Monday, January 16, 2012

Jembatan Penghubung Kecamatan Kandanghaur dan Kecamatan Bongas

Kecamatan Kandanghaur dan Kecamatan Bongas dipisahkan oleh sungai yaitu sungai Kali Prawan, Dihubungkan oleh sebuah jembatan yang hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda 2 dan pejalan kaki saja. Jembatan ini terletak di Blok Bojong Kulon Desa Drunten Wetan Kecamatan Kandanghaur, dan bersebrangan dengan Blok Tirta Mulya Desa Marga Mulya Kecamatan Bongas.

Untuk dapat menjumpai jembatan ini kurang lebih 6 Kilo meter dari Jalan Raya Pantura Kandanghaur. Masuk dari Jalan raya gang bongas desa Parean Girang Kandanghaur. Dengan dikanan kirinya kita bisa memandang areal pertambakan, dan juga lahan sawah yang luas membentang. Dan juga areal rumah penduduk yang mulai memadati perdesaan disini.

Apabila jembatan ini dibangun dan fasilitas jalan yang dapat dilalui kendaraan roda empat, menurut saya perekonomian kedua kecamatan Kandanghaur dan Bongas akan maju pesat. Roda perekonomian akan berputar cepat. Ini merupakan PR yang harus segera dikerjakan oleh pemimpin wilayah dalam hal ini Bapak Camat.

Disamping itu kondisi jalan yang masih kurang bagus juga sangat menghambat perjalanan menuju perdesaan ini. Penerangan lampu jalan juga hanya terletak dibeberapa titik rumah yang secara swadaya saja memberikan penerangan.

Apabila ini direalisasi, bukan suatu yang mustahil pengusaha-pengusaha calon investor akan datang untuk membuat usaha disini. Perekonomian pendudukpun ada harapan untuk dapat meningkat.






Read More..

Air, manfaat atau musibah?

ENAM titik pengeboran air bersih untuk kebutuhan masyarakat Desa Bulak Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu sebagian telah rampung penggarapannya. Berkat kordinasi yang baik antara Pemerintah Desa Bulak, dalam hal ini Abdul Rokman selaku Kuwu yang masa kerjanya beberapa bulan lagi selesai. Beserta organisasi kemasyarakatan dan dukungan dari warga desa Bulak bersama-sama berkolaborasi membangun desa. Bantuan ini diberikan oleh pemerintah pusat melalui Dinas PU Cipta Karya, yang proses pengajuan yang memakan kurun waktu kurang lebih satu tahun lamanya. “Rasa syukur yang amat sangat bagi saya pribadi atas nama pemerintah desa, karena program pengeboran air bersih ini sebagian telah tuntas dikerjakan, sehingga masyarakat bisa langsung merasakan manfaatnya”, tandas Kuwu Abdul Rokman. Adapun tujuan yang tersirat dari program ini yaitu untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat desa Bulak.
Sebanyak 6 titik pengeboran yang terbagi di beberapa blok yaitu blok Jongor I, Jongor II, Bloran I, Bloran II Kaligawe, dan blok Kalisong. Turut serta dukungan warga Bulak dibuktikan dengan kesediaanya lahan warga yang diberikan untuk tempat pengeboran air bersih. Pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan dan warga Bulak bersama-sama membantu suksesnya program pengeboran air bersih ini. Karena tanpa kerja sama yang dijalin, mustahil suatu program dapat berjalan dengan baik. “Saya salut dengan pak Kuwu, diakhir masa jabatannya masih tetap giat menjalankan program pemerintah, apalagi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat umum”, ujar Carsim salah seorang warga desa Bulak saat diminta komentarnya.
Banyak perkembangan diberbagai sektor yang telah tuntas dikerjakan oleh Abdul Rokman dimasa jabatannya, selain program air bersih. Ada beberapa program lain yaitu lahan persawahan yang selama kurun waktu 2 tahun tidak produktif dialih fungsikan menjadi lahan pertambakan. Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan, dan dapat menumbuhkan perekonomian desa. Infrastruktur jalan desa pun telah terlaksana, walaupun ada sebagian yang masih belum diaspal. Serta normalisasi saluran beberapa sungai yang sudah terlaksana, akan tetapi masih ada juga beberapa sungai yang belum dilakukan normalisasi.
Pekerjaan yang sangat prioritas yang harus segera dilaksanakan yaitu mengenai penanggulangan abrasi pantai diblok Bendo Desa Bulak Kecamatan Kandanghaur yang sudah sangat kritis dan memprihatinkan. Pasalnya ketika gelombang pasang, air laut masuk ke areal pertanian. Hal ini mengakibatkan tanaman padi mati, karena tercampur oleh air laut.
“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Bulak yang cukup besar jiwa kegotongroyongannya dalam penanggulangan abrasi pantai ini”, ucap Kuwu Abdul Rokman. Selama setahun sudah dua kali masyarakat secara swadaya menyewa beco, maupun bridge water dengan bahan batu kali dan pemasangan baro bambu walaupun belum begitu maksimal. Abdul Rokman selaku kuwu telah beberapa kali melayangkan permohonan namun belum terealisasi. “Saya harap segera direalisasi permohonan kami secara tertulis yang sudah dilayangkan kepada dinas terkait”, tandasnya. “Semoga ini menjadi PR bagi pemerintahan desa Bulak periode berikutnya, dan dapat melanjutkan program-program kami yang masih belum sempurna”, tutur Abdul Rokman diakhir wawancara.(rofi)
Read More..

Warta Populer

Popular News

 

Top Free Back Links

http://korankeker.blogspot.com Teropong Indramayu aconk joenty wethen

Mitra Tropong

Copy Link

tropong.com. Powered by Blogger.

TROPONG.com | Blog Design oktoral | Pengiriman Berita, Foto, Cerpen, dan Surat Pembaca dapat dikirim ke teropongdermayu@yahoo.co.id