pasar Moga Pemalang. Pihak pelapor  memiliki bukti kwitansi penjualan raskin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menggelapkan raskin, kades juga telah menaikkan harga raskin diluar harga yang ditentukan, yakni Rp 30.000/kantong. Padahal semestinya raskin dijual Rp 24.000/kantong yang berisi 15 kilogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perbuatan tersebut dilakukan oleh kades Kalijambu, sejak dirinya dilantik menjadi kepala Desa September 2007 lalu hingga sekarang. Bahkan BPD dan masyarakat yang dibantu juga oleh pihak kecamatan pernah meminta agar kades mau diajak musayawarah. Namun kades Abdul Hamid tidak menghiraukan ajakan tersebut. Begitu juga saat hendak dimediatsi Camat Bojong waktu itu A. Zamzami, Kades juga tidak hadir” ujar Hartono pada wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dijelaskan oleh pelapor,  selain penjualan raskin, Kades Kalijambu juga diduga telah memakai dana swadaya masyarakat untuk membantu program PNPM Mandiri Pedesaan. Akibatnya  program pemerintah pusat tersebut terhenti. Terbukti hingga kini program pembangunan jalan rabat beton di desa Kalijambu belum selesai dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Warga ingin sekali kades Kalijambu ditindak secara hukum. Setidaknya perbuatannya yang telah merugikan rakyat dan negara itu dapat balasan yang setimpal. Apa yang dilakukan Kades Kalijambu ini, tidak didasari aturan apapun. Baik itu Musdes maupun berita acara keputusan desa,” tegas Hartono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya pula kekecewaan warga terhadap kepemimpinan kades Abdul Hamid saat ini telah memuncak. Warga beserta tokoh masyarakat telah berupaya menegur kades dengan berbagai cara. Namun kades tidak pernah menghiraukan suara masyarakat. Oleh karenanya warga pun melaporkan perilakunya ke Kejari. Bahkan laporan tertulis itu juga telah disampaikan kepada Bupati, DPRD, Kepala Inspektorat dan Camat Bojong,” ucap Hartono pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hartono berharap, kerugian uang rakyat sekitar Rp 100 juta dari penjualan Raskin yang dinikmati kades Abdul Hamid, dapat dikembalikan, Karena uang tersebut milik masyarakat miskin,” tegas Hartono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Hartono, selaku ketua LSM, mengharap agar Laporan yang sudah dilakukan DPD Kalijambu segera ditangani dan tidak dipeti es-kan. “Negara ini negara hukum, ya harus diproses secara hukum. Agar ada rasa keadilan. Karena selama ini Kades Kalijambu terkesan kebal hukum. Bahkan sudah dilaporkan sejak tahun 2008 tapi tidak ada tindakan apa-apa dari penengak hukum,” harap Hartono dan seluruh masyarakat Kalijambu.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sementara Kasi Intel Kejari Slawi Budi Maulana SH menerima laporan warga Desa Kalijambu. Pihaknya berupaya akan menindaklanjuti keinginan warga dan masyarakat Kalijambu tersebut. Seperti diungkapkan Hartono, yang mensitir penjelasan Kasi Intel Kejari Slawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang Kades Kalijambu Abdul Hamid , hingga kini belum bisa dimintai keterangan terkait dengan laporan warganya ke kejari. Bahkan saat dihubungi melalui ponselnya ternyata tidak pernah aktif. (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAVID&lt;/span&gt;).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-217287069584800213?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/217287069584800213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=217287069584800213' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/217287069584800213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/217287069584800213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/berita-slawi-selewengkan-raskin-warga.html' title='BERITA SLAWI - Selewengkan Raskin Warga lapor ke KEJARI'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-3FP1doE1UOg/TovH5jnJaGI/AAAAAAAABYA/xp1f8Kozx0g/s72-c/Selewengkan%2BRaskin.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-4900726057125324497</id><published>2011-10-04T19:47:00.000-07:00</published><updated>2011-10-04T19:49:06.551-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Brebes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabupaten Brebes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alun-alun Brebes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Brebes'/><title type='text'>Alun-alun Brebes jadi Pusat Jajan</title><content type='html'>Brebes—Alun Alun Brebes setiap hari ramai dikunjungi para pecinta wisata kuliner.  Ada cukup banyak jenis makanan yang khas dan dapat menjadi daya tarik tersendiri sebagai kebanggan  masyarakat Brebes. Ada Kupat Blengong, Sate Blengong, goring bebek, telor asin, moci dan jajan gorengan, Soto, bakso, dan macam-macam minuman segar yang dingin dan hangat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan perkembangan dari tahun ke tahun yang terus menunjukkan aktifitas perekonomian yang positif, Bupati Brebes H. Agung Widyantoro SH, MSi melalui Dinas Tata Kota dan lingkungan Hidup berusaha menata dan member kesan lebih indah, nyaman dan berseri pada lingkungan alun-alun kota penghasil bawang ini. Tampak sekeliling alun-alun sudah dibangun dengan bentuk trotoar yang menyerupai panggung bertenda khas dengan ujung yang meruncing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat yang berkunjung di Alun-alun Brebes tersedia tempat duduk lesehan yang member ruang pandang kearah jalan dan ke taman alun-alun yang luas. Pengunjung bias langsung memesan makanan dan minuman yang diinginkan sesuai dengan seleranya masing-masing. Sampai kini Alun-alun Brebes terus menjadi daya tarik masyarakat yang berkendaraan di jalur Pantura. Usai melaksanakan sholat di Masjid Agung, orang-orang memanfaatkan waktu istirahatnya dengan santai di seputar alun-alun Brebes.&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu Bupati Brebes Agung Widyantoro juga telah menambah magnit untuk pusat keramaian kota brebes ini dengan diberi layanan Hot Spot. Sehingga Para pelajar, mahasiswa, pegawai dan siapapun yang beristrirahat di alun-alun brbes bias melakukan koneksitas dengan menggunakan Laptop atau notbook karena seputar Alun-alun Brebes masuk Hot Spot Area. Gagasan cerdas Bupati Agunng ini tentu saja disambut baik masyarakat pelajar dan mahasiswa. KArena dampaknya secara ekonomi akan memberikan ruang keuntungan yang besar bagi pedagang di Alun-Alun kota brebes. Adapun restribusi parker juga menjadi pendapatan yang menarik untuk APBD apabila diawasi dengan tertib sehingga biaya parkiran disesuaikan dengan jumlah karcis yang dikeluarkan DISPENDA Brebes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat ini semua pengendara kendaraan yang dipungut karcis di Alun-alun hanya diminta bayar tanpa diberi karcis tanda telah membayar dana parkiran,” Ujar Wartono sopir yang baru saja mengantar rombongan sholat Asyar dan jajan di sekitar alun-alun brebes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung yang memanfaatkan sarana tenda dan istirahat lesehan di Alun-alun Kota Brbes memang tidak hanya para jemaat yang sholat di masjid agung saja. Terbukti ada juga masyarakat yang pulang menjenguk saudaranya di Lapas Kabupaten Brebes yang ada di sudut kanan Pendopo Brebes.   Warga setempat pun banyak yang memanfaatkan alun-alaun Brebes sebagai obyek wisata kuliner sembari cuci mata dan ngobrol-ngobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkanselama bulan Ramadhan kemarin para pedagang di alun-alun Brebes mengalami perolehan pendapatan yang lumayan bagus dari masyarakat yang menanti waktu berbuka tiba, bahkan para pedagang buka sampai jelang waktu Imsyak. Begitu juga di saat menjelang idul fitri dan lebaran kami merasa banyak diuntungkan dengan fasilitas tenda yang dibangun Pemerintah daerah sebagai pemnis dan penambah keindahan Alun-alun kota Brebes yang sangat Jelas member banyak keuntungan pada masyarakat pedagang dan pemilik usaha took cindera mata, dan oleh-oleh khas Brebes, jelas salah seorang Pedagang Kupat Blengong yang jualan di sudut kiri Alun-alun sembari sibuk melayani para pembeli. (Dyah Setyawati &amp;amp; N. Dibo)     &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-4900726057125324497?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/4900726057125324497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=4900726057125324497' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/4900726057125324497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/4900726057125324497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/10/alun-alun-brebes-jadi-pusat-jajan.html' title='Alun-alun Brebes jadi Pusat Jajan'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-5761707008721063158</id><published>2011-09-26T07:24:00.000-07:00</published><updated>2011-09-26T07:28:57.083-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendopo Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><title type='text'>Sebanyak 265 Pejabat Pemkab Indramayu Dimutasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-oy4_tHNNVSU/ToCLrgSRIdI/AAAAAAAABX4/pfozYuHxtyg/s1600/Kembali%2B265%2BPejabat%2BPemkab%2BIndramayu%2BDimutasi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-oy4_tHNNVSU/ToCLrgSRIdI/AAAAAAAABX4/pfozYuHxtyg/s320/Kembali%2B265%2BPejabat%2BPemkab%2BIndramayu%2BDimutasi.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656674711494533586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERITA INDRAMAYU&lt;/span&gt; - tropong.com&lt;br /&gt;Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah kembali melakukan mutasi terhadap para pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Senin (26/9) sebanyak 265 pejabat dialihtugaskan yang berlangsung di Pendopo Indramayu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk eselon II pejabat yang dimutasikan sebanyak 19 orang, diantaranya yakni Ir Heri Hilman yang sebelumnya Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan kini Kepala Dinas Cipta Karya. Drs. Susanto BAE sebelumnya Kepala Dinas Cipta Karya kini sebagai Kepala Disporabudpar. H Warjo semula Kepala Disporabudpar kini Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan. Ir Firman Muntako semula Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Pertambangan dan Energi kini menjadi Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Sementara Omarsyah S Sos MM yang semula Kepala Bidang Pemeliharaan pada Dinas Bina Marga kini sebagai Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Pertambangan dan Energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk eselon III juga banyak mengalami perubahan seperti Ir Aep Surahman semula Kepala Kantor Lingkungan Hidup kini Sekretaris pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Pertambangan dan Energi. Drs Zakaria Joko Hartawan semula Inspektur Pembantu Wilayah IV kini menjadi Kepala Kantor Lingkungan Hidup.Drs Akhmad Juniadi semula Sekretaris pada Dishubkominfo kini menjadi Sekretaris pada Dinsosnakertrans, sementara sekertaris Dishubkominfo ditempati Drs EC Mohammad Ribandi Ak MSi yang semula Sekretaris Bappeda. Posisi Camat juga mengalami perubahan, diantaranya Sutrisno SIP semula Camat Juntinyuat kini menjadi Camat Bongas. Ir Akhmad Budiharto MM semula Camat Kandanghaur kini menjadi Sekretaris pada Bappeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara untuk eselon IV sebanyak 167 orang yang terkena mutasi diantaranya Drs H Sudarsono MSi semula kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Lelea kini menjadi Kasi Akuisisi dan Pengolahan pada Kantor Arsip dan Perpustakaan. Hj Ela Nurlaela Sari SE MSI semula Kasubbag Keuangan pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika kini menjabat Kasubbid Kependudukan Kesehatan Kesejahteraan Sosial dan Tenaga Kerja pada Bappeda. Supriyanto SPd semula Kasi Tenaga Teknis Bidang Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan kini sebagai Kasubbag Bina Informasi pada Bagian Humas dan Protokol Setda. Sementara dr Lisfayeni semula kepala UPTD Puskesmas Balongan kini menjadi Kasi Kesehatan Ibu dan Bayi pada Dinas Kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah mengatakan, kegiatan mutasi pejabat merupakan bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta pembinaan karier pegawai. Sebagai bagian dari upaya penyegaran dan peningkatan kinerja, mutasi ini hendaklah dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, bukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan. Parameter utama yang digunakan dalam menentukan jabatan bagi setiap pegawai, dilakukan melalui pertimbangan kapasitas, kompetensi, integritas, loyalitas, moralitas, pangkat, serta nilai pengabdian dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab kepada negara. Dalam konteks ini, mutasi pejabat harus dimaknai sebagai suatu penugasan, dan secara lebih bijak merupakan suatu amanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perlu diketahui, bahwa penunjukkan saudara-saudara dalam menduduki jabatan ini, bukan karena didasarkan selera atau kedekatan saudara dengan pimpinan, tetapi justru didasarkan pada kemampuan dan prestasi yang saudara capai selama menjalankan tugas kedinasan, serta ditunjang oleh sikap, dedikasi, loyalitas, serta komitmen, dan tanggung jawab yang saudara tunjukkan selama menjalankan tugas” kata bupati. (deni/humasindramayu)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-5761707008721063158?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/5761707008721063158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=5761707008721063158' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5761707008721063158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5761707008721063158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/09/sebanyak-265-pejabat-pemkab-indramayu.html' title='Sebanyak 265 Pejabat Pemkab Indramayu Dimutasi'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-oy4_tHNNVSU/ToCLrgSRIdI/AAAAAAAABX4/pfozYuHxtyg/s72-c/Kembali%2B265%2BPejabat%2BPemkab%2BIndramayu%2BDimutasi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-1985937766636118729</id><published>2011-09-18T22:10:00.000-07:00</published><updated>2011-09-18T22:35:37.030-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendopo Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Pantura'/><title type='text'>Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah Canangkan Bulan Dana PMI 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-7X8SOXjN_xg/TnbRMf2-pqI/AAAAAAAABWo/h3-XLu-SNtE/s1600/Bupati%2BIndramayu%2BCanangkan%2BBulan%2BDana%2BPMI%2B2011.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-7X8SOXjN_xg/TnbRMf2-pqI/AAAAAAAABWo/h3-XLu-SNtE/s320/Bupati%2BIndramayu%2BCanangkan%2BBulan%2BDana%2BPMI%2B2011.JPG" alt="Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah Canangkan Bulan Dana PMI 2011" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653936394850969250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERITA &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INDRAMAYU&lt;/span&gt;, tropong.com&lt;br /&gt;Dalam kesempatan upacara pengibaran bendera merah putih tanggal 19 September 2011, Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah mencanangkan kegiatan Bulan Dana PMI 2011 yang berlangsung di Alun-alun Indramayu. Pencanangan ini bertepatan dengan HUT PMI ke-66.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usianya yang ke-66 tahun, PMI yang merupakan salah satu aset bangsa dan negara yang perlu dijaga dan dikelola dengan cara profesional, amanah, netral, dan mandiri. PMI juga terus dituntut untuk berada di garis terdepan dalam hal penanganan bencana, pengelolaan darah,  dan tugas kemanusiaan lainnya. Dengan demikian, PMI akan tetap menjadi mitra strategis pemerintah dan menjadi mitra yang saling bermanfaat bagi sektor korporasi maupun  perorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-NMfZ-fcYRnU/TnbRMlDKmZI/AAAAAAAABWw/Hq32khnqN7o/s1600/Bupati%2BIndramayu%2BCanangkan%2BBulan%2BDana%2BPMI%2B2011%2B%25281%2529.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-NMfZ-fcYRnU/TnbRMlDKmZI/AAAAAAAABWw/Hq32khnqN7o/s320/Bupati%2BIndramayu%2BCanangkan%2BBulan%2BDana%2BPMI%2B2011%2B%25281%2529.JPG" alt="Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah Canangkan Bulan Dana PMI 2011" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653936396244261266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah mengatakan, penyelenggaraan gerakan bulan dana PMI merupakan kesempatan yang baik bagi semua pihak untuk mengekspresikan kepekaan dan kepedulian sosial dalam rangka membantu sesama melalui penyaluran dana bagi kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Selain itu, kegiatan bulan dana PMI juga merupakan ajang sosialisasi untuk semakin membumikan rasa kepedulian terhadap sesama dan nilai-nilai luhur kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Melalui pelaksanaannya, kita berharap selain dapat terkumpul dana untuk berbagai aktifitas kemanusiaan yang dijalankan PMI, juga tercipta penguatan rasa kesetiakawanan dan solidaritas sosial di antara kita semua”, kata Anna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain, sejalan dengan upaya menjaga integritas, PMI terus berupaya menuntaskan rancangan undang-undang lambang PMI. Salah satu agenda strategisnya adalah menertibkan penggunaan lambang PMI. Undang-undang ini akan menjadi kaidah dalam penggunaan lambang PMI seperti halnya yang telah diterapkan oleh Komite Palang Merah Internasional, Federasi Internasional Palang Merah, dan Bulan Sabit Merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk mendukung suksesnya kegiatan bulan dana PMI tahun 2011 sebagai perwujudan komitmen dan kepedulian bersama terhadap kegiatan sosial kemanusiaan”, pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dicanangkan Bulan Dana PMI tahun 2011, Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah juga menyerahkan kacamata minus kepada siswa tidak mampu bagi 245 siswa dari program kacamata untuk rakyat dari PMI. Piagam Penghargaan kepada mitra kerja baik perorangan/lembaga yang telah membantu kegiatan PMI. Piagam Penghargaan kepada para Donor Darah Sukarela ke 10 – 100 dan motivator donor, dan penghargaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Ketua PMI Cabang Indramayu Drs. Suwito Handoyo seusai kegiatan mengatakan, target yang ingin di capai pada Bulan Dana PMI tahun 2011 ini sekitar 350 – 400 juta. Target ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 300 juta. (noors/humas-imy)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-1985937766636118729?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/1985937766636118729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=1985937766636118729' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1985937766636118729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1985937766636118729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/09/bupati-indramayu-hj-anna-sophanah_18.html' title='Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah Canangkan Bulan Dana PMI 2011'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7X8SOXjN_xg/TnbRMf2-pqI/AAAAAAAABWo/h3-XLu-SNtE/s72-c/Bupati%2BIndramayu%2BCanangkan%2BBulan%2BDana%2BPMI%2B2011.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-385358272787496982</id><published>2011-09-18T02:12:00.000-07:00</published><updated>2011-09-18T02:14:45.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SENI BUDAYA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya Indramayu'/><title type='text'>BUDAYA DERMAYU: TARI TOPENG DERMAYU - RITUAL WANG BLENDONG</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;TARI &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TOPENG DERMAYU&lt;/span&gt; - RITUAL WANG BLENDONG #1 - Nurochman Sudibyo YS&lt;br /&gt;&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/Ha6VJTkHJSY" allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TARI &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TOPENG DERMAYU&lt;/span&gt; - RITUAL WANG BLENDONG #2 - Nurochman Sudibyo YS&lt;br /&gt;&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/6id9fZ7vGJE" allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TARI &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TOPENG DERMAYU&lt;/span&gt; - RITUAL WANG BLENDONG #3 - Nurochman Sudibyo YS&lt;br /&gt;&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/02sJZLoDAp8" allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-385358272787496982?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/385358272787496982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=385358272787496982' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/385358272787496982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/385358272787496982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/09/budaya-dermayu-tari-topeng-dermayu.html' title='BUDAYA DERMAYU: TARI TOPENG DERMAYU - RITUAL WANG BLENDONG'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/Ha6VJTkHJSY/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-3173347873242507448</id><published>2011-09-16T20:23:00.000-07:00</published><updated>2011-09-16T20:23:43.656-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Slawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Tegal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Pantura'/><title type='text'>ADA APA DENGAN DEKLARASI FORUM REMBUG JASA KONSTRUKSI (FORJASI) KAB. TEGAL</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ep1QpzUNqZc/TnQRqIG6VyI/AAAAAAAABWg/KQf5RRFIaiM/s1600/ADA%2BAPA%2BDENGAN%2BDEKLARASI%2BFORUM%2BREMBUG%2BJASA%2BKONSTRUKSI%2B%2528FORJASI%2529%2BKAB.%2BTEGAL.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://1.bp.blogspot.com/-ep1QpzUNqZc/TnQRqIG6VyI/AAAAAAAABWg/KQf5RRFIaiM/s320/ADA%2BAPA%2BDENGAN%2BDEKLARASI%2BFORUM%2BREMBUG%2BJASA%2BKONSTRUKSI%2B%2528FORJASI%2529%2BKAB.%2BTEGAL.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;  &lt;o:RelyOnVML/&gt;  &lt;o:AllowPNG/&gt; &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;   &lt;w:CachedColBalance/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;   &lt;m:dispDef/&gt;   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable	{mso-style-name:"Table Normal";	mso-tstyle-rowband-size:0;	mso-tstyle-colband-size:0;	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;	mso-para-margin-top:0cm;	mso-para-margin-right:0cm;	mso-para-margin-bottom:10.0pt;	mso-para-margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Para Pengurus FORJASI dari Kanan; &lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;i&gt;sekretaris; M. Aksan Khudoni, ketuaumum Forjasi; Eri Siswanto, Wakil Ketua; Rosa, Ketua Badan Penasehat M. Ansor,dan bendahara M. Dewo. (Noors), duduk pula Kodir selaku anggota senior Forjasi.(NOORS)&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;BERITA SLAWI - Tropong.comJumat siang hingga sore, 16 September 2011 kemarin menjadi waktu yang bersejarah bagi para pengusaha jasa kontruksi di kabupaten Tegal. Pasalnya apa yang telah disepakati oleh para pengurus yang tergabung dalam Lintas Asosiasi Jasa Konstruksi dalam membentuk Forum Rembug Jasa Konstruksi (FORJASI) pada tanggal 9 September 2011 di rumah Makan Padang Slawi, akhirnya berhasil diseklarasikan dengan sukses. Deklarasi FORJASI berlangsung di Rumah Makan Media Bambu di Jl. Pesawahan Pangkah Slawi Kabupaten Tegal. Acara dihadiri 76 rekanan yang telah menyatakan diri bergabung dalam forum tersebut. Pelaksanaan deklarasi dimulai dengan tajuk Halal Bi Halal sesama rekanan se Kabupaten Tegal mengingat masih dalam suasana lebaran. Dilanjutkan dengan Makan-makan dan hiburan nyanyi bersama. Puncak acara berlanjut dengan pemaparan visi misi dibentuknya Forum Rembug Pengusaha Jasa Konstruksi dan Tanya jawab. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara penyampaian Visi-misi Forum rembug Pengusaha Jasa Kontrusi tersebut, bertindak sebagai moderator, Rosa Mulya Aji yang sekaligus juga wakil ketua FORJASI. Dalam penjelasannya ditegaskan perihal kronologis terbentuknya forum rembug  yang bertujuan meningkatkan profesionalisme para pengusaha jasa kontruksi di Kabupaten Tegal. &lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-1PDiELJ2npU/TnQRp4OKvII/AAAAAAAABWQ/m2Iu_LQzerk/s1600/ADA%2BAPA%2BDENGAN%2BDEKLARASI%2BFORUM%2BREMBUG%2BJASA%2BKONSTRUKSI%2B%25282%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="171" src="http://4.bp.blogspot.com/-1PDiELJ2npU/TnQRp4OKvII/AAAAAAAABWQ/m2Iu_LQzerk/s320/ADA%2BAPA%2BDENGAN%2BDEKLARASI%2BFORUM%2BREMBUG%2BJASA%2BKONSTRUKSI%2B%25282%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;  &lt;o:RelyOnVML/&gt;  &lt;o:AllowPNG/&gt; &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;   &lt;w:CachedColBalance/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;   &lt;m:dispDef/&gt;   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable	{mso-style-name:"Table Normal";	mso-tstyle-rowband-size:0;	mso-tstyle-colband-size:0;	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;	mso-para-margin-top:0cm;	mso-para-margin-right:0cm;	mso-para-margin-bottom:10.0pt;	mso-para-margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Sebanyak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;76 Pengusaha Jasa Kontruksi hadir dalamDeklarasi FORJASI. Selain menunjukkan keguyuban pertemuan tersebut jugadijadikan ajang ramah tamah sekaligus Halal Bi Halal di&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;kalangan sesama rekanan. ( NOORS)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-aK-j6CeHhCE/TnQRqETYeUI/AAAAAAAABWY/Ozl467KUg6Y/s1600/ADA%2BAPA%2BDENGAN%2BDEKLARASI%2BFORUM%2BREMBUG%2BJASA%2BKONSTRUKSI%2B%25283%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-aK-j6CeHhCE/TnQRqETYeUI/AAAAAAAABWY/Ozl467KUg6Y/s320/ADA%2BAPA%2BDENGAN%2BDEKLARASI%2BFORUM%2BREMBUG%2BJASA%2BKONSTRUKSI%2B%25283%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;  &lt;o:RelyOnVML/&gt;  &lt;o:AllowPNG/&gt; &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;   &lt;w:CachedColBalance/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;   &lt;m:dispDef/&gt;   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable	{mso-style-name:"Table Normal";	mso-tstyle-rowband-size:0;	mso-tstyle-colband-size:0;	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;	mso-para-margin-top:0cm;	mso-para-margin-right:0cm;	mso-para-margin-bottom:10.0pt;	mso-para-margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Adhi Prasetyo ; Ketua GABPEKNASKAB. TEGAL hadir dalam Deklarasi FORJASI. Ia akan terus mendukung forum rembugini selama visi dan misinya berpihak pada para pengusaha jasa Konstruksi agartidak terhegomoni oleh kekuatan yang akan merugikan para pengusaha kecil.(NOORS) &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Dari penjelasan Rosa; disampaikan pula jajaran kepengurusan Forjasi diantaranya Duduk sebagai Ketua Badan Penasehat M. Ansor, Adapun ketua umum Forjasi; Eri Siswanto dengan sekretaris M. Aksan Khudoni dan bendahara M. Dewo. Hadir dalam kesempatan tersebut ketua Kadin; H. Fathudin, Ketua Gapensi; H.Maspui,     Ketua Gabpeknas; Adhi Prasetyo, Ketua Aspekindo;  Supri, dan beberapa pengurus Asosiasi lainnya serta sesepuh-sesepuh pengusaha Jasa Kontruksi di Kabupaten Tegal. Ketua Forjasi Eri Siswanto dalam sambutannya meminta agar para pengusaha jasa konstruksi di Kabupaten Tegal bisa terus menjalin kebersamaan, guyub dan rukun dalam menghadapi berbagai tantangan di masa datang. Banyaknya persoalan yang dirasakan oleh para pengusaha jasa konstruksi yang tidak bisa ditangani oleh lembaga asosiasinya dengan lahirnya forum rembug ini akan diperjuangkan hingga mencapai tujuan profesionalisme dan melakukan pembelaan terhadap kasus-kasus yang menimpa para pengusaha dilapangan yang memperoleh perlakuan tidak semestinya dari para oknum pengawas.  “Forum ini tidak akan mengambil alih peranan lembaga asosiasi pengusaha jasa konstruksi, namun demikian justru akan membantu menyelesaikan problem anggota rekanan yang tidak bias diatasi sendiri dalam lembaganya,  ” ujar Eri siswanto.  Dewan Penasehat FORJASI M. Ansor dalam sambutannya meaparkan beberapa kasus yang terjadi di lapangan dan yang semestinya bias dilawan namun tidak dilakukan karena para pengusaha merasa tidak enak dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada laporan kini para pemeriksa pekerjaan pengusaha jasa konstruksi dating bawa linggis dan palu, kayak mau perang. Ini tidak dibenarkan. Kalau ketua Asosiasi dimana pengusaha yang diperiksa tidak sanggup mengatasi permasalahan ini, maka forum rembug pengusaha Jasa konstruksilah yang akan mengajukan somasi dan pembelaan,” jelas M. Ansor.Lebih lanjut M. ansor menegaskan perlunya di kesiapan para pengusaha jasa konstruksi di tahun 2012 nanti agar ada sosialisasi sebelumnya.   Pedoman pelaksanaan pengadaan dan jasa pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan peraturan presiden no 95 tahun2007 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku sejak januari 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyanggahan itu bukan suatu kejahatan tapi merupakan kewajiban. Jadi jangan mau dibohongi. &lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-hyyeZ0k1rrw/TnQRpqVpT2I/AAAAAAAABWI/MH5GG8CiB5k/s1600/ADA%2BAPA%2BDENGAN%2BDEKLARASI%2BFORUM%2BREMBUG%2BJASA%2BKONSTRUKSI%2B%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://2.bp.blogspot.com/-hyyeZ0k1rrw/TnQRpqVpT2I/AAAAAAAABWI/MH5GG8CiB5k/s320/ADA%2BAPA%2BDENGAN%2BDEKLARASI%2BFORUM%2BREMBUG%2BJASA%2BKONSTRUKSI%2B%25281%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;  &lt;o:RelyOnVML/&gt;  &lt;o:AllowPNG/&gt; &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;   &lt;w:CachedColBalance/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;   &lt;m:dispDef/&gt;   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable	{mso-style-name:"Table Normal";	mso-tstyle-rowband-size:0;	mso-tstyle-colband-size:0;	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;	mso-para-margin-top:0cm;	mso-para-margin-right:0cm;	mso-para-margin-bottom:10.0pt;	mso-para-margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Nama-nama pengusaha jasa konstruksi yang hadir dalamdeklarasi FORJASI &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(NOORS)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;“Jadi kalau ada pihak pengguna anggaran atau SKPD dari instansi di Pemkab Tegal yang beralasan dengan peraturan produk tahun 2010 itu Cuma ngarang-ngarang dan jangan digubris. Karena sudah tidak berlaku lagi. Sebagai gantinya adalah PP no        Kodir salah seorang Senior pengusaha Jasa Konstruksi di Kabupaten Tegal yang sore hari itu bertindak menyampaikan kondisi yang dihadapi para pengusaha jasa konstruksi saat ini memperoleh aplaus dari para undangan yang hadir. Selain menjelaskan perihal fungsi peraturan pemerintah yang baru Kodir juga menghimbau sudah tidak berlakunya PP prodak tahun 2010 atau yang sebelumnya.  “Yang namanya bidang atau tenaga ahli. Konstruksi itu tidak terbatas, kesimpulannya sama saja dengan kontruksi mibil dan kapal juga pesawat. Keterangan ahli menurut kepres adalah surat pengakuan profesi yang dikeluarkan oleh pemerintah bukan dari lembaga apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara sekarang ada di kabupaten tegal, surat pengakuan itu diterbitkan oleh sub bisang sub bidang, membuat ketentuan untuk membatasi proses lelang. Saya tidak tahu mengapa itu terjadi. Dan sampai sekarang tidak ada jawaban. Tenaga tukang aspal, tukang batu dan tukang masang keramik dari jaman belanda pun tidak mempunyai sertivikat. Ini kan menjadi pertanyaan, Mengapa itu ada? Mengapa mengada-ada? Sebaiknya UMP dilarang membuat kelengkapan yang mengada-ada dan terkesan diskriminatif yang tujuannya untuk memenangkan salah satu pihak. Ini akan membingungkan dan menimbulkan pertanyaan. Kalau terus menerus seperti ini, para rekanan ini ibarat menunggu antrian hukuman pancung. Kepentingan kepentingan ini istilahnya ngudo roso karena dalam forum ini banyak yang senasib dan sepenanggungan. Ketika asosiasi membentuk Formasi disitu terasa kita tidak dihormati. Ini menjadi pengalaman pahit, derita yang sangat menderita. Bukankah fungsi asosiasi berperan mewakili kepentingan anggota. Mari kita berfikir jernih dan berfikir kembali. Jangan sampai kita para rekanan ini sama seperti menunggu hukuman pancung,”.keluh Kodir Selain itu dalam sambutan Ketua Gapensi H. Maspui  menyatakan sebagai pengusaha  harus komitmen baik dalam membagi pekerjaan dan juga komitmen kepada kawan. Indikatornya menurut Maspui kalau para pengusaha rukun akan terjadi kebersamaan. Sarannya kepada pengusaha yang baru-baru janganlah merasa ngiri dengan pengusaha yang sudah senior dan telah berpengalaman berpuluh tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Pengusaha di jaman sekarang selain harus memiliki komitmen juga dituntut professional. Menjadi ketua asosiasi ya harus rukun dengan teman-teman lainnya. Saya setuju saja dengan pembentukan Forjasi asalkan komitmen terhadap diri sendiri dan kawan-kawan lainnya. Menjadi kontraktor itu harus rukun. Jangan sampai terjadi banding-bandingan,” tegas ketua BPC GApensi Kabupaten Tegal. Lain lagi dengan sambutan Ketua Kadin; H. Fathudin yang secara langsung mendukung terbentuknya Forum Rembug Pengusaha Jasa Konstruksi. Menurutnya apabila tujuannya adalah menciptakan kerukunan antar pengusaha jasa konstruksi itu positif dan harus didukung. Apalagi kalau visi dan misinya juga untuk melakukan pembelaan nasib bagi para pengusaha kecil.“Saya melihat masa depan yang cerah akan dapat diraih oleh seluruh pengusaha jasa konstruksi di kabupaten Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau Forjasi ini bias merukunkan para pengusaha, dan bias guyub guna mengatasi persoalan-persoalan yang ada menuju terciptanya pengusaha yang professional di Kabupaten Tegal, sudah barangtentu Forum rembug ini kita dukung sepenuhnya. Dan dalam kesempatan yang baik ini saya menyampaikan titipan pesan putra saya M. Novel telah membuka kursus computer gratis untuk para anggota asosiasi dari manapun barangkali ada yang menginginkan sertivikasi tenaga computer silahkan daftar di lembaga computer binaaan putra kami dengan Cuma-Cuma”’ tambahnya. Namun demikian disaat moderator acara Rosa Mulya Aji membuka ruang diskusi muncul pernyataan Supri, ketua asosiasi Aspekindo yang dengan tegas menyatakan ketidaksediaan masuk dalam keanggotaan Forum Rembug Jasa Konstruksi. Selain karena tidak merasa diundang, ia juga menghawatirkan forum ini dibentuk sebagai Organisasi Tampa Bentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena secara aturan menurut supri semestinya para pengusaha jasa konstruksi di kabupaten Tegal jika mau membuat organisasi yang mengusung kepentingan di antara penusaha yang ada di bawah bendera asosiasi hanyalah Formasi. Dan untuk membentuk Forum Sasyarakat JAsa Konstruksi atau FORMASI ini harus dihadiri oleh Bupati, Kapolres, Kajari dan Dinas-dinas yang terkait serta dari unsure ahli dan akademik. “Saya khawatir deklarasi Forjasi ini hanya akan jadi OTB. Apalagi jika AD ART ya saja tidak ada dan lembaganya masuk kategori elegal karena tidak direstui pemerintah, kan tidak ada manfaatnya. Oleh karena itu saya melarang anggota saya untuk masuk dalam forum ini baik sebagai anggota apalagi pengurus,’ tegas Supri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai pernyataan Supri selaku ketua Aspekindo, audien tak memunculkan penanya lainnya. Rosa Mulya Aji pun akhirnya menutup acara dengan kesimpulan apa yang ditakutkan oleh Supri tidak akan terjadi. Pasalnya menurut Rosa Forjasi secara konsep sudah menyiapkan tahapan untuk melangkah sebagai organisasi yang resmi. Selain tidak melanggar UUD 45 berserikat dan berkumpul adalah bentuk demokrasi yang tidak dilarang. BAhkan Forjasi dalam waktu dekat akan dilengkapi dengan akte notaries yang tentu saja memiliki AD ART. BAhkan Senen ini seluruh jajaran pengurus inti akan melakukan audiensi ke bupati,” tegas rosa sembari menutup kegiatan sore itu. Sayangnya banyak gerundelan dari beberapa pengusaha jasa yang datang menyesalkan materi acara yang terkesan kurang dipersiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau saja acara deklarasi Forjasi itu mengutamakan ditampungnya permasalahan-permasalahan anggota rekanan di lapangan dan kemudian membahas rencana aksinya guna pembelaaan terhadap aspirasi anggotanya, maka Peran Forjasi menjadi jelas. Mereka malah mengutamakan kelengkapan kepengurusan dan membicarakan hal yang kurang strategis. Padahal yang paling urgen kan saat ini soal banyaknya pengusaha jasa konstruksi yang memperoleh tekanan dari pihak-pihak pengawas dan lain-lainnya dalam penyelesaian pekerjaan proyek tahun 2011 ini,” tegas Ali Aji, salah seorang pengusaha dari Gabpeknas sembari langsung pulang. (&lt;b&gt;NOORS&lt;/b&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-3173347873242507448?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/3173347873242507448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=3173347873242507448' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/3173347873242507448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/3173347873242507448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/09/ada-apa-dengan-deklarasi-forum-rembug.html' title='ADA APA DENGAN DEKLARASI FORUM REMBUG JASA KONSTRUKSI (FORJASI) KAB. TEGAL'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ep1QpzUNqZc/TnQRqIG6VyI/AAAAAAAABWg/KQf5RRFIaiM/s72-c/ADA%2BAPA%2BDENGAN%2BDEKLARASI%2BFORUM%2BREMBUG%2BJASA%2BKONSTRUKSI%2B%2528FORJASI%2529%2BKAB.%2BTEGAL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Slawi, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.98351 109.140496</georss:point><georss:box>-7.015032 109.10101399999999 -6.951988 109.179978</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-1038528466992716619</id><published>2011-09-16T19:38:00.000-07:00</published><updated>2011-09-16T19:43:18.293-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Tegal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Pantura'/><title type='text'>Keberadaan Obyek Wisata PAI Tegal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-MxqCpG9txGY/TnQJOz0BOfI/AAAAAAAABVg/jZP8uJxTye0/s1600/pai.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 177px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-MxqCpG9txGY/TnQJOz0BOfI/AAAAAAAABVg/jZP8uJxTye0/s320/pai.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653153582288026098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pantai Alam Indah (PAI) sebagai &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;satu-satunya Obyek Wisata milik Pemkab Tegal diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini seiring berkurangnya dana investasi jangka panjang, atau dana saving milik Pemkot Tegal, yang selalu dimanfaatkan menutup defisit anggaran. Namun demikian, Pemkot dalam hal ini Dinas Pemuda Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) selaku Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membidangi, harus mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan pengunjung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas yang ada, baik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;water boom&lt;/span&gt;, Monumen Bahari serta beberapa anjungan di dalam OW PAI, harus benar-benar dalam keadaan aman. Sehingga pengunjung merasa nyaman, ketika memanfaatkan fasilitas yang ada. Peristiwa meninggalnya 3 pengunjung yang terjadi berturut-turut pasca Lebaran tahun ini, harus menjadi pelajaran berharga bagi pihak pengelola. Berbagai upaya dan antisipasi harus dilakukan, demi kenyamanan pengunjung. Sehingga OW PAI jadi andalan Pemkot, serta mampu bersaing dengan tempat wisata di Kota Tegal dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sekretaris Komisi I DPRD W Edi Susilo SH, agar pengunjung merasa aman dan nyaman, pengelola harus melakukan pengecekan semua fasilitas yang ada. Jika tidak memungkinkan serta berbahaya bagi pengunjung, harus segera dilakukan perbaikan atau pembongkaran. Contohnya kondisi anjungan yang memprihatinkan. Semua demi mencegah adanya korban jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami menilai anjungan yang ada, baik sebelah barat atau timur keadaannya sangat membahayakan. Kami minta dilakukan pembongkaran. Kalaupun harus dipertahankan, perlu ada perbaikan yang sempurna. Jika dengan kondisi semacam ini, sangat berbahaya dan membuat keamanan pengunjung jadi terusik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, selain anjungan, masalah keamanan fasilitas lain perlu diperhatikan. Terutama sejumlah benda-benda yang ada di Monumen Bahari. Peristiwa beberapa waktu tahun lalu, yang menyebabkan seorang anak meninggal dunia, karena kejatuhan benda di tempat itu, jangan sampai terulang kembali. Sehingga pengelola OW PAI harus mengecek ulang kesiapan maupun keamanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berbagai papan peringatan, baik di pantai, Monumen Bahari dan di sejumlah fasilitas OW PAI harus ditambah. Sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman ketika datang. Dengan demikian, secara tidak langsung dapat menarik simpatik wisatawan, yang berasal dari Kota Tegal dan sekitarnya maupun luar Jawa atau bahkan mancanegara," imbuh Edy lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dia mengungkapkan, keberadaan portal di dalam OW PAI, membuat kondisi tidak nyaman. Kalaupun kendaraan tidak boleh masuk, maka harus total. Bukan harus bayar lalu diperbolehkan. Apalagi portal bukan hanya satu. Namun ada di beberapa titik. Ini tentu membuat kenyamanan pengunjung terganggu. "Terus apakah uang tersebut masuk dalam pendapatan? Kami minta pengelola harus tegas menyikapi hal tersebut," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat sama, Wakil Ketua Komisi I DPRD HA Satori SE memaparkan, agar pengunjung tidak sampai terbawa ombak, pengamanan pantai harus diperketat. Pengelola tak hanya memasang bendera merah, namun juga tali pembatas sepanjang pantai. Tali tersebut diberi pelampung, sehingga akan mengapung di atas air. Kalau itu dilakukan, dengan sendirinya pengunjung akan dibatasi waktu berenang atau bermain air di pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain itu, pengelola OW PAI harus menata dan mengatur bangunan yang ada di dalam. Jangan sampai ada bangunan lain, apalagi mendekati pantai, seperti di kawasan OW PAI sebelah timur. Untuk kemajuan ke depan, kami harap keamanan dan kenyamanan pengunjung lebih diperhatikan. Kalau masyarakat merasa aman dan nyaman, secara tidak langsung pendapatan bisa mengikuti. Saat ini yang harus jadi fokus pengelola, meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Kepala Disporabudpar Ir HM Wahyudi MSi, melalui Kasie Pengembangan Produk dan Usaha Pariwisata Sudibyo SE menyatakan, berbagai upaya telah dilakukan, guna menciptakan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Pihaknya juga memasang papan peringatan serta perinagatan melalui pengeras suara, supaya pengunjung tidak berenang di pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk itu, agar pengunjung lebih nyaman dan aman, kami sarankan supaya berenang atau bermain air di water boom. Bukan hanya itu. Pengecekan kekuatan fasilitas yang ada selalu dilakukan. Memang untuk anjungan, kami belum bisa membongkarnya. Namun kami telah menutup dan memasang papan informasi, pada bagian anjungan rusak. Soal peningkatan kemananan, utamanya pemasangan tali pembatas sepanjang pantai, bakal kami pertimbangkan," tegas Wahyudi. (m.saekhun/noors)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-1038528466992716619?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/1038528466992716619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=1038528466992716619' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1038528466992716619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1038528466992716619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/09/keberadaan-obyek-wisata-pai-tegal.html' title='Keberadaan Obyek Wisata PAI Tegal'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-MxqCpG9txGY/TnQJOz0BOfI/AAAAAAAABVg/jZP8uJxTye0/s72-c/pai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-2022472570709600922</id><published>2011-09-16T19:21:00.000-07:00</published><updated>2011-09-16T19:35:53.013-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Slawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Tegal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Nasional--Kota Tegal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Pantura'/><title type='text'>DPC PKBN kunungi Kyai dalam kegiatan Safari Syawal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-zeKGdVr0Iss/TnQG9ylrR0I/AAAAAAAABVY/WYObMp5DsXM/s1600/211036_185397084844159_1836976_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 259px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-zeKGdVr0Iss/TnQG9ylrR0I/AAAAAAAABVY/WYObMp5DsXM/s320/211036_185397084844159_1836976_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653151090878400322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERITA SLAWI&lt;/span&gt; – Selamat dua hari 14-15 September 2011, DPC Partai Kemakmuran Bangsa (PKB) Nusantara Kabupaten Tegal melakukan silaturahim kepada kyai-kyai dan beberapa tokoh yang berada di Kabupaten Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silaturahim yang dibalut dengan nama Safari Syawal ini, selain memohon maaf dari semua pengurus kepada yang didatangi dan menjalin tali silaturahim, juga meminta wejangan atau tausyiah dari para kyai. Hal ini dimaksudkan dalam mengemban amanat pengrus partai dapat amanah, sekaligus juga sebagai ajang sosialisasi, karena partai baru dan belum dideklarasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua DPC PKB Nusantara, H Sofiyudin Mhum, mengatakan, safari syawal ini memanfaatkan nuansa lebaran untuk bersilaturahim pada kyai-kyai. Pihaknya bersama pengurus lainnya baru dua hari melakukan program tersebut, yang dimulai dari hari Rabu (14/9) dan kamis (15/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang tidak semua pengurus mengikuti safari ini, tapi paling tidak sudah ada yang mewakilinya. Kita manfaatkan momentum lebaran ini sebaik mungkin untuk bersilaturhim kepada kyai, untuk minta wejangan,” katanya, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pengurus yang terlihat, yakni, ketua DPC PKB Nusantara, H Sofiyudin, Aenul Yakin SE sebagai Sekretaris, Adikin SHI wakil Sekretaris, Ds H Bambang Arisyanto wakil ketua, Hj Yuni Latifah SAg, dan beberapa pengurus lain yang berjumlah kurang lebih 10 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat berkunjung ke kyai Hasani, pengasuh ponpes At Tauhidiyah Giren Talang, kyai Hasani mendoakan dan mendukung  adanya partai baru, walaupun belum dideklarasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pada saat berkunjung ke kyai Tholib di Kecamatan Adiwerna, pengurus diberi wejangan, agar mereka jangan berfikir untuk mencari kemenangan saja, tetapi bagaimana dapat mempertahankan dan memperjuangkan kebenaran di negara Indonesia ini pada umumnya. Kyai Tholib juga menghimbau agar menjadi pengurus partai tidak saling menyalahkan yang lainnya.  “Banyak pesan yang disampaikan oleh kyai-kyai, termasuk salah satunya juga diharapkan partai yang dipimpin Yeni Wahid ini dapat mengakomodir kader partai lain, barangkali ingin bergabung dengan PKBN,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sofiyudin berharap, semua warga NU, baik yang santri maupun yang abangan, silahkan bergabung dengan PKBN,  karena PKBN ini partai yang religius dan nasionalis.  “Nusantara itu dapat disingkat, menjadi NU, Santri, Abangan dan Rakyat. Jadi kami terbuka bagi semua,” ujarnya.  Kaitan dengan rencana deklarasi, pihaknya masih menunggu deklarasi yang dilakukan oleh pusat. (fat/noors)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-2022472570709600922?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/2022472570709600922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=2022472570709600922' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/2022472570709600922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/2022472570709600922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/09/dpc-pkbn-kunungi-kyai-dalam-kegiatan.html' title='DPC PKBN kunungi Kyai dalam kegiatan Safari Syawal'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-zeKGdVr0Iss/TnQG9ylrR0I/AAAAAAAABVY/WYObMp5DsXM/s72-c/211036_185397084844159_1836976_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-5652156915144543467</id><published>2011-09-16T09:43:00.001-07:00</published><updated>2011-09-16T09:47:05.426-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Pantura'/><title type='text'>Kucuran Dana dari Pemprov Jabar 10 Miliar Untuk Pulau Biawak Indramayu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-nS4F1tnaQm8/TnN82YlitqI/AAAAAAAABVA/BSKawaNulZk/s1600/DSCF2409.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-nS4F1tnaQm8/TnN82YlitqI/AAAAAAAABVA/BSKawaNulZk/s320/DSCF2409.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652999231034799778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;BERITA INDRAMAYU - tropong.com&lt;br /&gt;Pulau Biawak yang terletak di utara perairan Indramayu merupakan satu-satunya pulau terbesar yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Barat. Maka dalam pengelolaannya provinsi juga harus ikut andil karena merupakan asset yang sangat langka dan penuh sejarah. Rencananya Pemprov Jawa Barat akan mengucurkan dana sebesar 10 miliar untuk pengembangan sarana dan prasarana Pulau Biawak tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana pemberian bantuan itu terungkap ketika tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari Dinas Budaya dan Pariwisata serta DPRD melakukan survai dan peninjauan langsung terhadap keberadaan Pulau Biawak pada Senin awal pekan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau dengan luas daratan sekitar 120 hektar ini merupakan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Kabupaten Indramayu. Dan dibagi kedalam 3 zona yakni zona inti yaitu sebagai zona perlindungan mutlak, zona ini diperlukan untuk kepentingan perlindungan kawasan (melindungi habitat dan populasi biota laut dan pesisir). Pada blok ini tidak diperkenankan adanya pengembangan fisik kecuali dalam rangka pengamanan kawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Foh5g6f0KeY/TnN82SGrznI/AAAAAAAABVI/HOAGRk2EPzw/s1600/DSCF2410.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Foh5g6f0KeY/TnN82SGrznI/AAAAAAAABVI/HOAGRk2EPzw/s320/DSCF2410.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652999229294759538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kemudian zona penyangga, merupakan zona pemanfaatan terbatas untuk kegiatan wisata minat khusus (semi intensif /terbatas). Kegiatan antara lain; wisata bahari, wana wisata, wisata alam laut (diving, snorkling, memancing) pemanfaatan pada zona ini adalah semi intensif dan multiguna. Dan terakhir adalah zona budidaya terbatas yakni zona pemanfaatan untuk kegiatan budidaya laut (marine culture) dan penangkaran jenis-jenis biota laut langka dan jenis-jenis ikan hias. Dalam upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beberapa orang tim, Pulau Biawak jika dikembangkan dengan maksimal bisa menjadi lokasi wisata yang bisa diandalkan di Jawa Barat. Apalagi saat ini sarana dasarnya sudah tersedia seperti penginapan, tempat bersandar, dan sarana lainnya. Selain itu juga Pulau Biawak ini memiliki ekosotisme tersendiri karena terdapat makam keramat, sumur tawar, mercuar, dan sungai yang terletak ditengah pulau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-RGzuJudBWZg/TnN82umHATI/AAAAAAAABVQ/BsCW5QAo-Gk/s1600/DSCF2414.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-RGzuJudBWZg/TnN82umHATI/AAAAAAAABVQ/BsCW5QAo-Gk/s320/DSCF2414.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652999236942758194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sementara itu Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten Indramayu Drs. Trisna Hendarin mengatakan, rencananya bantuan itu akan digunakan untuk pengembangan sarana dan prasarana pulau sebesar 6 miliar, sedangkan 4 miliar untuk pengadaan kapal boat cepat dan pembuatan dermaga. “Agar pengembangan pariwisata ini bisa maksimal, rencananya dermaga bisa dibuat di Pantai Tirtamaya agar sekalian terintegrasi dengan objek wisata lainnya.” Kata Trisna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu tim dari Jawa Barat yang melakukan survai langsung terhadap Pulau Biawak yakni Aris Yuliana, Taufik Ridho, Ahmad Jai, Sujatmiko, dan Ida. (noors/humas-imy)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-5652156915144543467?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/5652156915144543467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=5652156915144543467' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5652156915144543467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/5652156915144543467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/09/kucuran-dana-dari-pemprov-jabar-10.html' title='Kucuran Dana dari Pemprov Jabar 10 Miliar Untuk Pulau Biawak Indramayu'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nS4F1tnaQm8/TnN82YlitqI/AAAAAAAABVA/BSKawaNulZk/s72-c/DSCF2409.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-7782445162226184907</id><published>2011-09-16T09:39:00.000-07:00</published><updated>2011-09-16T09:42:28.496-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Pantura'/><title type='text'>Kecamatan Krangkeng Sosialisasikan e-KTP Lewat Spanduk</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Dv1WYRikWMg/TnN8D8_3MYI/AAAAAAAABU4/PQg9MENMVfY/s1600/Kec%2BKrangkeng%2Bsosialisasi%2Be-KTP%2Blewat%2Bspanduk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Dv1WYRikWMg/TnN8D8_3MYI/AAAAAAAABU4/PQg9MENMVfY/s320/Kec%2BKrangkeng%2Bsosialisasi%2Be-KTP%2Blewat%2Bspanduk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652998364635541890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BERITA INDRAMAYU - tropong.com&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam rangka sosialisasi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Elektronik) &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemerintah Kecamatan Krangkeng memiliki cara tersendiri d&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;. Salah satunya yaitu dengan memasang spanduk di setiap desa yang ada di wilayah kecamatan paling timur Indramayu ini. Menurut Camat Krangkeng, H Cusomo SH CN, cara ini dilakukan atas inisiatif para kuwu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cusomo mengatakan, sosialisasi melalui spanduk ini diharapkan akan lebih efektif. Sebab masyarakat akan bisa dengan mudah membaca spanduk yang terpasang, dan mereka diharapkan akan sadar tentang pentingnya kartu tanda penduduk (KTP). Dikatakannya, dengan KTP elektronik maka diharapkan seluruh warga akan memiliki satu KTP, karena tidak mungkin lagi mereka bisa memiliki KTP ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cusomo juga berharap kepada masyarakat, baik yang masih memiliki KTP maupun belum agar segera melakukan pembuatan KTP elektronik ini. Apalagi pembuatan KTP elektornik tidak dipungut biaya alias gratis. Ia mensinyalir, di wilayah Kecamatan Krangkeng masih banyak warga yang belum memiliki KTP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami berharap kepada masyarakat ketika telah menerima panggilan agar segera membuat KTP elektronik. Hanya saja untuk saat ini kami masih menunggu peralatan yang belum lengkap,” kata Cusomo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Kasie Pelayanan Masyarakat (Yanmas) Kecamatan Krangkeng, H Johar Manun SH menambahkan, penerapan e-KTP ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No.26 Tahun 2009. Ditambahkannya, sesuai dengan UU No.23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Pasal 97, bagi warga negara yang memiliki lebih dari satu KTP maka bisa kena sangsi pidana maksimal 2 tahun atau denda Rp25 juta.(deni/www.humasindramayu.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-7782445162226184907?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/7782445162226184907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=7782445162226184907' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7782445162226184907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/7782445162226184907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/09/kecamatan-krangkeng-sosialisasikan-e.html' title='Kecamatan Krangkeng Sosialisasikan e-KTP Lewat Spanduk'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Dv1WYRikWMg/TnN8D8_3MYI/AAAAAAAABU4/PQg9MENMVfY/s72-c/Kec%2BKrangkeng%2Bsosialisasi%2Be-KTP%2Blewat%2Bspanduk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-1366107004231544376</id><published>2011-09-16T09:33:00.000-07:00</published><updated>2011-09-16T09:38:14.165-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Indramayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Pantura'/><title type='text'>Bupati Indramayu Lepas Atlit Bakyak Kab. Indramayu</title><content type='html'>BERITA &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-a8vuZr1R5lY/TnN64F46GxI/AAAAAAAABUo/GqBTZGyk9KQ/s1600/DSCF2458.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-a8vuZr1R5lY/TnN64F46GxI/AAAAAAAABUo/GqBTZGyk9KQ/s320/DSCF2458.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652997061352233746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;INDRAMAYU - tropong.com&lt;br /&gt;Enam atlet Bakyak nasional dari Kabupaten Indramayu akan bertanding pada invitasi olahraga tradisional tingkat nasional yang akan berlangsung di Provinsi Bangka Belitung pada tanggal 16-19 September 2011 mendatang. Pelepasan dilakukan oleh Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah di ruang dalam pendopo Indramayu, Kamis (15/9).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indramayu (FORMI) Kabupaten Indramayu Abdul Rozak Muslim mengatakan, kontingan Kabuptaen Indramayu akan bergabung dengan kontingan Provinsi Jawa Barat untuk bertanding dengan provinsi lain. Cabang Bakyak jadi andalan dari Kabupaten Indramayu setelah sebelumnya pada invitasi tingkat Provinsi Jawa Barat cabang ini berhasil meraih prestasi bergengsi. Pada invitasi tingkat nasional ini pihaknya menargetkan peraihan medali emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-fw60yxqf4lw/TnN64JXfC4I/AAAAAAAABUw/h7dymKYWhQ0/s1600/DSCF2459.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-fw60yxqf4lw/TnN64JXfC4I/AAAAAAAABUw/h7dymKYWhQ0/s320/DSCF2459.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652997062285790082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah pada kesempatan itu berharap agar kontingan Indramayu bukan hanya berpartisipasi namun bisa berprestasi dengan maksimal. “Kami sangat bangga kontingan Indramayu bisa berprestasi pada invitasi tingkat nasional ini, ini akan mengharumkan nama Indramayu” kata Anna Sophanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu atlit yang berlaga yaitu Ade Taufik Rohman, Asep Nurdin, Triyatmo, Upriyatno, Eka Apriyanto, dan Suwaryo. Keenam atlit ini berharap bisa mengalahkan atlit lainnya dan membawa nama harum Indramayu. (noors/humas-imy)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-1366107004231544376?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.tropong.com/feeds/1366107004231544376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4266861929330541262&amp;postID=1366107004231544376' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1366107004231544376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4266861929330541262/posts/default/1366107004231544376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.tropong.com/2011/09/bupati-indramayu-lepas-atlit-bakyak-kab.html' title='Bupati Indramayu Lepas Atlit Bakyak Kab. Indramayu'/><author><name>tropong.com</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-f8-HRT-Zgow/Te5Xh5VRvSI/AAAAAAAAAu4/7IXk2MzuFqk/s220/p2h.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-a8vuZr1R5lY/TnN64F46GxI/AAAAAAAABUo/GqBTZGyk9KQ/s72-c/DSCF2458.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4266861929330541262.post-3841921677954733393</id><published>2011-09-14T21:29:00.000-07:00</published><updated>2011-09-14T21:38:15.913-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Brebes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Pantura'/><title type='text'>BERITA BREBES - Alun-alun Brebes jadi Pusat  Jajan</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;BERITA BREBES - tropong.com&lt;br /&gt;Alun-Alun Brebes setiap hari ramai dikunjungi para pecinta wisata kuliner.  Ada cukup banyak jenis makanan yang khas dan dapat menjadi daya tarik tersendiri sebagai kebanggan  masyarakat Brebes. Ada Kupat Blengong, Sate Blengong, goring bebek, telor asin, moci dan jajan gorengan, Soto, bakso, dan macam-macam minuman segar yang dingin dan hangat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan perkembangan dari tahun ke tahun yang terus menunjukkan aktifitas perekonomian yang positif, Bupati Brebes H. Agung Widyantoro SH, MSi melalui Dinas Tata Kota dan lingkungan Hidup berusaha menata dan member kesan lebih indah, nyaman dan berseri pada lingkungan alun-alun kota penghasil bawang ini. Tampak sekeliling alun-alun sudah dibangun dengan bentuk trotoar yang menyerupai panggung bertenda khas dengan ujung yang meruncing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat yang berkunjung di Alun-alun Brebes tersedia tempat duduk lesehan yang member ruang pandang kearah jalan dan ke taman alun-alun yang luas. Pengunjung bias langsung memesan makanan dan minuman yang diinginkan sesuai dengan seleranya masing-masing. Sampai kini Alun-alun Brebes terus menjadi daya tarik masyarakat yang berkendaraan di jalur Pantura. Usai melaksanakan sholat di Masjid Agung, orang-orang memanfaatkan waktu istirahatnya dengan santai di seputar alun-alun Brebes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu Bupati Brebes Agung Widyantoro juga telah menambah magnit untuk pusat keramaian kota brebes ini dengan diberi layanan Hot Spot. Sehingga Para pelajar, mahasiswa, pegawai dan siapapun yang beristrirahat di alun-alun brbes bias melakukan koneksitas dengan menggunakan Laptop atau notbook karena seputar Alun-alun Brebes masuk Hot Spot Area. Gagasan cerdas Bupati Agung ini tentu saja disambut baik masyarakat pelajar dan mahasiswa. KArena dampaknya secara ekonomi akan memberikan ruang keuntungan yang besar bagi pedagang di Alun-Alun kota brebes. Adapun restribusi parker juga menjadi pendapatan yang menarik untuk APBD apabila diawasi dengan tertib sehingga biaya parkiran disesuaikan dengan jumlah karcis yang dikeluarkan DISPENDA Brebes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat ini semua pengendara kendaraan yang dipungut karcis di Alun-alun hanya diminta bayar tanpa diberi karcis tanda telah membayar dana parkiran,” Ujar Wartono sopir yang baru saja mengantar rombongan sholat Asyar dan jajan di sekitar alun-alun brebes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung yang memanfaatkan sarana tenda dan istirahat lesehan di Alun-alun Kota Brbes memang tidak hanya para jemaat yang sholat di masjid agung saja. Terbukti ada juga masyarakat yang pulang menjenguk saudaranya di Lapas Kabupaten Brebes yang ada di sudut kanan Pendopo Brebes.   Warga setempat pun banyak yang memanfaatkan alun-alaun Brebes sebagai obyek wisata kuliner sembari cuci mata dan ngobrol-ngobrol.&lt;br /&gt;Bahkanselama bulan Ramadhan kemarin para pedagang di alun-alun Brebes mengalami perolehan pendapatan yang lumayan bagus dari masyarakat yang menanti waktu berbuka tiba, bahkan para pedagang buka sampai jelang waktu Imsyak. Begitu juga di saat menjelang idul fitri dan lebaran kami merasa banyak diuntungkan dengan fasilitas tenda yang dibangun Pemerintah daerah sebagai pemnis dan penambah keindahan Alun-alun kota Brebes yang sangat Jelas member banyak keuntungan pada masyarakat pedagang dan pemilik usaha took cindera mata, dan oleh-oleh khas Brebes, jelas salah seorang Pedagang Kupat Blengong yang jualan di sudut kiri Alun-alun sembari sibuk melayani para pembeli. (Dyah Setyawati &amp;amp; N. Dibo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4266861929330541262-3841921677954733393?l=www.tropong.com' alt='' /&gt;&lt;/di
